Menu

Mode Gelap
Pembaruan Zona Nilai Tanah, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Libatkan Pemda dalam Rapat Persiapan ZNT Tak Ingin Anak Luwu Tumbuh Terhambat, Bupati Ajak Warga Jadi “Orang Tua Asuh” Lawan Stunting Air Mata Harapan di Balik Duka: Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta untuk Keluarga Nelayan Bone Pute Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

Daerah

Inovasi Penanggulangan Hama Bawang Jadi Pusat Perhatian Warga Kabupaten Enrekang

badge-check


					Inovasi Penanggulangan Hama Bawang Jadi Pusat Perhatian Warga Kabupaten Enrekang Perbesar

ENREKANG,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Inovasi baru dalam menangani hama bawang, perkebunan bawang di buntu sumbang kelurahan mataran kecamatan anggeraja kabupaten enrekang menjadi pemandangan indah di malam hari. Senin, 26 oktober 2020.

Enrekang adalah daerah yang termasuk penghasil bawang terbesar yang ada di indonesia, setiap tahun enrekang mampu memproduksi 120 ribu ton bawang merah.

Namun masalah perkebunan ataupun pertanian tentunya tidak bisa lepas dari yang namanya hama.
Maka dari itu di butuhkan inovasi-inovasi baru dari pemerintah ataupun petani itu sendiri.

Inovasi baru dalam menangani hama untuk bawang itupun muncul dari kabupaten Enrekang, inovasi baru dengan menggunakan lampu warna yang sudah di terapkan agustus lalu.

“Ini adalah inovasi dari masyarakat dan kelompok tani dengan melalui beberapa penelitian, inovasi inipun mulai di terapkan bulan agustus lalu”, ucap Husin salah satu kelompok tani tanete bontong saat di konfirmasi melalui telpon.

Lanjutnya menjelaskan “adapun lampu yang kami simpan di tengah itu lampu yang berwarna merah, kuning, dan hijau, ini lampu yang tidak di sukai hama kemudian untuk lampu yang ada di bagian luar kebun atau lampu penangkap biasanya menggunakan lampu yang berwarna ungu”.

“Jadi otomatis hama kupu-kupu putih itu tidak akan bertahan di area ladang apa lagi untuk berkembang biak, mereka pasti akan menuju ke arah lampu yang ada di luar ladang dan di situlah mereka akan terperangkap masuk di dalam ember yang berisikan air sabun”.

Tidak tanggung-tanggung, penerapan inovasi ini telah mengurangi biaya penanggulangan hama dan melimpahkan hasil panen para petani yang ada di kecamatan anggeraja kabupaten Enrekang.

“Sebelum inovasi ini di terapkan biasanya untuk biaya penanggulangan hama itu sendiri bisa mencapai 30 juta dan setelah di terapkan biayanya hanya mencapai 5 juta sampai 7 juta saja”, ujar Husin kembali menjelaskan.

Dari hasil penerapan inovasi penanggulangan hama kupu-kupu untuk bawang inipun akhirnya menarik perhatian netizen dan para kaula muda baik yang ada di kab. Enrekang ataupun di luar dari kab. Enrekang.

Beberapa akun yang memposting foto keindahan buntu sumbang yang juga sempat viral ini Salah satunya akun instagram yang bernama @kabarenrekang yang baru-baru ini memposting salah satu foto yang bertuliskan keindahan Buntu Sumbang (Negeri diatas cahaya), seperti melihat lampu di kota-kota besar di malam hari dan juga aku facebook yang bernama Hushen.

Penulis : adi saputra

Baca juga

Pembaruan Zona Nilai Tanah, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Libatkan Pemda dalam Rapat Persiapan ZNT

23 April 2026 - 08:52 WITA

Air Mata Harapan di Balik Duka: Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta untuk Keluarga Nelayan Bone Pute

22 April 2026 - 17:16 WITA

Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan

21 April 2026 - 18:07 WITA

Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

21 April 2026 - 18:03 WITA

Libatkan Masyarakat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Laksanakan Pemeriksaan Lapang PTSL di Desa Cimpu Utara

19 April 2026 - 08:06 WITA

Trending di Daerah