Menu

Mode Gelap
Tak Ingin Anak Luwu Tumbuh Terhambat, Bupati Ajak Warga Jadi “Orang Tua Asuh” Lawan Stunting Air Mata Harapan di Balik Duka: Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta untuk Keluarga Nelayan Bone Pute Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu Dinkes Luwu Bergerak Cepat, dr. Rosnawary Ungkap Langkah Nyata Menuju Wistara Paripurna 2027

Bencana

Remaja Kesetrum Saat Memegang Tiang Listrik di Lokasi Banjir Samarinda

badge-check


					Remaja Kesetrum Saat Memegang Tiang Listrik di Lokasi Banjir Samarinda Perbesar

SAMARINDA, -TEROPONGSULSELJAYA.Com- Banjir yang menerjang Kota Samarinda pada Kamis malam memakan korban jiwa, Seorang Remaja berinisial AS (13) warga Suryanata meninggal akibat kesetrum saat korban tak sengaja memegang tiang listrik yang mengalirkan listrik di jalan Junada tepatnya di sebrang SMP 4 Samarinda pada Kamis malam (7/1/2021) pukul 20.35 Wita.

“Iya korban meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit akibat kesetrum tiang listrik waktu banjir,” jelas Kapolsek Samarinda Ulu, Akp Ricky Ricardo Sibarani melalui Kanit Reskrim Polsek, Iptu Farudi saat di konfirmasi Jumat (8/1/2021).

Lebih lanjut, Ia menerangkan kronologi, siswi kelas 2 SMP itu kesetrum, saat korban bersama orang tuanya, dan adiknya hendak pulang ke rumah lantaran motor yang digunakan mogok akibat banjir di seputaran jalan Juanda.

“Waktu itu korban, bersama ibu, dan adiknya berniat pulang dari rumah neneknya yang berada di jalan pahlawan ke rumahnya di jalan Suryanata. Waktu di jalan Juanda motor yang di gunakan ibunya mogok, ibunya memutuskan pulang dengan berjalan kaki, namun saat berjalan kaki, korban tanpa sengaja memegang tiang listrik yang terdapat aliran listrik dan berteriak, hingga korban terjatuh di dalam genangan banjir,” ungkap Farudi.

Farudi menerangkan, saat kejadian kondisi di Tempat Kejadian, terpantau sepi, merasa tak mendapatkan pertolongan, ibu AS yang tengah menggendong adiknya berusaha menari korban dari genangan banjir.

“Ibunya mencoba menarik korban dalam genangan air, menggunakan tangan kanan nya, walaupun ibu nya merasa kesetrum namun ibu nya tetap berusaha menarik menjauhkan dari tiang listrik,” tuturnya.

Setelah menjauh dari tiang listrik, barulah warga datang menolong, dan segera membawa AS ke rumah sakit Dirgahayu. Namun saat diperjalanan menuju rumah sakit korban menghembuskan nyawa.

“Sebelum mendatang pertolongannya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter,”

Jenazah korban pun langsung dibawah pihak keluarga ke rumah duka, untuk segera dimakamkan.(*Red/Ahf)

Baca juga

Rumah Ketua IWO Luwu Dilalap Api, Empat Bangunan Ludes dalam Hitungan Menit

6 Januari 2026 - 23:28 WITA

Rumah Warga di Bua Luwu Terbakar Saat Malam Tahun Baru

1 Januari 2026 - 00:55 WITA

Rumah Warga di Empang Ludes Terbakar Saat Subuh, Dua Anak Selamat

31 Desember 2025 - 09:00 WITA

Akses Putus dan Logistik Habis, Kondisi Warga Rusip Antara Semakin Mengkhawatirkan

4 Desember 2025 - 00:20 WITA

Api Lahap Pemukiman Padat Penduduk di Sorowako, Pemerintah Luwu Timur Pastikan Penanganan

27 Agustus 2025 - 20:47 WITA

Trending di Bencana