Teropongsulseljaya.com ,Fakfak – Kabupaten dengan julukan kota pala ini secara geografis dikelilingi oleh lautan yang menjadi rebutan dikarenakan potensi alamnya terbilang besar. Sejalan dengan wacana tersebut, diskusi santai membahas tentang berbagai macam permasalahan serta solusipun terjabarkan oleh sang tuan rumah “Mohdar” dikediaman Dinasnya Kampung Dulan Pokpok, Distrik Pariwari, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Fakfak, Papua Barat. 22/09/2021.

Mohdar selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perikanan yang juga merangkap sebagai Anggota Syabandar Perikanan Fakfak bercerita tentang Potensi Laut Fakfak sangat memungkinkan untuk mengangkat pendapat daerah kabupaten Fakfak sendiri.

“Tidak diragukan beberapa hasil laut seperti Ikan dengan berbagai jenisnya, Teripang, Kerapu, Tuna, Lobster serta buruan sebahagian besar orang yaitu telur ikan terbang, tersedia di perairan Fakfak dan ini dibuktikan dengan banyaknya kapal kapal dari luar yang mencari,” terangnya Mohdar.
Berbicara tentang telur ikan terbang yang memiliki harga ekonomis tinggi, Pimpinan Redaksi Teropongsulseljaya.com beserta beberapa rekan lainnya diberi suguhan menu tersebut. Menu menurut Mohdar merupakan suguhan alakadarnya namun bagi kami itu merupakan suguhan yang sangat elegan.
Mohdar berbagi informasi mengenai kejadian-kejadian yang pernah terjadi salah satunya jumlah ikan berton-ton namun tidak adanya persiapan manajemen untuk mengantisipasi akhirnya ikan tersebut tidak layak konsumsi.

“Masyarakat nelayan di kabupaten Fakfak ini butuh manajemen yang memumpuni namun hingga saat ini masih sangat jauh terkoordinirnya. Ada beberapa masyarakat yang telah saya dampingi secara pribadi dan Alhamdulillah hasilnya bisa menjadi pembeda dengan yang lainnya,” Ucap Kepala Seksi Bidang TPI Dinas Perikanan.
Menjabat sebagai “Syahbandar” pelabuhan Fakfak, Mohdar pun memiliki tugas dan fungsi yang mengedepankan keselamatan dan keamanan pelayaran meliputi pelaksanaan, pengawasan penegakan hukum perairan serta perlindungan lingkungan maritim di pelabuhan.
Ketegasan terhadap aktivitas kapal masuk maupun keluar dikota Fakfak ini terkhusus nelayan pencari telur ikan terbang, Mochdar mengedepankan aturan ketat. Hal ini dilakukan semata-mata meminimalisir resiko kecelakaan mengingat kondisi perairan yang memiliki gelombang tinggi merupakan momen tepat untuk berburu telur ikan terbang.
“Ombak besar berarti telur ikan terbang ada sebaliknya ombak tidak ada, maka telur ikan juga tidak ada. Untuk tahun ini, karena ketegasan akan aturan pentingnya keselamatan Alhamdulillah tidak ada kecelakaan yang terjadi. Tidak mengikuti aturan maka izin berlayar tidak akan saya keluarkan,” tutup Mohtar. (Vhr)






