Menu

Mode Gelap
Tinjau Layanan Kesehatan, Bupati Luwu Evaluasi Langsung Kondisi Puskesmas Noling Jembatan yang Dinanti Warga Akhirnya Berdiri, Bupati Luwu Resmikan Salubua–Kaili di Suli Barat Pemkab Luwu Luncurkan Gerakan Jumat Bersih, Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Lingkungan Bupati Luwu Tekankan Evaluasi dan Penguatan Strategi Dakwah pada Pembekalan Muballigh Pemkab Luwu dan Masmindo Dwi Area Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam: Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat. Dari Tilawah ke Teladan: Luwu Menyiapkan Generasi Qur’ani Berkeadaban

Daerah

Kisah Seorang Anak Yatim Berjuang Sembuh Dalam Penyakit Yang di Deritanya

badge-check


					Kisah Seorang Anak Yatim Berjuang Sembuh Dalam Penyakit Yang di Deritanya Perbesar

SINJAI,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Hari ini Selasa (4/10/2022), Syahrul tiba di Jakarta dan mulai masuk di RSCM pusat jantung di ibukota negara tersebut.

Di ketahui bahwa Syahrul bin Burhan (14) adalah seorang anak yatim , penderita jantung bocor asal Lappacilama Bikeru, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Ia didampingi seorang kakak sulungnya bernama Irmawati Burhan . Sedang ayah mereka bernama Burhan tidak ikut mendampingi Syahrul berobat di Jakarta karena kondisi kesehatannya tidak sehat.

Namun pada saat tiba di rscm poli yang di tujuh tutup dan rencana besok akan kembali lagi ke rscm untuk pendaftaran dan kontrol kali pertama nya .

Syahrul terpaksa dirujuk ke RSCM Jakarta oleh pihak dokter RSU Wahidin Kota Makassar.

” Dokter merujuk karena harus mendapat penanganan khusus untuk jantung bocor,” ungkap Irmawati.

Bocah kelas dua Madrasah Tsnawiyah (MTs) Darul Falah Bikeru ini menderita jantung bocor sejak dari lahir.

Namun ia baru terungkap sejak dua bulan terakhir, setelah Syahrul ditemukan sesak nafas hingga badan membiru dan, mata berwarna kecoklatan.

Orang tua burhan tak berdaya, tampak pasrah dengan penyakit yang diderita anak ke tiganya dari empat bersaudara itu.

Meski ia sempat membawa ke RSUD Sinjai pada awal Agustus lalu.

Ia pulang ke rumahnya setelah dokter di RSUD akan merujuk Syahrul ke RS Wahidin di Makassar.

Biaya operasional selama di Makassar menjadi alasan utama Burhan, meski biaya sang anak masuk dalam tanggungan BPJS KIS Pemkab Sinjai.

Pasalnya, Burhan tak miliki kemampuan secara ekonomi. Dirinya hanya satu-satunya tulang punggung.

Burhan tak miliki pekerjaan tetap. Ia hanya sebagai tukang azan di sebuah musala Asmaul Husna Buhung Tembo, Desa Alenangka.

Sementara empat orang anaknya masih menjadi tanggungannya termasuk Syahrul sendiri.

Para Relawan Sulsel Pun turun Bantu Syahrul Berjuang Sembuh

Setelah orang tua Syahrul, Burhan membawa anaknya pulang ke rumahnya di Bikeru, Dusun Lappacilama, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan para relawan bergerak mencarikan solusi.

Para relawan Sulsel menjemput Syahrul lalu membawa ke RSU Wahidin Kota Makassar.

Selama kurang lebih 10 hari dirawat di rumah sakit terbesar di Sulsel ini, Relawan Sulsel dibantu oleh Relawan Sosial Mandiri (RSM) membuka penggalangan dana untuk biaya operasional Syahrul.

Relawan Sosial Mandiri tak sendiri, mereka kerjasama dengan Balai Wirajaya Kemensos Makassar untuk memberangkatkan Syahrul dan seorang kakaknya ke Jakarta.

” Kami sebagai Relawan Pendamping dari Relawan Sosial Mandiri sangat berharap dukungan publik agar membackup Syahrul hingga sembuh. Prosesnya tentu tidak singkat. Ini diduga akan memakan waktu yang lama dan biaya tidak sedikit. olehnya, kami akan mengupdate secara berkala di Facebook saya,” kata Korlap Syahrul, Relawan Sosial Mandiri di Jakarta.

Koordinator Relawan Sosial Mandiri (RSM), Andi Abd Karim Mappasomba mengatakan bahwa sebagai yatim dan keluarga Duafa sudah selayaknya Syahrul diperjuangkan oleh banyak pihak dengan cara yang edukatif dan konsolidatif, melalui keluarga dan masyarakat sekitar lingkungan Syahrul, terkhusus Kabupaten Sinjai dan Sulawesi Selatan.

Kasus Syahrul cukup langka, makanya proses penanganannya harus dibuka ke publik sebagai bahan edukasi untuk kasus serupa.

Meskipun Tim Balai Wirajaya Kemensos di Makassar membackup berkenaan dengan tempat tinggal di Makassar dan Jakarta, kebutuhan lainnya tentu masih banyak, khususnya kebutuhan harian dan permakanan non dasar. Demikian dengan kebutuhan supporting obat non rumah sakit, jelas Andika Mappasomba.

Mereka juga menyiapkan nomor rekening open donasi Bank BRI 025301047779504 An. Abd Abdul Karim.(*)

Baca juga

Jembatan yang Dinanti Warga Akhirnya Berdiri, Bupati Luwu Resmikan Salubua–Kaili di Suli Barat

14 Februari 2026 - 10:15 WITA

Pemkab Luwu Luncurkan Gerakan Jumat Bersih, Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Lingkungan

13 Februari 2026 - 18:20 WITA

Bupati Luwu Tekankan Evaluasi dan Penguatan Strategi Dakwah pada Pembekalan Muballigh

12 Februari 2026 - 16:11 WITA

Pemkab Luwu dan Masmindo Dwi Area Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam: Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat.

12 Februari 2026 - 13:47 WITA

Dari Tilawah ke Teladan: Luwu Menyiapkan Generasi Qur’ani Berkeadaban

12 Februari 2026 - 13:37 WITA

Trending di Daerah