Menu ✖

Mode Gelap
Isu Dugaan Pungli di SPBU Lanipa, Polsek Ponrang Tak Temukan Pelanggaran, SPBU Siapkan Langkah Hukum. Kantah Luwu Laksanakan Pengukuran Pengembalian Batas untuk Perkuat Kepastian Batas Tanah Hari Pertama Magang di Kantah Luwu, Peserta Diberikan Pembekalan oleh Para Mentor Kantah Luwu Sambut Peserta Magang Nasional Batch 2 Tahun 2026 Wilayah III Inspektorat Jenderal ATR/BPN Ekspose Hasil Audit Kinerja Berbasis Risiko di Kantah Luwu Kantah Luwu Gelar Sidang Panitia Pemeriksaan Tanah A untuk Percepatan Pendaftaran Tanah Nelayan di Bassiang Timur

Daerah

Pemkab Luwu Dan BPS Canangkan Desa Langkidi Sebagai Desa Cinta Statistik 2025.

badge-check


					Pemkab Luwu Dan BPS Canangkan Desa Langkidi Sebagai Desa Cinta Statistik 2025. Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, -Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Badan Pusat Statistik melaksanakan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan di Aula Andi Kambo Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, Senin (26/5/2025).

Tahun 2025, Desa Langkidi Kecamatan Bajo menjadi Lokus pelaksanaan pembinaan statistik sektoral dan pencanangan Desa Cantik di Kabupaten Luwu.

Beberapa pihak terkait dalam pencanangan Desa Cantik untuk penandatanganan naskah kesepakatan bersama demi menyukseskan penyelenggaraan Desa Cantik Tahun 2025 di Kabupaten Luwu, yakni Kepala BPS Kabupaten Luwu Andi Cakra Atmajaya, S.Pt, Sekda Luwu Drs. H. Sulaiman, MM, Kepala Dinas Kominfo Ir. H. Muhammad, Kadis DPMD Kasmaruddin, SE, Perwakilan Bappelitbangda, Drs. Rahman, Camat Bajo Hj. Hidayah, SE dan Kepala Desa Langkiddi Muslim, S.Pi

Dalam sambutannya, Sekda Luwu menyampaikan sebagai bagian dari penguatan penyelenggaraan statistik hingga tingkat lokal, BPS mengembangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi dan kapasitas perangkat desa dalam mengelola data statistik yang relevan untuk pembangunan desa.

“Melalui pembinaan langsung oleh BPS Kabupaten/Kota, desa-desa terpilih akan didampingi dalam berbagai tahapan, mulai dari pengumpulan hingga pemanfaatan data untuk mendukung perencanaan desa berbasis bukti. Salah satu inovasi dari program ini adalah pembentukan agen statistik desa, yang menjadi garda terdepan dalam pengelolaan data desa secara berkelanjutan”, kata H. Sulaiman.

Menurutnya, pembangunan desa merupakan bagian penting dari misi nasional, khususnya dalam rangka mewujudkan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam misi ke-6 Asta Cita, yang menyoroti pentingnya memulai pembangunan dari desa dan lapisan masyarakat terbawah, untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

“Pemerintah desa memiliki peran sebagai pelaksana kegiatan statistik di wilayahnya masing-masing, menjadikan desa sebagai unit terkecil yang memiliki peran sangat penting. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek sekaligus garda terdepan dalam proses pembangunan itu sendiri”, lanjut H. Sulaiman.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Luwu, Andi Cakra Atmajaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Luwu atas dukungan dan komitmen dalam penguatan statistik sektoral dan pengelolaan data di Kabupaten Luwu.

“Dalam kegiatan pembinaan hari ini, kita fokuskan pada bagaimana penguatan pemahaman mengenai teknis pengolahan statistik sektoral tata kelola metadata serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghasilkan statistik yang akurat dan konsisten. Terima kasih kepada bapak Bupati atas dukungannya selama ini kepada kami”, ucap Andi Cakra.

Ia melanjutkan bahwa melalui forum ini diharapkan perangkat daerah memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menyusun mengelola dan memanfaatkan data statistik sektoral untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan.

“Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari ini, kita akan laksanakan pencanangan Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik yang pada prinsipnya memperluas semangat pembinaan statistik sampai ke tingkat desa sebagai unit kecil penghasil data agar unit ini bisa lebih mengerti data karena dari situlah pembangunan yang tepat sasaran dapat dimulai. Desa Langkidi kami pilih sebagai pilot project karena memiliki potensi dan komitmen yang kuat dalam pengelolaan data desa”, tutupnya.(***)

Baca juga

Kantah Luwu Laksanakan Pengukuran Pengembalian Batas untuk Perkuat Kepastian Batas Tanah

23 September 2026 - 10:48 WITA

Hari Pertama Magang di Kantah Luwu, Peserta Diberikan Pembekalan oleh Para Mentor

23 September 2026 - 10:44 WITA

Kantah Luwu Sambut Peserta Magang Nasional Batch 2 Tahun 2026

23 September 2026 - 10:39 WITA

Wilayah III Inspektorat Jenderal ATR/BPN Ekspose Hasil Audit Kinerja Berbasis Risiko di Kantah Luwu

23 September 2026 - 10:35 WITA

Kantah Luwu Gelar Sidang Panitia Pemeriksaan Tanah A untuk Percepatan Pendaftaran Tanah Nelayan di Bassiang Timur

23 September 2026 - 10:32 WITA

Trending di Daerah