MAKASSAR, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Kerusuhan yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD Makassar, Jumat (29/08/2025) malam hingga Sabtu dini hari, tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga membuat sejumlah pegawai dan aparat mengalami luka serius. Berdasarkan data lapangan, korban tersebar di beberapa rumah sakit di Kota Makassar.
RS Grestelina
Rumah sakit ini menampung sebagian besar korban luka dan satu korban meninggal dunia.

1. Agus – anggota Satpol PP, mengalami luka robek serius pada bagian kaki.
2. Sahabuddin – ajudan Wakil Ketua DPRD Makassar, patah tulang pinggul akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.
3. Arief – sopir Wakil Ketua DPRD, menderita cedera kaki.
4. Herianto – petugas kebersihan DPRD, mengalami cedera berat pada dada dan kepala.
5. Saiful Akbar – Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah. Sempat dievakuasi hidup-hidup, namun meninggal dunia saat perawatan.
RS Hermina
Pak Agung – korban dengan kondisi paraplegia akibat trauma serius. Ia mengalami kelumpuhan dan masih dalam perawatan intensif.
RSI Faisal
Satria Pratama, warga Bontomanai, mengalami luka laceratum pada mata kaki kiri akibat terkena benda tajam dengan ukuran luka sekitar 5×2 cm.
RS Primaya
Budi H.S. – pegawai asal Banta-Bantaeng, menderita trauma kapitis berat dengan kondisi GCS rendah. Ia sempat mendapat penanganan intensif, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
RS Bhayangkara
Dua korban meninggal langsung dibawa ke RS Bhayangkara setelah ditemukan di lokasi kejadian:
1. Sarinawati – staf DPRD, ditemukan hangus terbakar di dalam gedung.
2. Akbar Basri – staf Humas DPRD, usia 27 tahun, warga Balang Baru 2, meninggal di tempat kejadian.
Total Korban
Meninggal dunia: 4 orang
1. Saiful Akbar (Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah) – RS Grestelina.
2. Sarinawati (Staf DPRD) – RS Bhayangkara.
3. Akbar Basri (Staf Humas DPRD) – RS Bhayangkara.
4. Budi H.S. (Pegawai, warga Banta-Bantaeng) – RS Primaya.
Luka-luka: 6 orang
(Agus, Sahabuddin, Arief, Herianto, Pak Agung, Satria Pratama)
Dengan jumlah korban yang cukup besar, pihak rumah sakit masih membuka kemungkinan adanya tambahan korban luka yang baru teridentifikasi. Tim BPBD, Damkar, dan relawan SAR masih melakukan penyisiran di sekitar puing gedung DPRD untuk memastikan tidak ada lagi korban tertinggal.
Wakil Ketua DPRD Makassar, Anwar Faruq, menegaskan bahwa tragedi ini menjadi peringatan keras agar aksi protes tidak lagi berujung pada kekerasan. “Kami turut berduka cita yang mendalam. Mari kita hentikan provokasi dan menjaga keamanan bersama,” ujarnya.
***red/kurty***






