Menu

Mode Gelap
Musdes Desa Cimpu Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027, Prioritaskan Infrastruktur Pertanian Pemdes Senga Selatan Gelar Musdes RKP Desa 2027 dan Rembuk Stunting, Susun Prioritas Pembangunan Respons Cepat Aduan Masyarakat, Kantah Luwu Lakukan Penanganan Sengketa Tanah di Desa Tampumia Kementerian ATR/BPN Bersama Komisi II DPR RI Bahas Penguatan Reforma Agraria dan Optimalisasi Peran Bank Tanah Kantah Luwu Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bandara Bua, Perkuat Sinergi Demi Kepastian Hukum 10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz

Daerah

Tragedi DPRD Makassar: Kronologi Korban Per Rumah Sakit

badge-check


					Tragedi DPRD Makassar: Kronologi Korban Per Rumah Sakit Perbesar

MAKASSAR, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Kerusuhan yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD Makassar, Jumat (29/08/2025) malam hingga Sabtu dini hari, tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga membuat sejumlah pegawai dan aparat mengalami luka serius. Berdasarkan data lapangan, korban tersebar di beberapa rumah sakit di Kota Makassar.

RS Grestelina

Rumah sakit ini menampung sebagian besar korban luka dan satu korban meninggal dunia.

1. Agus – anggota Satpol PP, mengalami luka robek serius pada bagian kaki.

2. Sahabuddin – ajudan Wakil Ketua DPRD Makassar, patah tulang pinggul akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.

3. Arief – sopir Wakil Ketua DPRD, menderita cedera kaki.

4. Herianto – petugas kebersihan DPRD, mengalami cedera berat pada dada dan kepala.

5. Saiful Akbar – Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah. Sempat dievakuasi hidup-hidup, namun meninggal dunia saat perawatan.

RS Hermina

Pak Agung – korban dengan kondisi paraplegia akibat trauma serius. Ia mengalami kelumpuhan dan masih dalam perawatan intensif.

RSI Faisal

Satria Pratama, warga Bontomanai, mengalami luka laceratum pada mata kaki kiri akibat terkena benda tajam dengan ukuran luka sekitar 5×2 cm.

RS Primaya

Budi H.S. – pegawai asal Banta-Bantaeng, menderita trauma kapitis berat dengan kondisi GCS rendah. Ia sempat mendapat penanganan intensif, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

RS Bhayangkara

Dua korban meninggal langsung dibawa ke RS Bhayangkara setelah ditemukan di lokasi kejadian:

1. Sarinawati – staf DPRD, ditemukan hangus terbakar di dalam gedung.

2. Akbar Basri – staf Humas DPRD, usia 27 tahun, warga Balang Baru 2, meninggal di tempat kejadian.

Total Korban

Meninggal dunia: 4 orang

1. Saiful Akbar (Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah) – RS Grestelina.

2. Sarinawati (Staf DPRD) – RS Bhayangkara.

3. Akbar Basri (Staf Humas DPRD) – RS Bhayangkara.

4. Budi H.S. (Pegawai, warga Banta-Bantaeng) – RS Primaya.

Luka-luka: 6 orang
(Agus, Sahabuddin, Arief, Herianto, Pak Agung, Satria Pratama)

Dengan jumlah korban yang cukup besar, pihak rumah sakit masih membuka kemungkinan adanya tambahan korban luka yang baru teridentifikasi. Tim BPBD, Damkar, dan relawan SAR masih melakukan penyisiran di sekitar puing gedung DPRD untuk memastikan tidak ada lagi korban tertinggal.

Wakil Ketua DPRD Makassar, Anwar Faruq, menegaskan bahwa tragedi ini menjadi peringatan keras agar aksi protes tidak lagi berujung pada kekerasan. “Kami turut berduka cita yang mendalam. Mari kita hentikan provokasi dan menjaga keamanan bersama,” ujarnya.
***red/kurty***

Baca juga

Pemdes Senga Selatan Gelar Musdes RKP Desa 2027 dan Rembuk Stunting, Susun Prioritas Pembangunan

16 Juli 2026 - 13:43 WITA

Respons Cepat Aduan Masyarakat, Kantah Luwu Lakukan Penanganan Sengketa Tanah di Desa Tampumia

16 Juli 2026 - 08:54 WITA

Kantah Luwu Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bandara Bua, Perkuat Sinergi Demi Kepastian Hukum

16 Juli 2026 - 08:45 WITA

Staf Khusus Menteri ATR/BPN Ajak Jajaran BPN Sulsel Perkuat Integritas dan Komunikasi Strategis

10 Juli 2026 - 19:38 WITA

Gandeng 28 Kampus, Menteri Nusron Targetkan 14 Ribu Sertipikasi Tanah Wakaf di Sulsel Rampung dalam Satu Tahun

10 Juli 2026 - 19:33 WITA

Trending di Daerah