Menu

Mode Gelap
Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN dalam Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026 KKN Pertanahan Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Wamen Ossy: Peningkatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Nasional Kementerian ATR/BPN Pastikan Tata Ruang Menjadi Kunci Utama untuk Mendukung Program Prioritas Presiden Prabowo Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

Daerah

Duka di Karang-karangan, Pria 70 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Pohon

badge-check


					Duka di Karang-karangan, Pria 70 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Pohon Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Warga Dusun Karang-karangan, Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dengan cara gantung diri pada Senin pagi, 8 September 2025.

Korban diketahui bernama Rustang (70), seorang sopir asal Kota Palopo. Ia ditemukan pertama kali oleh anak dan keluarga setelah dilakukan pencarian sejak malam sebelumnya.

Menurut keterangan saksi, pada Minggu malam (7/9/2025) usai salat Magrib, korban tidak berada di rumah. Hingga pukul 24.00 Wita, keluarga melakukan pencarian di sekitar rumah dan hutan belakang, namun tidak berhasil menemukan keberadaan korban.

Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi, hingga sekitar pukul 07.00 Wita korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung di sebuah pohon. Selanjutnya, warga bersama keluarga mengevakuasi korban ke rumah duka.

Pihak kepolisian dari Polsek Bua bersama tenaga medis Puskesmas Bua segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum. Dokter menyatakan korban meninggal murni akibat gantung diri, diperkirakan antara 6–8 jam sebelum ditemukan, tanpa tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh.

Keluarga korban menerima dengan ikhlas peristiwa tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka untuk dimakamkan.

Pesan moral: Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan keluarga. Jika ada anggota keluarga atau kerabat yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau keinginan mengakhiri hidup, penting untuk segera memberikan pendampingan dan mencari bantuan profesional agar tragedi serupa tidak terulang.
***kurty***

Baca juga

Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN dalam Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana

19 Februari 2026 - 18:23 WITA

KKN Pertanahan Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Wamen Ossy: Peningkatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

19 Februari 2026 - 18:14 WITA

Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

17 Februari 2026 - 18:29 WITA

Jembatan yang Dinanti Warga Akhirnya Berdiri, Bupati Luwu Resmikan Salubua–Kaili di Suli Barat

14 Februari 2026 - 10:15 WITA

Pemkab Luwu Luncurkan Gerakan Jumat Bersih, Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Lingkungan

13 Februari 2026 - 18:20 WITA

Trending di Daerah