Menu

Mode Gelap
Cepat Layani Aduan Masyarakat, Karo Humas dan Protokol ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN dalam Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026 KKN Pertanahan Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Wamen Ossy: Peningkatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Nasional Kementerian ATR/BPN Pastikan Tata Ruang Menjadi Kunci Utama untuk Mendukung Program Prioritas Presiden Prabowo Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H

Sulsel

Balita Dua Tahun di Luwu Tewas Hanyut di Irigasi Sawah

badge-check


					Balita Dua Tahun di Luwu Tewas Hanyut di Irigasi Sawah Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga kecil di Dusun Tambunan, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Rabu (10/9/2025). Tangis pecah saat jenazah Raka (2), balita yang hanyut di saluran irigasi sawah, dibawa pulang ke rumah duka.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Korban awalnya bermain di dekat irigasi bersama neneknya. Saat sang nenek masuk ke dalam rumah sebentar, bocah malang itu diduga terpeleset dan jatuh ke aliran air yang deras.

Sadar cucunya tak lagi terlihat, sang nenek panik dan meminta bantuan warga. Sejumlah orang kemudian bergegas menyusuri aliran irigasi. Pencarian pun berakhir pilu saat tubuh mungil Raka ditemukan tersangkut di gorong-gorong, sekitar 300 meter dari lokasi awal.

“Korban terakhir terlihat bermain di pinggir irigasi. Tidak lama setelah itu, neneknya berteriak mencari. Kami langsung turun ke saluran air,” ungkap warga yang ikut mencari.

Sementara warga lainya yang turut dalam proses evakuasi, tak kuasa menahan haru saat menceritakan detik-detik penemuan korban.

“Tubuh korban tersangkut di bawah gorong-gorong. Kami bersama warga harus membongkar bagian atas untuk bisa mengangkatnya. Saat berhasil dikeluarkan, kondisinya sudah tidak bernyawa. Rasanya sangat menyedihkan melihat anak sekecil itu meninggal dengan cara seperti ini,” ucapnya lirih.

Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung bergerak cepat. Kapolsek Walenrang, AKP Idul, menegaskan bahwa kejadian ini murni kecelakaan.

“Anggota kami sudah memeriksa TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada menjaga anak-anak, terutama di area berbahaya seperti saluran irigasi,” jelasnya.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Anak-anak kecil harus mendapat pengawasan ekstra, apalagi bila rumah kita berdekatan dengan sungai atau saluran irigasi. Ke depan, kami bersama warga akan membahas langkah-langkah pencegahan, termasuk kemungkinan pemasangan pagar pengaman di titik rawan,” tambahnya.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga buah hati. Sebab, dalam hitungan menit, kelengahan bisa berujung kehilangan nyawa.
***kurty***

Baca juga

Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN dalam Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana

19 Februari 2026 - 18:23 WITA

KKN Pertanahan Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Wamen Ossy: Peningkatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

19 Februari 2026 - 18:14 WITA

Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

17 Februari 2026 - 18:29 WITA

Jembatan yang Dinanti Warga Akhirnya Berdiri, Bupati Luwu Resmikan Salubua–Kaili di Suli Barat

14 Februari 2026 - 10:15 WITA

Pemkab Luwu Luncurkan Gerakan Jumat Bersih, Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Lingkungan

13 Februari 2026 - 18:20 WITA

Trending di Daerah