KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga kecil di Dusun Tambunan, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Rabu (10/9/2025). Tangis pecah saat jenazah Raka (2), balita yang hanyut di saluran irigasi sawah, dibawa pulang ke rumah duka.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Korban awalnya bermain di dekat irigasi bersama neneknya. Saat sang nenek masuk ke dalam rumah sebentar, bocah malang itu diduga terpeleset dan jatuh ke aliran air yang deras.
Sadar cucunya tak lagi terlihat, sang nenek panik dan meminta bantuan warga. Sejumlah orang kemudian bergegas menyusuri aliran irigasi. Pencarian pun berakhir pilu saat tubuh mungil Raka ditemukan tersangkut di gorong-gorong, sekitar 300 meter dari lokasi awal.

“Korban terakhir terlihat bermain di pinggir irigasi. Tidak lama setelah itu, neneknya berteriak mencari. Kami langsung turun ke saluran air,” ungkap warga yang ikut mencari.
Sementara warga lainya yang turut dalam proses evakuasi, tak kuasa menahan haru saat menceritakan detik-detik penemuan korban.
“Tubuh korban tersangkut di bawah gorong-gorong. Kami bersama warga harus membongkar bagian atas untuk bisa mengangkatnya. Saat berhasil dikeluarkan, kondisinya sudah tidak bernyawa. Rasanya sangat menyedihkan melihat anak sekecil itu meninggal dengan cara seperti ini,” ucapnya lirih.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung bergerak cepat. Kapolsek Walenrang, AKP Idul, menegaskan bahwa kejadian ini murni kecelakaan.
“Anggota kami sudah memeriksa TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada menjaga anak-anak, terutama di area berbahaya seperti saluran irigasi,” jelasnya.
“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Anak-anak kecil harus mendapat pengawasan ekstra, apalagi bila rumah kita berdekatan dengan sungai atau saluran irigasi. Ke depan, kami bersama warga akan membahas langkah-langkah pencegahan, termasuk kemungkinan pemasangan pagar pengaman di titik rawan,” tambahnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga buah hati. Sebab, dalam hitungan menit, kelengahan bisa berujung kehilangan nyawa.
***kurty***






