KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu menggelar silaturahmi bersama insan pers, baik media cetak maupun online, Jumat malam (12/9/2025) di Rumah Jabatan Bupati Luwu. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Luwu H. Patahudding, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak, Kepala Dinas Kominfo H. Muhammad, serta Direktur RSUD Batara Guru dr. Daud.
Bupati Luwu, H. Patahudding, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan media massa dalam mengawal program pembangunan lima tahun ke depan. Menurutnya, media memiliki peran strategis untuk memastikan program berjalan sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah.
“Kerja sama dengan insan pers menjadi kunci agar setiap program pemerintah dapat tersosialisasi dengan baik, diterima masyarakat, dan berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Paparan Program Prioritas
Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya:
Implementasi Universal Health Coverage (UHC).
Pembukaan posko pengaduan PBB di 22 kecamatan.
Rencana keringanan hingga penghapusan pajak Rp12 miliar jika kondisi APBD memungkinkan.
Tak hanya itu, Patahudding juga menyinggung proyek besar yang akan digarap di wilayah Bua, antara lain pembangunan Rumah Sakit Regional senilai Rp400 miliar, Sekolah Rakyat Rp250 miliar, serta rencana menjadikan Bua sebagai kota penyangga bandara.
“Semua ini demi meringankan beban masyarakat kecil, yang memang menjadi prioritas politik kami,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak menegaskan bahwa pers adalah mitra strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Program kami berorientasi pada rakyat kecil, mulai dari jaminan kesehatan, pendidikan, sampai pembangunan infrastruktur. Dan peran media di sini sangat vital, sebagai jembatan informasi ke masyarakat,” tuturnya dengan nada optimis.
Rekan-rekan jurnalis yang hadir memberikan apresiasi atas langkah Pemkab Luwu membuka ruang dialog. Menurut mereka, komunikasi dua arah dengan insan pers adalah bukti kedewasaan pemerintah dalam tata kelola daerah.
“Kami mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati yang tidak hanya melibatkan media dalam sosialisasi program, tetapi juga memberi ruang kritik. Media akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, karena itu bagian dari tanggung jawab kami kepada masyarakat,” ungkap salah seorang perwakilan jurnalis.
Silaturahmi antara pemerintah dan pers bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan dalam membangun daerah. Media bukan hanya corong, melainkan mitra yang mengingatkan dan mengawal jalannya pemerintahan. Dengan sinergi yang sehat, pemerintah berjalan di relnya, pers tetap kritis, dan masyarakat memperoleh manfaat berupa informasi yang jernih serta pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
***kurty***






