Menu

Mode Gelap
MUSKABLUB PBVSI Soppeng Tetapkan Syahrir SE sebagai Ketua Secara Aklamasi, Siap Bangun Era Baru Bola Voli Berprestasi 1.700 Rider Jelajahi Alam Luwu, Trail Bhayangkara Part 2 Dipadukan dengan Aksi Sosial Ratusan Rider Ramaikan One Day Trail Bhayangkara JEJAL Trabhara Part 2, Wabup Luwu Lepas Peserta Musdes Desa Cimpu Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027, Prioritaskan Infrastruktur Pertanian Pemdes Senga Selatan Gelar Musdes RKP Desa 2027 dan Rembuk Stunting, Susun Prioritas Pembangunan Respons Cepat Aduan Masyarakat, Kantah Luwu Lakukan Penanganan Sengketa Tanah di Desa Tampumia

Daerah

Luwu Tegaskan Siap Jadi Penopang Utama Ekspor Sulsel di Sulsel Export Day 2025

badge-check


					Luwu Tegaskan Siap Jadi Penopang Utama Ekspor Sulsel di Sulsel Export Day 2025 Perbesar

MAKASSAR, TEROPONGSULSELJAYA. com, -Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan komitmennya untuk menjadi salah satu penopang utama kegiatan ekspor di Sulawesi Selatan. Pernyataan itu disampaikan Kepala Bappelitbangda Luwu, Moch Arsal Arsyad, mewakili Bupati Luwu H. Patahudding, dalam kegiatan Sulsel Export Day 2025 yang digelar di Terminal Peti Kemas Makassar New Port, Selasa (11/11/2025).

Acara yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan PT Pelindo (Persero) Regional 4 tersebut menjadi wadah strategis guna memperkuat jejaring ekspor sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri.

Dengan mengusung tema “Mendorong Daerah Unggul untuk Go Global melalui Ekspor Sulawesi Selatan”, kegiatan ini dihadiri para kepala daerah se-Sulsel, pelaku usaha ekspor, dan instansi yang bergerak di bidang perdagangan serta logistik. Dalam surat undangan yang ditandatangani Sekda Sulsel Jufri Rahman, para kepala daerah diminta memaparkan potensi, capaian, dan peluang pengembangan ekspor wilayah masing-masing.

Kabupaten Luwu mendapat giliran pada sesi “Komoditi Ekspor Unggulan Wilayah Luwu Raya dan Toraja”. Dalam presentasi berjudul “Komoditi Ekspor Unggulan Kabupaten Luwu”, Moch Arsal Arsyad memaparkan kekuatan ekonomi Luwu yang ditopang sumber daya alam beragam dan berkelanjutan.

“Luwu merupakan daerah dengan kombinasi sumber daya alam yang lengkap—pertanian, perikanan, perkebunan, hingga tambang—yang semuanya memiliki peluang besar di pasar ekspor,” ujar Arsal di hadapan peserta.

Luwu memiliki luas wilayah 3.000,25 km² dengan 22 kecamatan, 207 desa, dan 20 kelurahan, serta garis pantai mencapai 139,92 km. Struktur geografis ini membuat hampir seluruh sektor produktif tumbuh signifikan.

Pertumbuhan ekonomi Luwu juga menunjukkan tren positif. Tahun 2024 tercatat 4,36 persen, dan meningkat menjadi 5,95 persen pada Triwulan II 2025. Sektor pertanian dan perikanan menjadi tulang punggung daerah dengan kontribusi 55,05 persen terhadap total PDRB. Sementara PDRB per kapita tahun 2024 berada pada angka Rp59,5 juta, dan inflasi daerah terkendali di 1,87 persen.

Arsal menegaskan bahwa Luwu memiliki sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan yang sudah menembus pasar ekspor, antara lain:

Padi: ±443.417 ton/tahun

Jagung: 28.076 ton/tahun

Kakao: 13.139 ton/tahun

Kopi Arabika Latimojong: 1.362 ton/tahun

Cengkeh: 9.525 ton/tahun

Lada: 410 ton/tahun

Khusus Kopi Arabika Latimojong, Arsal menyebutkan bahwa Luwu sedang mengupayakan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) karena karakteristiknya unik, berbuah besar, memiliki biji lebih berat, serta cita rasa premium yang diminati pasar Eropa dan Amerika.

Sementara itu, Kakao Luwu dikenal bercita rasa khas dengan kadar keasaman rendah dan aroma kuat, sehingga memiliki pasar potensial di Asia, Eropa, dan sebagian Amerika. Pemkab Luwu juga mendorong tumbuhnya industri pengolahan kakao untuk meningkatkan nilai tambah sebelum masuk pasar global.

Pada sektor perikanan dan rumput laut, Luwu menjadi salah satu daerah dengan produksi terbesar di Luwu Raya. Produksi rumput laut Gracilaria mencapai 320.000 ton, sementara Eucheuma Cattoni sekitar 300.000 ton per tahun. Selain itu, perikanan budidaya menghasilkan 652.012 ton/tahun, dan perikanan tangkap mencapai 19.000 ton/tahun.

Produktivitas sektor perikanan dan rumput laut meningkat setiap tahun. Ini bukti nyata komitmen Luwu dalam membangun ekonomi biru,” tambah Arsal.

Arsal juga memaparkan kesiapan infrastruktur strategis yang dimiliki Kabupaten Luwu. Pelabuhan Taddette di Belopa yang berstatus pelabuhan pengumpan lokal menjadi salah satu penopang arus barang. Pemkab Luwu juga menyiapkan pengembangan kawasan industri dan logistik untuk mendukung konektivitas ekspor ke Makassar New Port.

Dengan akses jalur darat Trans-Sulawesi dan fasilitas udara melalui Bandara I Lagaligo Bua, Luwu disebut siap memperkuat rantai pasok ekspor regional.

Kegiatan Sulsel Export Day 2025 disebut sebagai momentum memperkuat sinergi antar daerah. Dalam undangan resminya, Sekda Sulsel Jufri Rahman menegaskan bahwa kerja sama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Pelindo sangat krusial untuk mendorong ekspor berdaya saing global.

“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi. Kabupaten Luwu ingin menjadi bagian dari gerakan Sulawesi Selatan Go Global,” tegas Arsal mengakhiri paparannya.

Luas wilayah: 3.000,25 km²

Jumlah penduduk: 385.361 jiwa

Kecamatan: 22

Desa/Kelurahan: 227

Pertumbuhan ekonomi (2025): 5,95%

PDRB per kapita (2024): Rp59,5 juta

Kontribusi sektor pertanian–perikanan: 55,05%

Baca juga

Pemdes Senga Selatan Gelar Musdes RKP Desa 2027 dan Rembuk Stunting, Susun Prioritas Pembangunan

16 Juli 2026 - 13:43 WITA

Respons Cepat Aduan Masyarakat, Kantah Luwu Lakukan Penanganan Sengketa Tanah di Desa Tampumia

16 Juli 2026 - 08:54 WITA

Kantah Luwu Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bandara Bua, Perkuat Sinergi Demi Kepastian Hukum

16 Juli 2026 - 08:45 WITA

Staf Khusus Menteri ATR/BPN Ajak Jajaran BPN Sulsel Perkuat Integritas dan Komunikasi Strategis

10 Juli 2026 - 19:38 WITA

Gandeng 28 Kampus, Menteri Nusron Targetkan 14 Ribu Sertipikasi Tanah Wakaf di Sulsel Rampung dalam Satu Tahun

10 Juli 2026 - 19:33 WITA

Trending di Daerah