Menu ✖

Mode Gelap
Mahasiswa Semester 1 Ditemukan Meninggal Dirumahnya di Pabbaresseng Bua Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Ajak Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri, Hindari Jasa Calo Transparansi PTSL : 14 Hari Masa Pengumuman PTSL, Masyarakat Diminta Cermati Data Tanah Dari Pegunungan Latimojong ke Polda Metro Jaya, Jejak Pengabdian Irjen Adex Yudiswan Pimpin HKTI Luwu, Patahudding Dorong Pertanian dan Kesejahteraan Petani Mubesda IWO Serentak se-Sulsel Ditetapkan 13 Oktober, Wajo Jadi Tuan Rumah

Hukum

Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu: Pemuda Luwu Pilih Damai

badge-check


					Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu: Pemuda Luwu Pilih Damai Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com,-Puluhan pemuda dari Desa Baramase dan Desa Kalibamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, sepakat mengakhiri konflik dan berdamai dalam pertemuan mediasi yang digelar di Aula Serbaguna UPT SMKN 4 Luwu, Kamis (28/5/2025).

Mediasi ini digelar Polres Luwu sebagai langkah cepat menyikapi tawuran antar kelompok pemuda kedua desa. Sebanyak 20 pemuda, masing-masing 10 orang dari Baramase dan Kalibamase, menandatangani surat pernyataan damai di hadapan unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., didampingi Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., yang hadir mewakili Bupati Luwu. Hadir pula jajaran Polres Luwu, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Luwu, camat, dan kepala desa dari kedua wilayah.

Dalam sambutannya, Kapolres Adnan Pandibu mengajak para pemuda berpikir visioner dan tidak mudah terprovokasi konflik yang merugikan diri sendiri dan keluarga.

“Menang jadi arang, kalah jadi abu. Tidak ada yang diuntungkan dari sebuah pertikaian. Masa depan kalian jauh lebih penting untuk dipikirkan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat harus tumbuh dari kesadaran seluruh warga, terutama generasi muda.

“Personel masih kami siagakan di wilayah ini, namun itu tidak selamanya. Kamtibmas harus lahir dari kesadaran kita masing-masing,” ujarnya.

Secara emosional, Kapolres mengaku memiliki darah Luwu dari garis neneknya yang berasal dari Rampi’.

“Saya tidak ingin melihat tanah ini terus diwarnai pertikaian antar saudara,” ungkapnya yang disambut haru peserta.

Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu juga menyampaikan keprihatinan karena kedua desa masih memiliki hubungan kekeluargaan dan sejarah yang sama sebagai bagian dari rumpun Tombang Raya.

“Kita ini keluarga. Jangan lagi ada air mata karena pertikaian antar saudara sendiri. Semoga pertemuan hari ini menjadi yang pertama dan terakhir dalam suasana konflik,” ujarnya.

Komitmen damai ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan oleh 20 pemuda, dilanjutkan doa bersama dan sesi foto. Jabat tangan antar pemuda kedua desa menjadi simbol bahwa persaudaraan lebih mulia daripada permusuhan.

Polres Luwu dan Forkopimda berharap kesepakatan ini dijaga agar tercipta generasi muda yang kuat, bermartabat, dan menjadi pelopor keamanan serta persatuan di Kabupaten Luwu.

Hadir dalam kegiatan:
Unsur Forkopimda Luwu, Kasat Intelkam AKP Sumarre Usman, Kasat Binmas AKP Petrus Sandalle, Kasat Lantas AKP H. Alwi, Kapolsek Walenrang AKP Abdul Azis, Camat Walenrang Ikram, Danramil 1403-07 Walenrang Kapten Inf. Illang, Anggota DPRD Zeth Ida Parente dan Yan Samma, Kades Baramase Syamsul Baso, dan Kades Kalibamase Rusli Bara.(Hpl/red)

Baca juga

Mahasiswa Semester 1 Ditemukan Meninggal Dirumahnya di Pabbaresseng Bua

7 Oktober 2026 - 22:57 WITA

Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Ajak Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri, Hindari Jasa Calo

6 Oktober 2026 - 17:12 WITA

Transparansi PTSL : 14 Hari Masa Pengumuman PTSL, Masyarakat Diminta Cermati Data Tanah

6 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Kantah Luwu Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

3 Oktober 2026 - 22:46 WITA

Kantah Luwu Laksanakan Peninjauan Panitia Lapangan PTSL di Sejumlah Desa

3 Oktober 2026 - 09:20 WITA

Trending di Daerah