Menu

Mode Gelap
Semarak MTQ XXXIV Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Bupati Luwu Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Generasi Qur’ani Perkuat Integritas dan Kinerja, DPRD Luwu Ikuti Bimtek Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa Kantor Pertanahan Kabuapten Luwu Edukasi Warga Setiarejo Terkait PTSL Terintegrasi ILASPP, Perkuat Transparansi dan Kepastian Hukum Pertanahan

Pembangunan

LUMPUR MEREMBES KE PEMUKIMAN WARGA, PAK DESA USSU KECAMATAN MALILI, LUWU TIMUR MEMYOROTI PIHAK PT.PUL

badge-check


					LUMPUR MEREMBES KE PEMUKIMAN WARGA, PAK DESA USSU KECAMATAN MALILI, LUWU TIMUR MEMYOROTI PIHAK PT.PUL Perbesar

Teropong Sulsel Jaya, Luwu Timur – Warga Dusun Salociu, Desa Ussu, Kecamatan Malili menyoroti perusahaan tambang (PT.PUL) Prima Utama Lestari, mengenai dampak pertambangan yang meresahkan warga sekitar.

Pak Desa Ussu, Rahmat yang dihubungi tim media Teropong Sulsel Jaya, melalui Via WhatsApp, mengatakan sangat menyayangkan kegiatan PT.PUL yang belum maksimal,9/1/2020.

“Terkait dengan rembesan lumpur 6/1/2020 yang masuk ke pemukiman warga Desa Salociu, kami sangat menyayangkan kegiatan PT. PUL yang belum maksimal dalam memikirka dan melaksanakan Amdal yang baik, sesuai prosedur penambangan.”

Lanjutnya “Makanya pada saat kejadian kami langsung menghubungi KTT PT.PUL Pak Ilham untuk segera turun langsung ke lapangan dan menaggapi kejadi tersebut.”

“Saya juga meminta kepada KTT agar semua tenaga kerja PT.PUL agar melakukan pembersihan dilokasi.”pungkasnya

“Dan juga saya meminta kepala Dusun Salociu Pak Utsir dan BPD Pak Rusli, agar kita semua tetap mengawasi penambagan yang ada di atas pemukiman warga.”ucapnya

“Warga Desa Salociu berharap agar PT.PUL tidak lagi melakukan penambangan diatas pemukiman warga, jika proses penambangan masih tidak standar dan tidak memikirkan dampak yang akan terjadi terutama bagi warga yang bermukim di bawah PT.PUL.” tegasnya

“Kami sangat takut akan kembali terjadi longsor besar yang menutup jalan trans Sulawesi seperti pada tahun 2017 lalu, yang diakibatkan oleh pembukaan lahan perkebunan merica oleh warga.”tutup rahmat

Menurut salah satu pekerja PT. PUL (Prima Utama Lestari) yang berposisi sebagai safety officer atas Nama A. Fiqi M. Firdaus S.IP, yang kami konfirmasi melalui telepon mengatakan.

“Pihak PT. PUL sangat terbuka kepada masyarakat dan pemerintah terkait permasalahan yang ditujukan kepada PT. PUL. Ini di buktikan dengan dipersilahkannya masyarakat dan pemerintah desa untuk meninjau langsung sedimen pon yang di inisiasi langsung oleh pihak perusahaan.”

“Sejauh ini tidak ada aktivitas pertambangan, pihak perusahaan berfokus untuk mendesain sebaik-baiknya sedimen pon sehingga hal yang di khawatirkan masyarakat pada saat musim hujan tidak terjadi. Tutupnya (aks)

Reporter: abd kadir s
Teropong Sulseljaya
Portal Kawan Muda

Baca juga

Warga Pertanyakan Dana Rp18 Miliar Ganti Rugi Lahan Runway Bandara Lagaligo Bua.

25 Desember 2025 - 15:46 WITA

Silaturahmi Bersama Pengurus PKK Sulsel, Sofha Marwah Prioritaskan Penurunan Angka Stunting

8 September 2023 - 20:35 WITA

Rp20 Miliar Anggaran Lanjutkan Pembangunan Jalan Ruas Tanabau – Ngapaloka – Patumbukkang, Gubernur: Buka Akses Wilayah Terisolir

24 Juli 2023 - 21:12 WITA

Pemprov Sulsel Pastikan Jalan Poros Sidrap-Soppeng Segera Dikerjakan

24 Juli 2023 - 20:08 WITA

Pemprov Sulsel Tuan Rumah Bimtek Nasional Kemkominfo RI

21 Juli 2023 - 19:01 WITA

Trending di Pembangunan