Menu ✖

Mode Gelap
Kantah Luwu Terima Audiensi Dewan Pastoral Paroki Santo Petrus Padang Sappa, Bahas Kepastian Hukum Aset Gereja Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Mengikuti Monitoring, Evaluasi, dan Pembinaan Kinerja Tahun 2026 Tingkatkan Kualitas Informasi Publik, Kantah Luwu Ikuti Pengembangan Website ATR/BPN Bukan Sekadar Seragam, Pemkab Luwu Dorong Sekolah Sehat dan Budaya Literasi di Noling Resmi Jadi Dirut, Begini Sepak Terjang Suroso Isnandar di PLN Dari Wajo untuk Sulsel: IWO Perkuat Kebersamaan, Jaga Integritas Pers, dan Suarakan Aspirasi Masyarakat

Pendidikan

AMPEL FKM UMI dan IKA FKM UMI MENYAYANGKAN HASIL KEPUTUSAN REKTOR

badge-check


					AMPEL FKM UMI dan IKA FKM UMI MENYAYANGKAN HASIL KEPUTUSAN REKTOR Perbesar

TEROPONGSULSELJAYA.com,MAKASSAR – Pelantikan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unversitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Suharni A.Fahcrin Spd, Mkes  yang dilakukan Rektor. Tuai protes dari kalangan dosen dan alumni.

Pasalnya Dekan yang dilantik adalah Dekan yang meraih suara lebih kecil dibandingkan dengan peraih suara mayoritas di Fakultas.

Aliansi mantan pengurus lembaga (AMPEL) FKM UMI juga menolak,alasanya beliau tak cakap untuk memimpin fakultas yang berjuluk Public Health di kampus hijau tersebut.
Hal ini sangat disayangkan pasalnya pemilihan yang telah dilakukan secara demokrasi tapi dicederai oleh pihak rektorat.ungkap Awaluddin salah satu mantan pengurus lembaga di FKM UMI.

Ditempat terpisah Ketua IKA FKM UMI, Rahmatullah menyatakan protes kepada pihak Rektor UMI karena dinilai melakukan tindakan yang mencederai proses demokrasi di tataran FKM UMI.

“Kami protes karna menciderai demorkasi di tataran FKM UMI,” kata Rahmatullah, Rabu (4/01/2020).

Menurut Rahmat, suara mayoritas saat pemilihan calon Dekan FKM di abaikan oleh pihak Rektor dan menetapkan calon Dekan dengan suara paling rendah sementara indikator penilaiannya tidak proporsional dan tidak memiliki landasan ilmiah.

Dia menilai apa yang dilakukan oleh Rektor UMI hari ini akan berdampak buruk bagi kelangsungan proses belajar mengajar di fakultas kedepan.

“Saya khawatir, apa yang terjadi pada kami dulu semasa kuliah terulang kembali, dosen dengan dosen saling adu jotos, iklim/suasana proses belajar mengajar yang tidak kondusif, hubungan antar dosen tidak harmonis lagi, dan sebagainya” Ungkapnya.

Rahmat menilai hasil pemilihan di tingkatan Fakultas harusnya sudah menjadi catatan penting bagi pihak Rektor bahwa suara mayoritas Dosen harusnya lebih di utamakan dibanding dengan yang memiliki suara lebih kecil demi menjaga harmonisasi di tingkatan Fakultas.

“Ini akan menjadi catatan penting untuk Rektor UMI, bahwa yang beliau lantik sebagai Dekan adalah orang yang tidak bisa mewakili harapan dan keinginan mayoritas Dosen di lingkup FKM UMI” Ungkapnya

Rahmat menambahkan akan segera melayangkan surat protes kepada Ketua Pembina Yayasan UMI dan Ketua Yayasan UMI beserta Ketua Pengurus Pusat IKA UMI atas kondisi terkait pemilihan Dekan FKM UMI.

“Kami akan segera melayangkan surat protes kepada Ketua Pembina Yayasan dan Ketua Yayasan UMI, serta kepada Ketua Pengurus Pusat IKA UMI atas kejadian ini, sebagai Alumni kita wajib melihat UMI kedepan lebih baik” Tutupnya.

Laporan : Andi Arifandi

Baca juga

Bukan Sekadar Seragam, Pemkab Luwu Dorong Sekolah Sehat dan Budaya Literasi di Noling

15 Oktober 2026 - 23:07 WITA

Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan

5 September 2026 - 09:09 WITA

BNSP Laksanakan Full Assessment Relisensi LSP Teknologi Informatika Sulbar di Polewali Mandar

23 Agustus 2026 - 07:51 WITA

Ainun Anugrah Harun Raih Juara I Nyanyi Solo Kecamatan Belopa, Bawa Nama SMA Negeri 1 Luwu

10 Agustus 2026 - 09:00 WITA

10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz

12 Juli 2026 - 23:19 WITA

Trending di Pendidikan