TEROPONGSULSELjaya.COM,-MAKASSAR,- Dihari terakhir pada session I International Conference ICEE 2020 ini memfokuskan bagaimana metode penulisan ilmiah dan publikasi terindeks, Sabtu (06/06/2020)
Hal ini sengaja diambil pada hari terakhir oleh panitia pelaksana supaya para peserta yang nota bene adalah kaum intelektual yang berkecimpung dalam dunia akademik. Baik itu yang berlatar belakang Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Indonesia sendiri saat ini memiliki sumber daya manusia berprofesi sebagai Dosen jumlahnya sebanyak 279.844 orang dan jumlah mahasiswa yang aktif berkisar sekitar 7.5 juta orang
Dengan jumlah tersebut merupakan potensi kekuatan yang begitu besar dalam mengangkat jumlah publikasi yang terindeks di Indonesia dan mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan asia tenggara. Sebagaimana kita bersama bahwa jumlah publikasi jurnal di beberapa negara dengan potensi SDA yang lebih dibawah dari Indonesia tapi tingkat pruduktifvitas penelitian kemudian publikasi jurnal terindeks menjadi outcomenya.

Dengan dasar tersebut inilah menjadikan dasar pemikiran dari panitia untuk mengadakan International Conference ICEE 2020 dilaksanakan dari tahun lalu. Dihari ketiga ini pada Session I, STIE AMKOP dan SEAAM mengundang Narasumber dari Malaysia yang juga merupakan editor jurnal berindeks Scopus, yakni Mohd Shamsuri Md Saad, Ph.D dari University Teknikal Malaysia Malaka (Editor International Journal of Human and Technology Interaction) dan Siti Suriani Othman dari University Sains Islam Malaysia (Editor Humanities dan Social Science Review). Demikian diungkapkan oleh Abdul Karim selaku Organizing Committee International Conference ICEE 2020.
Saat ini animo dari Dosen untuk melakukan riset/penelitian secara mandiri masih sangat kurang dilakukan para Dosen yang bernaung di perguruan tinggi karena saat ini jumlah publikasi dari Indonesia. Hampir secara keseluruhan Dosen di Indonesia selalu mengharapkan anggaran dari pemerintah. Kondisi Pandemic Covid-19 seperti saat ini, ruang untuk meningkatkan produktivitas riset/penelitian mestinya harus ditingkatkan agar dapat keluar problem yang kita alami sekarang ini. Demikian disampaikan oleh Ajd Prof. Ismail S. Wekke selaku Scientific Committee South East Asia Academic Mobility SEAAM. (aks)
Reporter: Kadimorfati
TeripongSulselJaya







