LUWU,TEROPONGSULSELJAYA.com,
– Pria kelahiran Merang, Desa Perapen,Kec Praya,Kab Lombok Tengah,Nusa Tenggara Barat 11 Desember 1968 tersebut, sama dengan imam masjid lainnya yang sehari- hari datang ke masjid menjalankan tugas sebagai Imam di Masjid Al Falah,Desa Tanarigella,Kec Bua,Kab Luwu,Sulsel.


Namun jika imam begitu lepas tugas, lalu istrahat maka berbeda dengan Imam Masjid Al Falah Ustadz H. Muttar, S.PdI, . Setiap selesai sholat subuh hingga malam, waktunya dihabiskan di tempat tinggal rumah imam yang telah di sediakan oleh pengurus Masjid Al Falah, Desa Tanarigella. “Saya kalau selesai sholat subuh langsung ngajar ngaji,”ungkapnya kepada teropongsulseljaya.com, Rabu (11/11).


Pria yang akrab dipanggil Aby ini memang sehari-hari mengajar mengaji puluhan anak-anak di tempat tinggalnya. Ia terkadang belum sempat berganti pakaian karena di TPQ tempatnya mengajar sudah ditunggu oleh murid- muridnya. “Belakangan ini semakin ramai orang tua yang antar anaknya ke rumah,”ujarnya.
Bersama-sama istri dan anaknya, Aby mendirikan JAMIYATUL QUROK WAL HUFFAS AL-FALAH 1 tahun lalu. Jumlah murid terus bertambah. Sekarang saja jumlahnya sekitar 50 orang, baik dari kalangan anak- anak hingga orang dewasa. Kendati ia tidak digaji, namun ia merasa bangga karena bisa memberikan kontribusi bagi masyarakatnya. “Karena kita sebagai Imam tugas kita membantu warga, jadi dengan mengajar ngaji kita bisa lebih dekat dengan mereka,”ujarnya.
Dia mendirikan TPQ ini karena merasa terpanggil. Dia melihat banyaknya generasi muda yang sudah tidak rindu lagi dengan Alquran. Anak-anak lebih senang menghabiskan waktunya bermain atau menonton televisi. “Padahal dalam agama sudah jelas kita dianjurkan untuk tetap gemar membaca Alquran, Namun disatu sisi saat ini banyak anak muda kita yang lebih senang terkait duniawi saja, maka kalau kita tidak melakukan perubahan maka siapa lagi yang akan melakukannya,”ujar pria yang 18 tahun menimba ilmu di pondok pesantren (ponpes) ini.
Dirinya tidak hanya mengajarkan membaca Alquran tapi juga mengajarkan ilmu tajwid dan ilmu agama lainnya.”Dan yang terpenting bahwa salah satu tujuan saya mengajar adalah supaya bapak saya TGH ABDILLAH IBRAHIM pendiri PONPES DARUL MUHIBBIN NW yang telah meninggal agar selalu mendapat rahmat di dalam kuburnya, sebab dari kecil saya selalu diajarkan membaca Alquran,”ungkapnya.
Baca juga :
http://www.darulmuhibbin-nw.com/2013/06/tgh-abdillah-ibrahim.html?m=1
Selain menjadi seorang guru ngaji, Aby juga aktif di giat dakwah dan pengajian bersama santri satrinya yang lain. Kegiatannya ini tidak membuatnya pekerjaannya terganggu.
Bahkan ia mengaku sangat nyaman dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menambah murid- muridnya. “Alhamdulilah saya merasa tenang dan tidak merasa diganggu aktivitas saya dalam mengurus masjid. Bahkan dengan kegiatan yang saya laksanakan membuat saya semakin banyak pembelajaran. Karena selain saya menerapkan ilmu saya namun saya juga sambil belajar dan besar harapan saya sekiranya ada hamba Allah yang bisa membantu menyediakan tempat pengajian yang lebih baik dari yang saat ini kami tempati karena jumlah santri semakin bertambah”tutupnya.(*)







