Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu Dinkes Luwu Bergerak Cepat, dr. Rosnawary Ungkap Langkah Nyata Menuju Wistara Paripurna 2027 Dari Akar Desa ke Panggung Nasional, Luwu Mantapkan Langkah Menuju Sehat Paripurna Bupati Patahudding Gaungkan Luwu Sehat 2027, Targetkan Swasti Saba Wistara Paripurna

Kesehatan

P2P Dinkes Prov Kaltim Menggelar Kegiatan Sosialisasi Tatalaksana dan Diagnosa DBD

badge-check


					P2P Dinkes Prov Kaltim Menggelar Kegiatan Sosialisasi Tatalaksana dan Diagnosa DBD Perbesar

SAMARINDA, -TEROPONGSULSELJAYA.Com- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Hj Padilah Mante Runa menghadiri sekaligus membuka acara Pertemuan Sosialisasi Tatalaksana dan Diagnosa DBD di Aston Hotel Samarinda, Kamis (18/3/2021)

Kegiatan Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kasubdit Arbovirosis Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI dr. Tiffany Tiara Pakasi, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Prov. Kaltim Setyo Budi Basuki, dan Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Ronny Setiawati.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 17 s/d 20 Maret 2021 dan diikuti oleh peserta dari Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.

“Keberhasilan pencegahan penyakit demam berdarah sangat di tentukan oleh partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 1 rumah 1 Jumantik (G1R1J), tiap-tiap keluarga harus memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab menjaga lingkungan tempat tinggalnya masing masing serta anggota keluarganya dari sumber-sumber penularan penyakit DBD” kata Kadis Kesehatan Kaltim Hj Padilah Mante Runa dalam sambutannya.

Pada tahun 2018 jumlah kasus demam berdarah mencapai 4.100 dengan IR 112.4 dan angka kematian 30 Orang, CFR 0,73%. Data tahun 2019 menunjukkan bahwa kejadian DBD di Kalimantan Timur sebesar 176.6/100.000 penduduk, jauh diatas Indicator Program Yaitu 49/100.000 Penduduk. Seluruh Kab/Kota di Kalimantan Timur memiliki IR lebih tinggi dari Indicator Program. Namun begitu, angka CFR di Kalimantan Timur 0.65% dan hanya Kab. Kutai Barat yang memiliki CFR diatas 1% pada tahun 2019.

“Kesehatan memang bukan segalanya, tapi tanpa masyarakat yang sehat, tanpa derajad kesehatan yang tinggi, semua yang kita capai dan miliki tidak akan banyak berarti. Meskipun harta benda kita melimpah, akan tetapi tanpa didukung dengan tubuh dan jiwa yang sehat semuanya tidak bisa kita nikmati” ujar Kadinkes Kaltim Hj Padilah Mante Runa dalam akhir sambutannya.

 

Sumber : Humas Dinkes Prov Kaltim

Laporan : Andi Hebri

Baca juga

Tinjau Layanan Kesehatan, Bupati Luwu Evaluasi Langsung Kondisi Puskesmas Noling

14 Februari 2026 - 12:05 WITA

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

Botol Infus Berserakan di Pasar Bua, Dinas Kesehatan Pastikan Bukan Milik Faskes di Bua

7 September 2025 - 18:39 WITA

“Warga Geram: Pasar Bua Jadi Tempat Buang Produk Kedaluwarsa, Sampah Siap Digelontor ke Pemda”

7 September 2025 - 10:47 WITA

Bupati Luwu Pastikan Layanan Kesehatan Gratis UHC Prioritas di RSUD Batara Guru Berjalan Lancar

2 September 2025 - 23:06 WITA

Trending di Kesehatan