KAB LUWU ,TEROPONGSULSELJAYA.com,– Kepala Puskesmas Bua, Muhammad Ali Aksan, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut Puskesmas Bua tidak menyediakan obat demam bagi pasien.
Muhammad Ali Aksan menegaskan bahwa obat demam di Puskesmas Bua selalu tersedia. Setiap akhir bulan, pengelola obat mengajukan permintaan ke Instalasi Farmasi Kabupaten pada Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, kemudian obat didistribusikan ke Puskesmas pada awal bulan berikutnya.
Terkait pasien berinisial S yang dirawat pada 30 Juli 2026, pihak Puskesmas menjelaskan bahwa pasien awalnya disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit di Kota Palopo. Namun, orang tua pasien menolak rujukan karena pertimbangan jarak dan memilih agar pasien dirawat di Puskesmas Bua.

Petugas kemudian menjelaskan bahwa obat demam yang tersedia saat itu antara lain Paracetamol tablet dan Ibuprofen. Karena pasien mengalami mual dan muntah, petugas juga menyampaikan adanya Paracetamol Drips yang diberikan melalui infus. Obat tersebut tidak tersedia di Puskesmas Bua saat itu sehingga keluarga pasien secara mandiri membelinya di luar.
Pihak Puskesmas juga menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan resep untuk ditebus di luar. Nama obat yang ditulis petugas hanya berupa catatan di kertas biasa tanpa kop dan tanda tangan dokter. Puskesmas juga menyatakan tidak memiliki hubungan dengan apotek tempat keluarga pasien membeli obat tersebut.
Mengenai biaya pembelian obat, Kepala Puskesmas Bua menyampaikan bahwa uang pasien telah diganti oleh pihak Puskesmas saat pasien masih menjalani perawatan. Pasien kemudian diperbolehkan pulang dalam kondisi sehat pada 4 Agustus 2026.
“Sejak saya menjadi Kepala Puskesmas Bua pada 10 April 2026, saya tidak pernah mengarahkan petugas untuk menyuruh pasien membeli obat di luar. Kami selalu mengarahkan petugas bekerja sesuai aturan dan SOP serta mengutamakan pelayanan kepada pasien, khususnya pasien gawat darurat,” ujar Muhammad Ali Aksan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan.
“Saya mewakili seluruh jajaran Puskesmas Bua meminta maaf apabila ada kekurangan atau tindakan petugas yang dianggap keliru. Kami akan terus melakukan evaluasi demi meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Kecamatan Bua.”
Puskesmas Bua juga mengimbau masyarakat yang memiliki kritik maupun saran agar menyampaikannya melalui survei kepuasan pasien atau melakukan klarifikasi langsung kepada pihak Puskesmas, sehingga setiap masukan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.(red)







