Menu ✖

Mode Gelap
Sengketa Tanah hingga Pengeroyokan di Lutra, Arlan Selamat dari Maut, Yusril Meregang Nyawa LSM LIRA Wajo Ucapkan Selamat Atas Mubes dan HUT IWO ke-14 di Kabupaten Wajo 127 Pejabat Pemkab Luwu Dikukuhkan, Patahudding Jelaskan Tujuan Penataan Organisasi Bupati Luwu Buka Peluang Usulan Bantuan Pertanian dan Perikanan saat Temui Warga Bua Bupati Luwu Beri Peringatan Tegas kepada 33 Pejabat yang Baru Dilantik Mahasiswa Semester 1 Ditemukan Meninggal Dirumahnya di Pabbaresseng Bua

Kesehatan

Botol Infus Berserakan di Pasar Bua, Dinas Kesehatan Pastikan Bukan Milik Faskes di Bua

badge-check


					Botol Infus Berserakan di Pasar Bua, Dinas Kesehatan Pastikan Bukan Milik Faskes di Bua Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Menanggapi temuan limbah medis berupa botol infus yang berserakan di Pasar Tradisional Bua, Minggu (7/9/2025), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, M.Kes., memberikan klarifikasi resmi.

Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran langsung bersama tim kesehatan masyarakat dan Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, sampah medis yang ditemukan di pasar dipastikan bukan berasal dari Puskesmas Bua maupun klinik pratama di wilayah tersebut.

Hasil pengecekan lapangan memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah medis di Puskesmas Bua berjalan sesuai SOP. Limbah dipilah, disimpan di ruang khusus yang terkunci, dan hanya dapat diakses oleh petugas kesehatan lingkungan sebelum diangkut pihak ketiga berizin.

Terkait temuan botol infus di pasar, dr. Rosnawary menegaskan adanya perbedaan signifikan. Beberapa botol dalam kondisi sudah terpotong dua, ada yang bertuliskan nama pasien, bahkan ditemukan botol infus bertuliskan obat golongan antinyeri narkotika. Obat jenis ini hanya tersedia di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, bukan di puskesmas maupun klinik pratama.

“Setelah kami lakukan penelusuran, dapat kami pastikan bahwa limbah medis tersebut tidak berasal dari Puskesmas Bua maupun klinik pratama yang ada di Kecamatan Bua,” tegas dr. Rosnawary.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Luwu akan memperkuat sosialisasi dan pembinaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama agar pengelolaan limbah medis tetap sesuai standar.

Selain itu, dr. Rosnawary juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya limbah medis.
“Kami berharap masyarakat tidak segan melapor apabila menemukan limbah medis berserakan di ruang publik. Partisipasi masyarakat sangat penting agar penanganan dapat segera dilakukan dan lingkungan tetap aman,” ujarnya.

Pesan moral yang ingin ditegaskan, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Limbah medis yang dibiarkan sembarangan bukan hanya mencederai keindahan, tetapi juga mengancam kesehatan. Dengan saling peduli dan menjaga, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, melainkan juga generasi mendatang.
***kurty***

Baca juga

Kepala Puskesmas Bua Klarifikasi: Obat Demam Selalu Tersedia

21 Agustus 2026 - 13:20 WITA

Wagub Sulsel Minta Peran Keluarga Diperkuat untuk Percepat Penurunan Stunting di Luwu

4 Juli 2026 - 23:34 WITA

Harapan Baru dari Batara Guru: Cathlab Hadir, Layanan Jantung Kini Lebih Dekat untuk Warga Luwu”

23 April 2026 - 17:12 WITA

Tinjau Layanan Kesehatan, Bupati Luwu Evaluasi Langsung Kondisi Puskesmas Noling

14 Februari 2026 - 12:05 WITA

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

Trending di Kesehatan