Menu

Mode Gelap
Personel Bag SDM dan Sat Samapta Polres Luwu Bagikan Brosur Penerimaan Polri 2026 Ramadan Penuh Berkah, Keluarga Besar Polres Luwu Berbagi Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama Wabup Luwu Buka Amaliyah Ramadhan PMR ke-XI, Tanamkan Semangat Kemanusiaan bagi Generasi Muda Wabup Luwu Dhevy Bijak Pawindu Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Belopa Bupati Luwu Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Dorong Hilirisasi dan Pengembangan Hortikultura Buktikan Komitmen dalam Memperbaiki Layanan, Satker Kementerian ATR/BPN Meraih 1 Predikat WBBM dan 31 Predikat WTAB

Kesehatan

Botol Infus Berserakan di Pasar Bua, Dinas Kesehatan Pastikan Bukan Milik Faskes di Bua

badge-check


					Botol Infus Berserakan di Pasar Bua, Dinas Kesehatan Pastikan Bukan Milik Faskes di Bua Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Menanggapi temuan limbah medis berupa botol infus yang berserakan di Pasar Tradisional Bua, Minggu (7/9/2025), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, M.Kes., memberikan klarifikasi resmi.

Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran langsung bersama tim kesehatan masyarakat dan Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, sampah medis yang ditemukan di pasar dipastikan bukan berasal dari Puskesmas Bua maupun klinik pratama di wilayah tersebut.

Hasil pengecekan lapangan memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah medis di Puskesmas Bua berjalan sesuai SOP. Limbah dipilah, disimpan di ruang khusus yang terkunci, dan hanya dapat diakses oleh petugas kesehatan lingkungan sebelum diangkut pihak ketiga berizin.

Terkait temuan botol infus di pasar, dr. Rosnawary menegaskan adanya perbedaan signifikan. Beberapa botol dalam kondisi sudah terpotong dua, ada yang bertuliskan nama pasien, bahkan ditemukan botol infus bertuliskan obat golongan antinyeri narkotika. Obat jenis ini hanya tersedia di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, bukan di puskesmas maupun klinik pratama.

“Setelah kami lakukan penelusuran, dapat kami pastikan bahwa limbah medis tersebut tidak berasal dari Puskesmas Bua maupun klinik pratama yang ada di Kecamatan Bua,” tegas dr. Rosnawary.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Luwu akan memperkuat sosialisasi dan pembinaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama agar pengelolaan limbah medis tetap sesuai standar.

Selain itu, dr. Rosnawary juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya limbah medis.
“Kami berharap masyarakat tidak segan melapor apabila menemukan limbah medis berserakan di ruang publik. Partisipasi masyarakat sangat penting agar penanganan dapat segera dilakukan dan lingkungan tetap aman,” ujarnya.

Pesan moral yang ingin ditegaskan, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Limbah medis yang dibiarkan sembarangan bukan hanya mencederai keindahan, tetapi juga mengancam kesehatan. Dengan saling peduli dan menjaga, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, melainkan juga generasi mendatang.
***kurty***

Baca juga

Tinjau Layanan Kesehatan, Bupati Luwu Evaluasi Langsung Kondisi Puskesmas Noling

14 Februari 2026 - 12:05 WITA

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

“Warga Geram: Pasar Bua Jadi Tempat Buang Produk Kedaluwarsa, Sampah Siap Digelontor ke Pemda”

7 September 2025 - 10:47 WITA

Bupati Luwu Pastikan Layanan Kesehatan Gratis UHC Prioritas di RSUD Batara Guru Berjalan Lancar

2 September 2025 - 23:06 WITA

Direktur RSUD Batara Guru Sambut Bupati Luwu Tinjau Layanan UHC Prioritas

2 September 2025 - 21:28 WITA

Trending di Kesehatan