Menu

Mode Gelap
MUSKABLUB PBVSI Soppeng Tetapkan Syahrir SE sebagai Ketua Secara Aklamasi, Siap Bangun Era Baru Bola Voli Berprestasi 1.700 Rider Jelajahi Alam Luwu, Trail Bhayangkara Part 2 Dipadukan dengan Aksi Sosial Ratusan Rider Ramaikan One Day Trail Bhayangkara JEJAL Trabhara Part 2, Wabup Luwu Lepas Peserta Musdes Desa Cimpu Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027, Prioritaskan Infrastruktur Pertanian Pemdes Senga Selatan Gelar Musdes RKP Desa 2027 dan Rembuk Stunting, Susun Prioritas Pembangunan Respons Cepat Aduan Masyarakat, Kantah Luwu Lakukan Penanganan Sengketa Tanah di Desa Tampumia

Pendidikan

Kepala SD Negeri 191 Penrie, Kecamatan Liliriaja, Agus Parawansa, S.Pd.Gr Rakit Bell Listrik dari Bahan Bekas

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Soppeng, Teropongsulseljaya.com- Kepala SD Negeri 191 Penrie, Kecamatan Liliriaja, Agus Parawansa, S.Pd.Gr, memberikan materi pelajaran tentang perubahan energi pada pada pelajaran IPAS dengan metode ini siswa aktif dalam proses pembelajaran yang menarik minat dan memotivasi siswa. Kamis, (16/1/25).

Materi yang disampaikan bertujuan untuk mengenalkan siswa pada konsep perubahan energi kimia menjadi listrik, serta energi listrik menjadi energi bunyi.

Dalam kegiatan pembelajaran, siswa diajarkan bagaimana energi kimia dalam baterai dapat diubah menjadi energi listrik yang kemudian dapat menghasilkan energi bunyi, seperti yang terjadi pada bel listrik. Untuk mendukung pemahaman siswa, Jelas Agus Parawansa

Dirinya juga mengajak siswa untuk mendemonstrasikan perubahan energi menggunakan media bel listrik sederhana yang terbuat dari bahan bekas.

“Saya ingin siswa memahami konsep perubahan energi dengan cara yang sederhana dan aplikatif. Dengan menggunakan media dari bahan bekas, mereka tidak hanya belajar sains, tetapi juga belajar tentang kreativitas dan pemanfaatan barang yang ada di sekitar,” ujar Agus Parawansa.

Siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran ini, mereka diajak untuk membuat bel listrik sederhana menggunakan bahan seperti kaleng bekas, kabel, dan baterai. Setelah bel selesai dirakit, siswa dapat melihat langsung bagaimana energi kimia dalam baterai berubah menjadi energi listrik yang mengalir melalui kabel, menghasilkan bunyi pada bel.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini, Agus Parawansa berharap siswa tidak hanya memahami teori perubahan energi, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Ilmu sains akan lebih bermakna jika siswa dapat mengaitkannya dengan pengalaman langsung,” tutupnya.

Baca juga

10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz

12 Juli 2026 - 23:19 WITA

Bupati Luwu Terima 55 Mahasiswa KKN Unhas, Tekankan Program Pengabdian Tepat Sasaran

4 Juli 2026 - 00:07 WITA

Buka PORSENI SD 2026, Bupati Luwu: Sekolah Ramah Anak Tumbuh dari Budaya Ekstrakurikuler

15 Juni 2026 - 16:53 WITA

978 Santri Ikuti Khotmul Qur’an Metode Ummi di Luwu, Pemkab: Bangun Generasi Berakhlak Qurani

7 Juni 2026 - 22:22 WITA

Wabup Luwu Resmikan Gedung Pendidikan Hidayatullah Bosso, Wisuda Tahfidz Jadi Momentum Lahirnya Generasi Qur’ani

9 Maret 2026 - 09:43 WITA

Trending di Pendidikan