Menu ✖

Mode Gelap
Dari Luwu Raya ke Jakarta, Aspirasi Pemekaran Dibawa ke Forum Nasional Kantah Luwu Sosialisasikan Perintis 10 Hari untuk Percepat Proses Peralihan Hak Kejari Luwu dan Kantah Luwu Gelar Exit Meeting Pendampingan Hukum Pengadaan Tanah Runway Bandara Bua BLT DD Disalurkan, Desa Cimpu Bahas Perubahan APBDes 2026 dan Tetapkan Arah Pembangunan 2027 Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah Kantah Luwu Apresiasi Pegawai Berprestasi, Dorong Budaya Kerja dan Pelayanan Berkualitas

Politik

Dari Luwu Raya ke Jakarta, Aspirasi Pemekaran Dibawa ke Forum Nasional

badge-check


					Dari Luwu Raya ke Jakarta, Aspirasi Pemekaran Dibawa ke Forum Nasional Perbesar

JAKARTA, TEROPONGSULSELJAYA.com , -Aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali dibawa ke panggung nasional. Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Luwu Raya hadir dalam Rapimnas dan Konsolidasi Nasional Forum Koordinasi Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkonas PP DOB) di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Senin (29/9/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah elemen pengusul daerah otonomi baru dari berbagai wilayah Indonesia untuk bertukar informasi dan membangun koordinasi terkait perkembangan penataan daerah.
BPP DOB Luwu Raya mengirim delegasi yang terdiri dari Wais Alqarni, Fikram Kasim dan Muhammad Nandi, bersama unsur pengurus BPP DOB Sulawesi Selatan.

Ketua Delegasi BPP DOB Luwu Raya, Wais Alqarni, mengatakan kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi Luwu Raya sekaligus memperluas komunikasi dengan jaringan pengusul DOB di tingkat nasional.

“Kami hadir membawa aspirasi masyarakat Luwu Raya ke forum nasional. Perjuangan ini akan terus kami kawal melalui mekanisme konstitusional, berbasis kajian dan data, serta membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Wais.

Menurut Wais, konsolidasi di tingkat nasional penting untuk mengetahui perkembangan kebijakan pemerintah sekaligus memastikan berbagai persiapan pembentukan daerah dilakukan secara terukur.

Dalam forum tersebut, para peserta turut membahas perkembangan kebijakan penataan daerah, termasuk agenda terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah serta Desain Besar Penataan Daerah (Desartada) 2026.

Bagi BPP DOB Luwu Raya, perkembangan kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah dan mempersiapkan berbagai kebutuhan pembentukan daerah.
Sekretaris BPP DOB Luwu Raya, Udhi Hamun, mengatakan pertemuan nasional menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antarwilayah yang sama-sama mengusulkan pembentukan daerah otonomi baru.

“Konsolidasi seperti ini penting untuk menyamakan persepsi, bertukar informasi dan memastikan aspirasi daerah tetap tersampaikan dalam pembahasan kebijakan penataan daerah di tingkat nasional,” katanya.

Di tingkat internal, BPP DOB Luwu Raya juga terus mempersiapkan sejumlah aspek yang berkaitan dengan pembentukan provinsi baru. Persiapan tersebut mencakup kajian akademik, legalitas, administrasi pemerintahan, potensi ekonomi dan fiskal, kesiapan wilayah, serta dukungan berbagai pihak.

Setelah agenda di Jakarta, konsolidasi BPP DOB Luwu Raya akan dilanjutkan di daerah maupun tingkat nasional. Delegasi juga memperluas komunikasi dengan sejumlah pengusul DOB dari wilayah lain untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan proses penataan daerah.

BPP DOB Luwu Raya menyatakan seluruh tahapan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya akan ditempuh melalui mekanisme konstitusional dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(**)

Baca juga

Keran Khus Untuk Mantan Politikus: Kenapa Harus Dia Yang Pimpin PAM-TM Palopo

29 Juni 2026 - 21:04 WITA

Legislator Diberhentikan SK Gubernur Ikut Sidang Paripurna APBD Palopo

24 Juni 2026 - 10:42 WITA

Putri Dakka Bantah Isu Hengkang dari NasDem: “Saya Tetap Kader NasDem Hingga Hari Ini”

2 Oktober 2025 - 19:40 WITA

PKS Luwu Ganti Komando: Energi Muda Naik, Tantangan Lama Menunggu

14 Agustus 2025 - 21:57 WITA

PKS Luwu Timur Aksi Jum’at Berbagi kepada Santri di Hardiknas

2 Mei 2025 - 17:18 WITA

Trending di Politik