Menu ✖

Mode Gelap
SABUNG AYAM DI BELOPA DIDUGA BERLANGSUNG TIGA HARI, TARUHAN PULUHAN JUTA DAN JUDI DADU JADI SOROTAN Ketua IWO Luwu Raya Miris Lihat Kondisi DLH dan Damkar, Armada Terbatas hingga Petugas Kerap Dimaki Penguatan Tata Kelola Tiga Lembaga Jadi Agenda Rakor Nasional, Ketua Dekranasda Luwu Hadir di Bali Sekda Luwu: Santri Harus Melek Teknologi Tanpa Tinggalkan Akhlak Kantah Luwu Terima Kunjungan Tim Penyusun RDTR Kecamatan Bua, Perkuat Koordinasi Penataan Ruang Kantah Luwu Bahas Pengusulan Tanah Ulayat bersama Lembaga Adat To’ Bua

Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Luwu 2025 Tertinggi dalam Tujuh Tahun Terakhir

badge-check


					Pertumbuhan Ekonomi Luwu 2025 Tertinggi dalam Tujuh Tahun Terakhir Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, -Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu tahun 2025 mencapai 7,43 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sekaligus menandai momentum pemulihan ekonomi daerah.

Secara regional, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Luwu menempati peringkat kedua tertinggi di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan, berada tepat di bawah Kabupaten Sidenreng Rappang. Posisi ini menunjukkan daya saing ekonomi Kabupaten Luwu yang semakin menguat di tingkat provinsi.

Data BPS mencatat, perekonomian Kabupaten Luwu mencapai titik terendah pada tahun 2020 pada angka 1,3 kemudian kembali tumbuh pada 2021 pada angka 6,03. Setelah itu, kembali mengalami tren perlambatan hingga berada pada titik 4,36 pada tahun 2024.

Dari sisi nilai, PDRB atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp24.699,39 miliar, dengan PDRB per kapita mencapai Rp63,45 juta.

Struktur PDRB Kabupaten Luwu masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 50,65 persen. Selanjutnya diikuti sektor perdagangan dan reparasi sebesar 11,19 persen, industri pengolahan 9,22 persen, konstruksi 4,78 persen, serta sektor lainnya sebesar 24,16 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Luwu paling besar didorong oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 54,77 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang 37,29 persen, konsumsi pemerintah 8,36 persen, sementara komponen lainnya tercatat -0,42 persen.

Bupati Luwu, Patahudding, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat serta konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong sektor-sektor produktif.

“Capaian pertumbuhan ekonomi ini menjadi indikator bahwa arah pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat. Pemerintah akan terus memperkuat sektor unggulan, khususnya pertanian, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan daya beli masyarakat,” ujar Patahudding kepada Tim Media Center Diskominfo-SP Luwu.

Pemerintah Kabupaten Luwu berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(kom)

Baca juga

SABUNG AYAM DI BELOPA DIDUGA BERLANGSUNG TIGA HARI, TARUHAN PULUHAN JUTA DAN JUDI DADU JADI SOROTAN

25 Oktober 2026 - 21:04 WITA

Kantah Luwu Terima Kunjungan Tim Penyusun RDTR Kecamatan Bua, Perkuat Koordinasi Penataan Ruang

22 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Kantah Luwu Bahas Pengusulan Tanah Ulayat bersama Lembaga Adat To’ Bua

22 Oktober 2026 - 20:36 WITA

Kantah Luwu Gelar Rapat Koordinasi LSD Dan LP2B, Dorong Kejelasan Pemanfaatan Lahan

22 Oktober 2026 - 20:32 WITA

Kebakaran Terjadi di Area Penampungan Logistik PT SGS Luwu, Tim Gabungan Masih Berupaya Padamkan Api

21 Oktober 2026 - 18:52 WITA

Trending di Bencana