KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com ,– Bupati Luwu, H. Patahudding, meminta seluruh pihak terkait membenahi sistem penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Permintaan tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, perwakilan Pertamina, dan pengelola 11 SPBU di Kabupaten Luwu di Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu, Kamis (10/9/2026).
Rapat digelar untuk membahas mekanisme distribusi BBM bersubsidi, termasuk evaluasi penggunaan barcode bagi petani dan nelayan sebagai penerima manfaat.
Dalam arahannya, Bupati meminta Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima barcode agar penyaluran BBM subsidi hanya diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Menurutnya, proses verifikasi harus dilakukan secara berkala dengan memastikan status penerima sebagai petani aktif maupun nelayan yang memiliki sarana usaha sesuai ketentuan.
“Perbaiki sistem penyalurannya agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. BBM subsidi harus diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” kata Patahudding.
Selain evaluasi data penerima, Bupati juga meminta pihak Pertamina bersama pengelola SPBU menjaga ketersediaan stok BBM bersubsidi serta meningkatkan pengawasan terhadap proses distribusi di lapangan.
Ia menegaskan bahwa mekanisme penyaluran harus dapat dipantau secara jelas, mulai dari pasokan hingga penyaluran kepada masyarakat.
“Kita ingin memastikan distribusi BBM subsidi berjalan dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Drs. Muhammad Rudi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Luwu akan memperkuat pengawasan melalui pembentukan satuan tugas (Satgas) yang bertugas melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM bersubsidi.
Menurutnya, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap penerbitan barcode untuk memastikan penyaluran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah daerah akan membentuk Satgas untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Kami juga akan mengevaluasi penerbitan barcode agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran,” ujar Muhammad Rudi.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi menjadi penting mengingat Kabupaten Luwu akan memasuki musim panen, sehingga kebutuhan bahan bakar bagi sektor pertanian, perikanan, transportasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat harus tetap terjamin.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah juga meminta aparat penegak hukum turut mengawasi distribusi BBM bersubsidi sesuai kewenangannya apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam proses penyaluran.
Melalui evaluasi dan penguatan pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Luwu.
Pewarta: Aidil Ikrar
Sumber: Humas Kominfo Kabupaten Luwu
Editor :Redaksi teropongsulseljaya







