Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu Dinkes Luwu Bergerak Cepat, dr. Rosnawary Ungkap Langkah Nyata Menuju Wistara Paripurna 2027 Dari Akar Desa ke Panggung Nasional, Luwu Mantapkan Langkah Menuju Sehat Paripurna Bupati Patahudding Gaungkan Luwu Sehat 2027, Targetkan Swasti Saba Wistara Paripurna

Pemuda

Ketua Umum HPMM CAB. ALLA Menolak Rencana Pembagunan Mini Market di Delapan Kecamatan, Kabupaten Enrekang

badge-check


					Ketua Umum HPMM CAB. ALLA Menolak Rencana Pembagunan Mini Market di Delapan Kecamatan, Kabupaten Enrekang Perbesar

KAB ENREKANG,TEROPONGSULSELJAYA.com.
– Kelahiran mini market di berbagai daerah telah menjadi ciri perkotaan dan gaya hidup, namun seiring kehadirannya di berbagai daerah kabupaten/kota banyak yang menuai kontra dikalangan masyarakat.

‘Mini’ atau pendek, langkahnya tidaklah seperti pemaknaannya melainkan seperti berlari, bahkan melesat bak pesawat tempur perang, itu jika dilihat dari pertumbuhan pasar swalayan kecil tersebut, di Indonesia mini market merebak dan meluas ke hampir seluruh pelosok nusantara, seperti daerah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Senin (13/07/2020)

Tersebar kabar ketelinga masyarakat dan mahasiswa melalui kebijakan pemerintah daerah dalam mengeluarkan izin mendirikan pasar swalayan atau mini market di beberapa daerah kecamatan di Kabupaten Enrekang, diantaranya Kecamatan Anggeraja, Baraka, Alla, Maiwa, Cendana ,Enrekang, Malua dan Kecamatan Buntu Batu.

Rachmad Kasim selaku Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) Cabang Alla angkat bicara atas kebijakan sepihak pemerintah Daerah, pasalnya akan sangat merugikan masyarakat pelaku usaha kecil menegah kebawah dan akan sangat mengancam keberlangsungan hajat hidup masyarakat massenrempulu.

“Keberadaan mini market dan sejenisnya akan sangat memperburuk keadaan usaha-usaha kecil menegah kebawah dan yang kita ketahui bersama bahwa sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan keluarganya pada usaha kelontong dan lainnya. Belum lagi potensi akan terjadinya monopoli perekonomian dan tentunya hal demikian akan sangat merugikan masyarakat terkhusus para pelaku usaha kecil,” ucapnya.

Lanjutnya,” Kami dari HPMM CAB. ALLA menegaskan penolakan terhadap rencana pembagunan mini market di Kecamatan Alla, sebab keberadaanya di Indonesia dalam perkembangan pembagunan mini market lebih banyak mengakibatkan konflik dan kerugian bagi masyarakat setempat dan itu sudah pernah terjadi beberapa tahun lalu di Kecamatan Enrekang,”

“Pemerintah harus menyadari bahwa pentingnya pengelolaan hasil bumi di tangan masyarakat itu sendiri sehingga tingkat kesejahteraan semakin dekat, bukan malah sembarang mengeluarkan kebijakan yang malah akan mengorbangkan masyarakat pribumi. Pemerintah seharusnya harus lebih pokus pada penaganan wabah covid 19 bukan malah menambah wabah baru yang kami kira sangat buruk bagi rakyat massenrempulu,” tutup Rachmad Kasim yang juga adalah kordinator Advokasi Lingkungan di Komunitas Pustaka Mandoti Makassar.

Reporter: Kadimorfati
TeropongSulselJaya

Baca juga

3 Santri Asal Luwu Bersinar di Kancah Nasional  IBCA MMA, Tampil Perkasa di Kejurnas 2025 di Surabaya. 

17 Mei 2025 - 13:48 WITA

Menggali Potensi SDM, Pemuda Kota Dobo Ruang Diskusi Ringan Jalurnya

26 April 2024 - 22:43 WITA

Suksesnya Berbagai Kegiatan Yang Dilaksanakan EK-LMND Palopo Dalam Menjemput Hari Lahir LMND Yang ke-24 Tahun.

16 Juli 2023 - 08:32 WITA

Kapolres Luwu Cup III Resmi di Buka, Ini Rincian Hadiahnya.

3 Juni 2023 - 22:18 WITA

Ini 24 Peserta Klub Kapolres Luwu Cup III.

30 Mei 2023 - 11:08 WITA

Trending di Pemuda