MASAMBA,TEROPONGSULSELJAYA.com.
– Kurang lebih 70an anak korban banjir bandang di desa Meli, Kecamatan Baebunta, Masamba, Luwu Utara, menjalani trauma healing, Minggu (9/8/2020).

Kegiatan tersebut dilakukan Ikatan Guru TK Indonesia (IKGI) Bua-Luwu, JasTip Bua dan Relawan Pemuda Bua yang tergabung dalam Trauma Healing Action.
“Awalnya kami mengumpulkan mereka di area terbuka perkenalan dulu, lalu diajak bernyayi, serta bermain” kata Herlina Alfatih, Ketua Tim trauma healing pada Teropongsulsel di lokasi pengungsian.

Selain itu, anak anak juga diberi pengertian tentang banjir, serta berbagai permainan edukatif.
“Setelah itu kami berikan Bingkisan Snack, Paket Mewarnai, Mainan Anak, dan makanan untuk mengapresiasi hasil dari gamesnya,” kata Herlina Alfatih

Dia mengatakan, tujuan digelarnya acara tersebut untuk menghilangkan trauma anak anak akibat bencana yang terjadi di desa mereka.
“Jadi mereka itu butuh penenang, perlindungan, dan media untuk meluapkan emosi mereka,” tuturnya.
Menurut dia, setelah menjalani trauma healing, kondisi anak-anak lebih ekspresif.
Awalnya, kata Herlina Alfatih mereka pendiam karena takut, merasa tidak aman, tertutup atau tidak mau bercerita.
“Mereka mulai mengekspresikan emosionalnya. Mereka bisa senyum, tidak hanya anak anaknya, tapi orang tuanya juga turut seneng, bisa terhibur,” jelasnya.
Sementara itu, Fikram Taslim salah satu Tim dari JasTip Bua mengaku, tim yang diterjunkan untuk trauma healing itu sudah terlatih untuk mendapingi anak-anak yang menjadi korban bencana alam
“Mereka sudah punya kemampuan melakukan trauma healing,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan jumlah pengungsi korban banjir bandang hingga saat ini mencapai 14.483 jiwa dengan tersebar di sejumlah wilayah terdampak seperti Masamba 7.748 jiwa, Baebunta 5.808 jiwa dan Sabbang 927 jiwa.
Laporan : Alfan






