Menu

Mode Gelap
Pembaruan Zona Nilai Tanah, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Libatkan Pemda dalam Rapat Persiapan ZNT Tak Ingin Anak Luwu Tumbuh Terhambat, Bupati Ajak Warga Jadi “Orang Tua Asuh” Lawan Stunting Air Mata Harapan di Balik Duka: Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta untuk Keluarga Nelayan Bone Pute Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

Sosial

Ikatan Guru TK Indonesia (IKGI) BUA-LUWU, JASTIP BUA Serta RELAWAN PEMUDA BUA Melakukan Kegiatan Trauma Healing Untuk Mengembalikan Senyuman Dan Keberanian Anak – Anak Pasca Banjir di Masamba

badge-check


					Ikatan Guru TK Indonesia (IKGI) BUA-LUWU, JASTIP BUA Serta RELAWAN PEMUDA BUA Melakukan Kegiatan Trauma Healing Untuk Mengembalikan Senyuman Dan Keberanian Anak – Anak Pasca Banjir di Masamba Perbesar

MASAMBA,TEROPONGSULSELJAYA.com.
– Kurang lebih 70an anak korban banjir bandang di desa Meli, Kecamatan Baebunta, Masamba, Luwu Utara, menjalani trauma healing, Minggu (9/8/2020).

Kegiatan tersebut dilakukan Ikatan Guru TK Indonesia (IKGI) Bua-Luwu, JasTip Bua dan Relawan Pemuda Bua yang tergabung dalam Trauma Healing Action.

“Awalnya kami mengumpulkan mereka di area terbuka perkenalan dulu, lalu diajak bernyayi, serta bermain” kata Herlina Alfatih, Ketua Tim trauma healing pada Teropongsulsel di lokasi pengungsian.

Selain itu, anak anak juga diberi pengertian tentang banjir, serta berbagai permainan edukatif.

“Setelah itu kami berikan Bingkisan Snack, Paket Mewarnai, Mainan Anak, dan makanan untuk mengapresiasi hasil dari gamesnya,” kata Herlina Alfatih

Dia mengatakan, tujuan digelarnya acara tersebut untuk menghilangkan trauma anak anak akibat bencana yang terjadi di desa mereka.

“Jadi mereka itu butuh penenang, perlindungan, dan media untuk meluapkan emosi mereka,” tuturnya.

Menurut dia, setelah menjalani trauma healing, kondisi anak-anak lebih ekspresif.

Awalnya, kata Herlina Alfatih mereka pendiam karena takut, merasa tidak aman, tertutup atau tidak mau bercerita.

“Mereka mulai mengekspresikan emosionalnya. Mereka bisa senyum, tidak hanya anak anaknya, tapi orang tuanya juga turut seneng, bisa terhibur,” jelasnya.

Sementara itu, Fikram Taslim salah satu Tim dari JasTip Bua mengaku, tim yang diterjunkan untuk trauma healing itu sudah terlatih untuk mendapingi anak-anak yang menjadi korban bencana alam

“Mereka sudah punya kemampuan melakukan trauma healing,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan jumlah pengungsi korban banjir bandang hingga saat ini mencapai 14.483 jiwa dengan tersebar di sejumlah wilayah terdampak seperti Masamba 7.748 jiwa, Baebunta 5.808 jiwa dan Sabbang 927 jiwa.

Laporan : Alfan

Baca juga

Semarak MTQ XXXIV Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Bupati Luwu Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Generasi Qur’ani

13 April 2026 - 11:29 WITA

Langkah Penuh Doa dan Harapan, Kafilah Luwu Siap Ukir Prestasi di Panggung MTQ Sulsel 2026

10 April 2026 - 20:06 WITA

Harmoni Budaya dan Kolaborasi: Hari Jadi Bone ke-696 Jadi Momentum Persatuan Sulsel

6 April 2026 - 18:43 WITA

Bapanas Bersama Pemkab dan Polres Luwu Sidak Harga dan Mutu Pangan di Pasar Belopa Jelang Idul Fitri 1447 H

16 Maret 2026 - 00:16 WITA

MDA Gelar Media Iftar , Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers

15 Maret 2026 - 10:24 WITA

Trending di Sosial