KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, -Setelah empat tahun terisolasi akibat kerusakan jembatan penghubung karena banjir besar pada 2021, harapan warga Dusun Malutu, Desa Posi, Kecamatan Bua, akhirnya mendapat titik terang. Pemerintah Kabupaten Luwu resmi memulai tahap awal rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Malutu, diawali dengan kegiatan sosialisasi proyek oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
Kabar ini disambut penuh suka cita oleh masyarakat yang selama bertahun-tahun harus membangun jembatan darurat secara swadaya. “Kami sudah tiga kali bikin jembatan sendiri, pakai kayu seadanya. Namun selalu rusak akibat beban. Alhamdulillah sekarang sudah ada perhatian dari pemerintah kabupaten,” ungkap Bapak Pani, warga setempat.
Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar beberapa waktu lalu, hadir sejumlah pejabat teknis dan konsultan, di antaranya Tiar dari pihak konsultan pengawas, Irfan dari tim teknis jembatan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang di PUTR Luwu, serta Burhan selaku perencana konstruksi. Proyek ini akan membangun kembali jembatan dengan spesifikasi panjang 12 meter dan lebar 5 meter, menggunakan konstruksi spaserbon yang tahan banjir dan dirancang berdasarkan perhitungan hidrologi dari data banjir selama 50 tahun terakhir.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Drs. Andi Baso Tenriesa, M.PA., M.Si., proyek ini dibiayai oleh dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebagai bagian dari respons pemerintah pusat terhadap kerusakan infrastruktur pascabencana.
Gotong Royong yang Tak Pernah Padam
Sejak jembatan rusak pada 2021, akses warga Dusun Malutu sangat terbatas. Demi tetap bisa terhubung antar dusun, warga bahu-membahu membangun jembatan darurat sebanyak tiga kali, meski hanya berbahan kayu dan bambu seadanya. Kerusakan yang berulang menjadi bukti kuat akan kebutuhan mendesak pembangunan jembatan permanen.
“Semoga pembangunannya segera dimulai dan warga juga dilibatkan dalam prosesnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam sosialisasi.
Pemerintah Kabupaten Luwu, di bawah kepemimpinan bupati yang baru, mendapat apresiasi dari masyarakat atas langkah cepat dalam menanggapi kebutuhan infrastruktur dasar. Diharapkan, dengan selesainya pembangunan ini, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga Dusun Malutu akan kembali normal, bahkan lebih baik dari sebelumnya.(pan/syam)






