KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com,
– Suasana perayaan HUT ke-80 RI di Kecamatan Bua pecah oleh gelak tawa penonton, ketika rombongan emak-emak Pasar Rakyat Bua tampil dalam lomba gerak jalan dengan variasi kostum yang tak biasa. Setiap peserta mengenakan daster warna-warni lengkap dengan hiasan unik di dada, mulai dari dange, terong, dot, hingga aneka sayur-sayuran segar lainnya.
Rabu, (13/08/2025).
Kreativitas para emak-emak ini membuat suasana kian meriah. Ada yang menjadikan dange sebagai kalung, terong dan sayur-mayur sebagai ornamen berwarna-warni. Dipadu dengan daster yang berkibar di setiap langkah, penampilan mereka benar-benar mengundang tawa warga di sepanjang rute lomba.

Menariknya, parade nyentrik ini dipimpin langsung oleh Saifullah, yang mengatur barisan dan memberi aba-aba dengan penuh semangat. Kehadirannya semakin memicu antusiasme, membuat rombongan emak-emak tampil semakin percaya diri dan menghibur.
Saat dikonfirmasi awak media, Jumardi selaku salah satu penggagas mengungkapkan, ide ini muncul karena pemukiman mereka berada tepat di kawasan Pasar Rakyat Bua.
“Setiap hari pasar kami melihat berbagai hasil bumi dan dagangan unik di pasar. Dari situ kami pikir, kenapa tidak kami jadikan hiasan untuk lomba? Apalagi dengan daster, biar lebih kocak dan dekat dengan keseharian kami,” ujarnya sambil tertawa.
Sebagai bentuk partisipasi dalam perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, para peserta yang mewakili masyarakat Pasar Rakyat Bua juga menyuarakan semangat mereka di tengah parade.
“Merdekaaaa…!!! NKRI harga mati!!!” teriak rombongan kompak, disambut sorak-sorai penonton di sepanjang jalan.
Penampilan nyentrik ini menjadi sorotan utama perayaan HUT RI di Bua tahun ini. Bagi warga, aksi emak-emak pasar bukan hanya hiburan, tapi juga simbol kreativitas, kebersamaan, dan semangat kemerdekaan yang tak pernah pudar.
***kurty***







