Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Lama Bajo Ponrang Sabet Juara Umum MTQ XXXIII Luwu, H. Patahudding Dorong Kebangkitan Generasi Qur’ani Wakil Bupati Luwu Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 2026, Upaya Nyata Kendalikan Inflasi

Sosial

IWO Luwu Siap Bongkar Modus Mafia Tanah yang Incar Rakyat, BPN Luwu Bantah Praktik Pungli

badge-check


					IWO Luwu Siap Bongkar Modus Mafia Tanah yang Incar Rakyat, BPN Luwu Bantah Praktik Pungli Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Ikatan Wartawan Online (IWO) Luwu bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu menggelar hearing media pada Selasa (9/9/2025). Agenda ini membahas isu pungutan liar dalam pengurusan sertifikat tanah yang belakangan kembali meresahkan masyarakat.

Kehadiran IWO Luwu dipimpin oleh Sekretaris, Fadly Hayyun, mewakili Ketua IWO Luwu, Jumardi, bersama rombongan. Dalam forum tersebut, IWO menegaskan komitmennya untuk mengawal isu-isu pelayanan publik, khususnya persoalan mafia tanah yang kerap menjerat rakyat kecil.

“Kami di IWO Luwu tidak akan tinggal diam jika ada praktik mafia tanah yang merampas hak rakyat. Media harus berdiri di garis depan, membuka fakta, dan mendorong aparat agar menindak tegas siapa pun yang bermain di balik meja,” tegas Fadly Hayyun.

Kepala BPN Luwu, Andi Sufiarma, SH., MH., di hadapan pengurus IWO dengan tegas membantah adanya pungutan liar yang dilegalkan oleh instansinya. Menurutnya, isu yang beredar kerap dimanfaatkan oleh oknum yang mencatut nama BPN untuk meraup keuntungan pribadi.

“Kalau ada oknum, baik dari luar maupun dari dalam, segera laporkan. Jangan pernah takut. Kita akan tindak tegas,” ujarnya.

IWO Luwu mencatat, praktik percaloan tanah sejatinya bukan hal baru. Modusnya mirip: oknum mengaku punya jalur khusus menuju BPN, menjanjikan percepatan asal ada setoran. Faktanya, warga terus dipalak, sementara sertifikat tak kunjung terbit.

Ironisnya, pola mafia tanah ini kerap melibatkan jaringan mulai dari tingkat desa, calo lapangan, hingga orang dalam yang menyalahgunakan jabatan. Masyarakat kecil jadi korban, sedangkan mafia tanah menikmati keuntungan.

Andi Sufiarma menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan pada BPN. Aparat desa, dusun hingga camat harus bersih dan ikut memastikan proses sesuai aturan.

“Kalau desa dan camat membiarkan, celah mafia makin besar. Semua pihak harus bersih agar rakyat tidak dikorbankan,” tegasnya lagi.

Dalam forum tersebut, BPN Luwu mengimbau masyarakat untuk mengurus sertifikat langsung ke kantor BPN tanpa melalui perantara. Syarat administrasi pun jelas, mulai dari dokumen tanah, KTP, KK, PBB, hingga SKT sesuai ketentuan.

Melalui jalur resmi, biaya lebih transparan, waktu lebih terukur, dan risiko pungli dapat ditekan.

IWO Luwu menegaskan bahwa kasus percaloan tanah adalah bentuk perampasan hak rakyat yang terselubung. Mafia tanah tumbuh subur karena masyarakat dibiarkan takut dan memilih diam.

“Tanah adalah hak rakyat, bukan barang dagangan. Kami mengajak warga untuk berani melawan, melapor, dan tidak tunduk pada oknum yang mencari keuntungan di luar aturan hukum,” pungkas Fadly Hayyun.
***kurty***

Baca juga

Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H

19 Februari 2026 - 04:16 WITA

Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

19 Februari 2026 - 02:06 WITA

Ponrang Sabet Juara Umum MTQ XXXIII Luwu, H. Patahudding Dorong Kebangkitan Generasi Qur’ani

17 Februari 2026 - 10:18 WITA

Cahaya Al-Qur’an Menyinari Ponrang: Bupati Luwu Resmi Buka MTQ XXXIV di Padang Sappa

12 Februari 2026 - 01:31 WITA

MDA Hadiri Kunjungan Kerja Komite II DPD RI Terkait Persiapan Pra-Penambangan di Sulawesi Selatan.

6 Februari 2026 - 20:25 WITA

Trending di Sosial