KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan terasa di Masjid Ar-Ridha, Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu. Kamis (11/9/2025) sore, panitia pengurus masjid bersama ibu-ibu majelis taklim se-Desa Temboe sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WITA itu diawali dengan sholawat bersama oleh ibu-ibu BKMT Dusun Temboe. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, momen ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian peringatan Maulid yang mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Memperkuat Persatuan dan Kesatuan.”
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Pemerintah Desa Temboe, Abd. Azis Tajuddin, S.Pd; Camat Larompong Selatan, Herman Alias, SS; Kepala KUA Larompong Selatan, Asdir Latang, S.Ag; serta Kepala Puskesmas Larompong Selatan, Misliarna, S.Kep, S.K.M.


Dalam sambutannya, Camat Herman Alias menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Temboe atas kekompakan mereka dalam menjaga tradisi keagamaan. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam melibatkan generasi muda.
“Anak-anak perlu dikenalkan pada sejarah Islam sejak dini. Kegiatan Maulid seperti ini adalah ruang edukasi sekaligus perekat silaturahmi,” ujarnya.
Penceramah utama, Ustadz H. Hasanuddin, S.Ag, menegaskan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Maulid harus menjadi dorongan untuk memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, serta mengajarkan sholawat kepada anak-anak maupun orang tua. Rasulullah adalah teladan kejujuran, kasih sayang, dan kebaikan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan ini sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas ibadah serta komitmen dalam menerapkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Momen Kebersamaan yang Membekas
Dengan kolaborasi panitia masjid dan majelis taklim, peringatan Maulid Nabi 1446 H di Desa Temboe berlangsung penuh kesungguhan. Tidak hanya menjadi ritual tahunan, acara ini juga meninggalkan pesan moral dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat.””(al)






