KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Deru ombak Pantai Ponnori, Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan,Kabupaten Luwu, menjadi saksi hangatnya kebersamaan ratusan perangkat desa se-Kabupaten Luwu yang di hadadiri tamu undangan dari luar daerah. Mereka berkumpul dalam Jambore dan Silaturahmi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), sebuah pertemuan yang bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga ruang untuk memperkuat komitmen membangun desa. Jum’at, (12/09/25),Pukul 09.00 Wita.
Bupati Luwu, H. Patahuddin, S.Ag, hadir bersama Wakil Bupati Devi Bijak Pawindu, SH, didampingi jajaran pejabat daerah, legislatif, dan para kepala desa. Kehadiran mereka memberi pesan bahwa desa adalah fondasi utama pembangunan, dan perangkat desa adalah garda terdepan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pelayanan harus berlandaskan nilai Luwu Malebbi’ – ramah, santun, dan beretika. Menurutnya, wajah pelayanan pemerintah daerah akan terlihat pertama kali di desa, tempat masyarakat berinteraksi langsung dengan aparat.

” Pelayanan yang baik, penuh senyum, dan tulus, adalah pintu menuju desa yang mandiri dan sejahtera. Jika desa maju, maka daerah juga akan ikut terangkat,” ujar Bupati.
Bupati juga sempat mencairkan suasana dengan candaan ringan, sebelum kembali menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan perangkat desa dalam menjalankan program strategis. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berarti tanpa keterlibatan aktif desa.
Ketua APDESI Luwu, Ismail, S.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa perangkat desa siap menjalankan amanah tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang terus memberi ruang bagi desa untuk berkembang. Sementara Ketua Panitia Jambore PPDI mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik berkat kebersamaan semua pihak.
Pesan moral dari pertemuan ini jelas: perangkat desa bukan sekadar aparatur administratif, melainkan pelayan masyarakat yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat. Integritas, ketulusan, dan semangat gotong royong adalah bekal utama yang akan menentukan apakah desa mampu benar-benar mandiri dan mensejahterakan warganya.
Lebih dari sekadar pertemuan, Jambore PPDI di Desa Temboe ini menjadi refleksi bahwa kemajuan Luwu harus bertumpu pada kekuatan desa. Dengan perangkat desa yang solid, pelayanan yang humanis, dan dukungan pemerintah daerah, harapan menuju desa mandiri dan masyarakat sejahtera bukanlah mimpi yang jauh.
***fs/kt***






