Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Tinjau Harga dan Fasilitas Pasar Rakyat Cilallang Pastikan Mudik Aman, Kapolres Luwu Turun Langsung Kontrol Pos Operasi Ketupat 2026 Bapanas Bersama Pemkab dan Polres Luwu Sidak Harga dan Mutu Pangan di Pasar Belopa Jelang Idul Fitri 1447 H MDA Gelar Media Iftar , Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Dorong Pemekaran Luwu Tengah, Kepala Daerah Luwu Raya Sampaikan Aspirasi ke Ketua Komisi II DPR RI Penganugerahan Pemenang Kompetisi KRISTAL 2026, Apresiasi atas Gagasan Inovasi dalam Pelayanan Pertanahan

Sosial

Diduga Bunuh Diri di Bonglo: Seorang Pemuda Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah

badge-check


					Diduga Bunuh Diri di Bonglo: Seorang Pemuda Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Warga Dusun Bonglo, Desa Bonglo, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, dikejutkan dengan penemuan seorang pemuda yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (25/9) sekitar pukul 16.00 Wita.

Korban diidentifikasi sebagai Hamdi (22), lahir di Bonglo 6 Agustus 2003. Menurut keterangan saksi dan keluarga, korban tidak sedang bekerja dan tinggal di alamat tempat kejadian perkara.

Menurut keterangan saksi utama, Rampun (55), yang juga ayah korban, peristiwa bermula ketika ia pergi ke kebun untuk memetik cengkeh sekitar pukul 07.30 Wita. Saat kembali ke rumah sekitar pukul 16.00 Wita, Rampun menemukan jendela dapur terbuka. Saat hendak menutup jendela tersebut, ia melihat putranya tergantung pada tangkai pohon di belakang rumah.

Rampun menyatakan bahwa selama ini korban tidak menunjukkan masalah keluarga yang kentara. “Selama ini dia tidak pernah menunjukkan masalah dengan keluarga atau saudara,” kata Rampun.

Saksi lain, Hendra (53), juga warga Dusun Bonglo dan pekebun, turut melihat kondisi di lokasi dan menjadi saksi kejadian.

Personel Polsek Bastem tiba di lokasi pada pukul 17.00 Wita dan menghubungi petugas kesehatan untuk dilakukan visum. Namun pihak keluarga menolak dilakukannya pemeriksaan visum dan menyatakan menerima kematian korban dengan ikhlas, sehingga keluarga tidak mempermasalahkan penyebab tewasnya Hamdi.

Pihak kepolisian mencatat temuan di TKP dan melakukan pendataan saksi. Hingga berita ini diturunkan, polisi menyebut kasus sebagai dugaan bunuh diri dan akan melanjutkan pemeriksaan sesuai prosedur dengan menghormati keputusan keluarga.

Berdasarkan informasi dari keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit yang diketahui. Namun keluarga mengungkap bahwa korban diduga mengalami depresi sejak berpulangnya almarhumah ibu kandungnya. Keterangan ini menjadi salah satu dugaan motif sementara yang masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pemeriksaan profesional.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di lingkungan keluarga dan masyarakat. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda depresi atau gangguan psikologis, segera hubungi layanan kesehatan setempat atau tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan.

Pesan Moral ; Peristiwa tragis yang menimpa Hamdi menjadi cermin bahwa persoalan kesehatan mental seringkali tersembunyi di balik keseharian seseorang. Tidak adanya riwayat penyakit atau masalah keluarga bukan berarti bebas dari tekanan batin. Depresi, kesepian, atau kehilangan orang tercinta dapat menjadi beban berat yang sulit dipikul sendirian.
***kurty***

Baca juga

Bapanas Bersama Pemkab dan Polres Luwu Sidak Harga dan Mutu Pangan di Pasar Belopa Jelang Idul Fitri 1447 H

16 Maret 2026 - 00:16 WITA

MDA Gelar Media Iftar , Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers

15 Maret 2026 - 10:24 WITA

Wabup Luwu Dhevy Bijak Pawindu Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Belopa

7 Maret 2026 - 17:43 WITA

Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H

19 Februari 2026 - 04:16 WITA

Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

19 Februari 2026 - 02:06 WITA

Trending di Sosial