Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Tinjau Harga dan Fasilitas Pasar Rakyat Cilallang Pastikan Mudik Aman, Kapolres Luwu Turun Langsung Kontrol Pos Operasi Ketupat 2026 Bapanas Bersama Pemkab dan Polres Luwu Sidak Harga dan Mutu Pangan di Pasar Belopa Jelang Idul Fitri 1447 H MDA Gelar Media Iftar , Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Dorong Pemekaran Luwu Tengah, Kepala Daerah Luwu Raya Sampaikan Aspirasi ke Ketua Komisi II DPR RI Penganugerahan Pemenang Kompetisi KRISTAL 2026, Apresiasi atas Gagasan Inovasi dalam Pelayanan Pertanahan

Sosial

Janji Bantuan, Fakta Penipuan: Skandal DAK Tematik Palopo Diduga Sarat KKN

badge-check


					Janji Bantuan, Fakta Penipuan: Skandal DAK Tematik Palopo Diduga Sarat KKN Perbesar

PALOPO, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Program pengentasan kawasan kumuh di Kota Palopo yang diusulkan sejak 2023 kini menuai sorotan tajam. Proyek bernilai miliaran rupiah yang dijalankan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palopo melalui anggaran DAK Tematik PPKT (Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu) di Kelurahan Salutellue, Kecamatan Wara Timur, diduga menyimpan praktik tidak transparan bahkan berpotensi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sejumlah warga penerima manfaat mengungkapkan kekecewaan kepada wartawan pada Sabtu (4/10/2025). Mereka menilai proyek yang semestinya menjadi contoh perkampungan bersih dan asri justru berubah menjadi sumber keresahan dan kecurigaan.

Janji Manis di Awal, Fakta Pahit di Lapangan

Program yang digadang-gadang pemerintah pusat ini mencakup tiga kegiatan utama:

1. Pembangunan Jalan,

2. Pembangunan Drainase, dan

3. Bantuan 29 unit rumah baru serta 15 rumah rehabilitasi.

Kadis Perkim Kota Palopo, Ir. Aldi Mustafa, sebelumnya menyampaikan bahwa setiap unit rumah mendapatkan kucuran dana dari APBN senilai Rp50 juta ditambah APBD sebesar Rp15 juta. Namun, di lapangan, penerima bantuan justru mengaku dimintai biaya tambahan.

“Pertama kami diminta Rp2 juta, lalu diminta lagi Rp1 juta. Padahal dari rapat awal, bantuan rumah dijanjikan gratis tanpa pungutan,” ungkap salah satu penerima manfaat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Janji Bantuan Rehabilitasi Dibatalkan Sepihak

Lebih ironis lagi, 15 warga yang dijanjikan bantuan rehabilitasi rumah justru batal menerima program tersebut.
Menurut keterangan Kadis Perkim, bantuan rehab tidak termasuk dalam anggaran DAK Tematik. Namun, warga menilai alasan itu hanya akal-akalan.

Beberapa warga bahkan sudah membongkar rumahnya sendiri untuk memberi ruang pembangunan drainase dan jalan sesuai kesepakatan awal dengan pemerintah.

“Rumah saya sudah dibongkar habis karena percaya akan dibangunkan kembali. Sekarang katanya tidak ada anggarannya. Ini penipuan,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Salah satu warga janda juga menuturkan hal serupa. Rumahnya telah diratakan dengan tanah, berharap dapat rumah layak huni, tetapi kini ia tinggal di gubuk berukuran 2×3 meter bersama enam anggota keluarga.

Warga Ancam Tolak Peresmian

Kekecewaan warga memuncak. Mereka mengancam akan menolak peresmian proyek apabila rumah mereka tidak segera dibangun kembali.

“Kami sudah berkorban demi program pemerintah. Sekarang kami justru jadi korban janji palsu. Pemerintah seakan membiarkan rakyat miskin menderita,” ujar salah satu warga yang terdampak.

Diduga Ada Pembohongan Publik

Dalam beberapa kali rapat koordinasi antara pemerintah, warga, dan pihak pelaksana, sempat ditegaskan bahwa anggaran sudah siap untuk direalisasikan. Karena itu, warga tidak habis pikir mengapa kemudian muncul alasan “tidak ada dana”.

“Dulu dibilang dananya sudah siap. Sekarang bilang tidak ada. Ini jelas pembohongan publik,” tegas sumber yang kesal.

Konfirmasi Mandek

Upaya konfirmasi terhadap Kadis Perkim Ir. Aldi Mustafa melalui pesan WhatsApp tidak mendapat respons.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, M. Yamin, hanya menyebut dirinya sedang kurang sehat dan menegaskan bahwa detail anggaran lebih diketahui oleh tiga fasilitator: Yusuf, Muh. Risdin, dan Sumanti. Namun hingga berita ini dipublikasikan, tidak satu pun dari ketiganya dapat dihubungi.
***nb/jml/kt**

Baca juga

Bapanas Bersama Pemkab dan Polres Luwu Sidak Harga dan Mutu Pangan di Pasar Belopa Jelang Idul Fitri 1447 H

16 Maret 2026 - 00:16 WITA

MDA Gelar Media Iftar , Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers

15 Maret 2026 - 10:24 WITA

Wabup Luwu Dhevy Bijak Pawindu Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Belopa

7 Maret 2026 - 17:43 WITA

Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H

19 Februari 2026 - 04:16 WITA

Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

19 Februari 2026 - 02:06 WITA

Trending di Sosial