Menu

Mode Gelap
Musrenbang Desa Cimpu RKPD 2027 Dirangkaikan LPJ BUMDes, Fokus Usulan Infrastruktur dan Keterbatasan Dana Desa BPK RI Serahkan LHP Semester II 2025, Pemkab Luwu Fokus Perbaikan Tata Kelola Keuangan Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah Kejari Luwu Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan, Kawal PTSL 2026 Lewat Sinergi Lintas Sektor. Wakil Bupati Luwu Sambut Kunjungan Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Program KDMP Kejari Luwu dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Sosial

Rayakan Hari Guru, Pesantren Nurul Djadid Teken MoU dan Gelar Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah

badge-check


					Rayakan Hari Guru, Pesantren Nurul Djadid Teken MoU dan Gelar Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah Perbesar

KAB. LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Suasana hangat menyelimuti kompleks Pesantren Nurul Djadid Assalammangnge Barowa pada Selasa, (25/11/25), pukul 10.00 Wita. Para santri, pengajar, dan pengurus pesantren tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pesantren dan Bank Sampah Jasa Ramah Lingkungan.

Kerja sama ini menandai langkah besar Pesantren Nurul Djadid dalam menghadirkan pendidikan lingkungan yang terstruktur, modern, namun tetap berakar pada nilai-nilai kepesantrenan. MoU tersebut memuat kesepakatan pendampingan pengelolaan dan pengembangan Bank Sampah berbasis karakter santri. Penandatanganan berlangsung khidmat, menegaskan komitmen bersama untuk mendorong budaya bersih dan pemberdayaan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.

Momentum peringatan Hari Guru turut memberikan makna lebih dalam bagi kegiatan ini. Di hari yang identik dengan penghormatan kepada para pendidik, Pesantren Nurul Djadid memilih merayakannya dengan langkah konkret: menghadirkan pelatihan lingkungan sebagai bentuk keteladanan guru dalam memberikan ilmu yang bermanfaat dan berjangka panjang. Pelatihan dan MoU ini menjadi simbol bahwa peran guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga membimbing santri dalam kedisiplinan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap alam.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelatihan dan workshop pengelolaan sampah yang dibawakan oleh Jumardi. Dalam pemaparannya, Jumardi tidak hanya menjelaskan teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mengajak peserta memahami filosofi penting menjaga lingkungan sebagai wujud syukur dan amanah.

Mulai dari pengenalan konsep dasar bank sampah, teknik pembuatan kompos, pemanfaatan bahan bekas bernilai jual, hingga praktik pembuatan eco-brick, seluruh materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dicerna, membuat para santri semakin tertarik mendalami isu lingkungan.

Isi MoU mencakup sejumlah program strategis, di antaranya:

Pengembangan workshop edukasi pengelolaan sampah.

Pembentukan karakter santri yang peduli lingkungan.

Integrasi nilai-nilai pesantren seperti ta’zim, tabarruk, tawadu’, dan gotong royong dalam aktivitas kebersihan.

Pelatihan pembuatan kompos, eco-brick, serta pembentukan Bank Sampah Pesantren.

Edukasi kewirausahaan lingkungan untuk mendukung kemandirian ekonomi santri dari hasil pengolahan sampah.

Pihak pesantren menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal urusan sampah, tetapi tentang membangun kesadaran lingkungan sebagai bagian dari akhlak dan tanggung jawab spiritual. Kebersihan dipandang sebagai cermin kedisiplinan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap ciptaan Tuhan.

Dalam kerja sama ini, lingkungan pesantren juga akan menjadi laboratorium praktik. Pihak Bank Sampah Jasa Ramah Lingkungan dijadwalkan melakukan pendampingan berkala, memberikan evaluasi teknis, dan memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan standar yang benar.

Program ini diharapkan dapat:

Menghidupkan budaya bersih dan ramah lingkungan di lingkungan pesantren.

Mengajarkan santri pentingnya merawat alam sebagai bagian dari ibadah.

Menjadikan Pesantren Nurul Djadid sebagai pusat edukasi lingkungan di Kecamatan Bua.

Mengembangkan model Bank Sampah Pesantren yang bisa direplikasi oleh lembaga lain di Kabupaten Luwu.

Penandatanganan MoU ditutup dengan pernyataan komitmen bersama: menjadikan sampah bukan sekadar limbah, tetapi sumber nilai dan peluang kemandirian. Di momentum Hari Guru ini, Pesantren Nurul Djadid menunjukkan teladan nyata, bahwa pendidikan terbaik adalah yang mengajarkan kepedulian, kebermanfaatan, dan keberlanjutan. Pesantren Nurul Djadid kini bersiap menapaki babak baru sebagai pelopor bank sampah berbasis pesantren di wilayah Luwu.
***kurty***

Baca juga

Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah

15 Januari 2026 - 21:34 WITA

Menteri Nusron Ingin Tokoh Keagamaan Terlibat Aktif dalam Penyelesaian Sertipikasi Tanah Wakaf

8 Januari 2026 - 17:40 WITA

Kejari Luwu Sosialisasikan Pencegahan Bullying Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

8 Januari 2026 - 06:25 WITA

Tindak Lanjut Penyelesaian Berkas Layanan Pertanahan, Menteri Nusron Minta Jajarannya Selesaikan Secara Terukur

7 Januari 2026 - 21:49 WITA

Menyongsong Tahun 2026, Sekjen Kementerian ATR/BPN Ajak Jajaran Kerja Bersama Dukung Program Kerja

6 Januari 2026 - 23:35 WITA

Trending di Sosial