KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com,– Tawuran antar kelompok pemuda kembali pecah di Kecamatan Walenrang,Ahad (5/4/2026) dini hari. Insiden berdarah itu menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya, dengan luka serius akibat senjata rakitan dan busur.
Korban meninggal dunia sempat dilarikan ke RSU Sawerigading Palopo dan mendapatkan penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, nyawanya tidak tertolong.
Tim medis menduga korban mengalami pendarahan hebat akibat luka tembak di bagian perut yang diduga berasal dari senjata rakitan.

Selain korban meninggal, tiga orang lainnya juga mengalami luka serius dan sempat dirawat di IGD RSU Sawerigading. Berdasarkan pantauan, ketiga korban mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Satu korban mengalami luka tembak di bagian perut serta lecet di mulut. Korban lainnya terkena busur di bagian dada sebelah kanan. Sementara satu korban lain mengalami luka tembak di bagian betis kanan yang diduga berasal dari senapan angin.
Namun, keterbatasan tenaga medis menjadi kendala. Tidak adanya dokter bedah yang siaga di RSU Sawerigading membuat ketiga korban harus dirujuk ke RSU Palemmai Tandi untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp belum mendapat respons.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tawuran tersebut melibatkan dua kelompok pemuda dari Desa Kalibamamase dan Desa Barammamase. Kedua kelompok diketahui berasal dari desa bertetangga dan sebelumnya juga sempat terlibat bentrokan dalam beberapa hari terakhir.
Seorang warga menyebut, korban meninggal dunia telah dimakamkan di Desa Lempe, Walenrang Barat. Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik.
“Beberapa kios hancur, bahkan Pasar Karetan hampir dibakar,” ujar warga setempat.
Aparat kepolisian diharapkan segera mengusut tuntas kasus ini dan mengambil langkah tegas guna mencegah konflik susulan yang berpotensi memicu korban lebih banyak.(red)






