Menu

Mode Gelap
Inspektorat Wilayah III Laksanakan Audit Kinerja Berbasis Risiko di Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan HUT Desa Tana Rigella ke-28, Momentum Satukan Perbedaan dan Perkuat Silaturahmi Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Peti Salu Bua Ditertibkan Dua Hari, 4 Alat Berat Berhasil Dievakuasi Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi UGD Puskesmas Larompong Selatan

Pendidikan

Sekolah Budaya Luwu Resmi Dibuka: Upaya Menghidupkan Kembali Peradaban dan Identitas Lokal

badge-check


					Sekolah Budaya Luwu Resmi Dibuka: Upaya Menghidupkan Kembali Peradaban dan Identitas Lokal Perbesar

KAB LUWU, TEROPONG SULSELJAYA. com, -Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan resmi membuka Sekolah Budaya Luwu, sebuah program penguatan nilai-nilai adat, sejarah, dan tradisi lokal, pada Jumat (4/12/2025) di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya sebagai bagian dari identitas kolektif masyarakat Luwu.

Kegiatan pembukaan dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Drs. Muh. Rudi, M.Si, yang sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding, Ketua Bidang I TP-PKK Nilasari Dhevy Bijak Pawindu, Kepala Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Muh. Afif Hamka, serta Tokoh Adat Luwu Andi Saddakati Arsyad. Peserta berasal dari sanggar seni, TP-PKK, Duta Budaya, hingga santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Bua.

Dalam sambutannya, Muh. Rudi menegaskan bahwa Luwu merupakan salah satu wilayah tertua di Nusantara yang memiliki tradisi panjang dan sistem nilai yang khas. Namun, modernisasi dan perubahan sosial membuat warisan budaya mulai menjauh dari generasi muda.

“Luwu adalah pusat peradaban yang penuh nilai. Namun tradisi kita semakin memudar. Sekolah Budaya ini menjadi upaya mengembalikan dan memperkuat identitas budaya Luwu,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan budaya sejak usia dini sebagai pendekatan ilmiah dalam pembentukan karakter masyarakat.

“Jika kita ingin membangun karakter generasi Luwu, mulailah dari PAUD, SD, SMP. Tata krama, cara berbicara, dan penghormatan kepada orang tua harus dikenalkan sejak kecil. Budaya tidak bisa dipaksakan dari atas, tapi ditanamkan dari bawah,” tambahnya.

Pernyataan ini selaras dengan teori pembentukan karakter berbasis kearifan lokal yang menempatkan budaya sebagai fondasi pembangunan sosial.

Sebelumnya, Kadis Kepariwisataan dan Kebudayaan, Muh. Afif Hamka, memaparkan tiga kisah reflektif yang menggambarkan kondisi terkini budaya Luwu:

generasi muda yang tidak lagi memahami makna lagu-lagu daerah,

hilangnya penggunaan bahasa Luwu dalam ruang publik,

dan kekeliruan masyarakat dalam mengenali ciri khas busana adat Luwu.

“Jika tidak dijaga, budaya akan hilang perlahan. Sekolah Budaya Luwu hadir sebagai bentuk dukungan terhadap misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu membentuk SDM unggul berkarakter kearifan lokal,” jelas Afif.

Program ini diikuti 64 peserta yang terbagi dalam dua kelas, terdiri dari anggota PKK, pemenang Duta Budaya, sanggar seni, hingga para santri.
Pembelajaran dilaksanakan dengan metode tudang massulekka—duduk bersila sebagai bentuk penghormatan tradisi menimba ilmu.

Total pembelajaran berlangsung 16 jam dalam 6 pertemuan, pada 5–7 dan 12–14 Desember 2025. Semua kegiatan diberikan secara gratis.

Enam fokus materi yang diajarkan meliputi:

Selayang Pandang Budaya Luwu

Tata Krama Adat Luwu

Sistem Sosial Kemasyarakatan

Tata Busana Adat Luwu

Ritual Adat dan Makna Prosesi

Pappaseng atau Petuah Leluhur

Khusus materi Tata Busana Adat Luwu, akan hadir peserta tambahan dari organisasi wanita dan perwakilan MUA (Make Up Artist) untuk memperdalam pemahaman mengenai ciri khas busana pengantin Luwu.

Acara pembukaan ditandai dengan pemasangan atribut peserta oleh Ketua TP-PKK Hj. Kurniah Patahudding dan Ketua Bidang I TP-PKK Nilasari Dhevy Bijak Pawindu, sebagai simbol dukungan penuh terhadap revitalisasi budaya Luwu.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan sebagai bentuk komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian budaya Luwu di tengah arus perubahan zaman.

Baca juga

Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan

5 September 2026 - 09:09 WITA

BNSP Laksanakan Full Assessment Relisensi LSP Teknologi Informatika Sulbar di Polewali Mandar

23 Agustus 2026 - 07:51 WITA

Ainun Anugrah Harun Raih Juara I Nyanyi Solo Kecamatan Belopa, Bawa Nama SMA Negeri 1 Luwu

10 Agustus 2026 - 09:00 WITA

10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz

12 Juli 2026 - 23:19 WITA

Bupati Luwu Terima 55 Mahasiswa KKN Unhas, Tekankan Program Pengabdian Tepat Sasaran

4 Juli 2026 - 00:07 WITA

Trending di Pendidikan