Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Lama Bajo Ponrang Sabet Juara Umum MTQ XXXIII Luwu, H. Patahudding Dorong Kebangkitan Generasi Qur’ani Wakil Bupati Luwu Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 2026, Upaya Nyata Kendalikan Inflasi Tinjau Layanan Kesehatan, Bupati Luwu Evaluasi Langsung Kondisi Puskesmas Noling Jembatan yang Dinanti Warga Akhirnya Berdiri, Bupati Luwu Resmikan Salubua–Kaili di Suli Barat

Tokoh

Lenggok Ibu Gubernur dan Indahnya Busana Muslim Berbahan Khas Sulsel

badge-check


					Lenggok Ibu Gubernur dan Indahnya Busana Muslim Berbahan Khas Sulsel Perbesar

Makassar – Tepuk tangan sontak membahana di Sandeq Ballroom Hotel Claro. Ketua Dekranasda Sulsel Liestiaty F Nurdin naik ke catwalk dan ikut jalan berlenggok laiknya peragawati, bersama para ibu anggota Family of Creative Community (FCC).

Ibu Gubernur rupanya tak mau ketinggalan untuk sejenak ikut memamerkan indahnya kain khas Toraja warna hijau yang sore itu dikenakannya, saat membuka acara Indonesia Moslem Fashion 2019, Kamis (14/3/2019).

Liestiaty didaulat naik ke catwalk untuk ikut berpose memeragakan indahnya berbagai kain khas Sulsel bersama para ibu anggota FCC yang berlatar belakang berbagai profesi. Mulai dari notaris, pengacara, profesor, dosen, hingga pebisnis.

Meski tak lagi seramping peragawati profesional, para Ibu FCC ternyata begitu percaya diri ikut memeragakan cantiknya kain khas Sulsel. Liestiaty naik ke catwalk didampingi Ketua FCC Andi Oci Alepuddin.

“Peragaan busana yang terakhir ini Big is Beautiful,” canda Liestiaty yang disambut tawa hadirin.

Sejatinya sebelum ibu-ibu FCC tampil, catwalk sudah terlebih dulu dilintasi para peragawati profesional. Mereka memeragakan berbagai rancangan busana muslim terbaru hasil karya desainer Yuanita Sabrina, Dian Risty, Mouree, atau Lia Afif. Semuanya mempergunakan kain khas Sulsel sebagai bahan baku.

“Masyarakat Sulsel ini 90 persen berhijab. Oleh sebab itu, kita sangat support para desainer yang membuat berbagai kreasi busana muslim dengan mempergunakan kain khas Sulsel. Walau kita berhijab, kita harus tunjukkan bahwa kita semua tetap cantik dengan berhijab,” kata Liestiaty pada sambutannya.

Kegiatan Indonesia Moslem Fashion digelar hingga Minggu (17/3/2019). Sandeq Ballroom dipenuhi berbagai stan yang menjual busana muslim perempuan maupun laki-laki. Seusai membuka acara dan ikut naik ke catwalk, Liestiaty mengunjungi berbagai stan.

“Perkembangan busana muslim sangat bagus. Desain-desainnya sangat nyaman untuk para gadis dan ibu-ibu. Apalagi tadi juga sudah ada desain Big is Beautiful. Itu tujuannya agar ibu-ibu juga bisa memilih dengan baik,” kata isteri Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah itu.

Hal yang menggembirakan, Liestiaty mengabarkan bahwa Provinsi Sulsel diundang secara khusus untuk menampilkan berbagi kain khasnya di dua perhelatan besar di Jakarta. Pertama, perhelatan Inacraft 2019 pada 3 April, di mana Sulsel diberi tempat khusus dengan Maroko untuk menampilkan berbagai kain khas andalan. Kemudian pada Mei, bakal digelar ‘Malam Sulsel’ oleh Smesco Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kita akan membawa kain-kain Sulsel. Mulai dari Bulukumba yang punya kain Kajang dan Bira. Juga kain khas Toraja dan Sengkang. Juga Soppeng. Inshaallah kita bawa semua,” kata Liestiaty.

Lalu mengapa mengajak ibu-ibu FCC ikut memeragakan busana di catwalk?

“Kebetulan saya Pembina FCC. Ibu-ibu kan pasti senang kalau saya ajak ke kegiatan pameran busana seperti ini. Apalagi diberi kesempatan jadi peragawati dadakan. Selain itu, biar para pedagang yang membuka stan di sini dagangannya laku,” kata Ibu Gubernur sembari tertawa.(“)

Baca juga

Fadhila Sedekah, Palestina dan Sya’ban

10 Maret 2025 - 14:12 WITA

BREAKING NEWS ;, Kabar Duka Menghampiri Masyarakat Kabupaten Luwu, Wakil Bupati Syukur Bijak Meninggal Dunia.

6 April 2023 - 14:56 WITA

IWO Mengudara di Luwu Raya, Kepengurusan Bersiap Sukseskan

29 September 2021 - 08:38 WITA

Kurir Langit Mengecam Ledakan di Katedral Makassar

28 Maret 2021 - 21:29 WITA

Perjuangan Imam Masjid Al Falah Ngajar Ngaji,Desa Tanarigella,Kec Bua.

11 November 2020 - 13:57 WITA

Trending di Tokoh