Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

Ekonomi

4000 Tenaga Kerja Akan di Tampung Oleh PT BMS Luwu, Perusahaan Smelter Milik Jusuf Kalla.

badge-check


					4000 Tenaga Kerja Akan di Tampung Oleh PT BMS Luwu, Perusahaan Smelter Milik Jusuf Kalla. Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com,
– Pembangunan smelter nikel milik Jusuf Kalla di bawah pengerjaan PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan terus digenjot.

Jusuf Kalla meninjau sejumlah fasilitas pendukung di area proyek operasi smelter, pabrik hingga terminal khusus atau Jetty, melewati akses hauling PT BMS, Rabu (22/2/2023).

Menurut Jusuf Kalla, smelter dibangun di Luwu dengan alasan lebih efektif dan efisien sementara material tambang nikel berasal dari Sulawesi Tenggara.

“Untuk material diambil dari sekitar Kendari, Kolaka dan Kolaka Utara, dari sana perjalanan lewat laut hanya sekitar 6 jam saja, jadi jauh lebih efisien daripada mereka bawa ke Sulawesi Tengah, jadi kita lebih efisien dan keluarnya juga lebih mudah,” kata JK sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/2/2023).

Jusuf Kalla menyebut rencana smelter nikel beroperasi pada tahun 2023 ini dan akan merekrut ribuan tenaga kerja. “Tahun ini sekitar Agustus-September rencananya sudah bisa beroperasi, rekrutmen tenaga kerja dibutuhkan banyak, sekarang saja sudah seribu itu baru seperlima nanti kalau sudah beroperasi kira-kira 4000 tenaga kerja,” ucap JK.

JK mengatakan komitmen dengan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Luwu dan masyarakat sekitar akan diperhatikan sesuai kebutuhan. “Komitmen kami untuk kesejahteraan Pemda dan masyarakat untuk membangun apa yang bisa dilakukan bersama seperti pendidikan, sosial, infrastruktur, penghijauan yang penting bagaimana daerah di Luwu ini masyarakat menerima manfaat,” ujar JK.

Saat ini, smelter nikel tersebut telah terbangun satu tungku dari dua tungku yang dipersiapkan untuk beroperasi tahun ini, selain itu dukungan infrastruktur seperti pelabuhan Jetty dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk mensuplai listrik juga tengah dibangun.

Site Manager PT BMS Zulkarnaen mengatakan pembangunan fasilitas pelabuhan Jetty sedang dalam pengerjaan dan sekitar 3 bulan ke depan sudah bisa selesai sehingga smelter sudah beroperasi tahun ini. “Pelabuhan Jetty keluar sepanjang 800 meter dari bibir pantai dengan kedalaman hingga 7 meter, kalau tidak ada halangan, cuaca bagus sudah selesai sekitar 3 sampai 4 bulan kedepan, nantinya selain material dibongkar untuk dibawa ke dalam pabrik juga akan melakukan pemuatan untuk ekspor ke negara tujuan,” tutur Zulkarnaen.

Diketahui smelter nikel yang dibangun Jusuf Kalla melalui PT BMS memiliki nilai investasi sebesar Rp10 triliun ditargetkan beroperasi beberapa bulan ke depan dan siap menampung 4000 tenaga kerja Smelter yang dibangun di atas lahan seluas 141 hektare tersebut memiliki kapasitas mencapai 60 ribu ton per tahun untuk satu smelter, rencananya hingga tahun 2030 akan dibangun sampai 14 tungku smelter.

Baca juga

Wastra Khas Luwu Tampil di Premium Expo HUT Dekranas ke-46, Ketua Dekranasda Hadiri Rangkaian Kegiatan

11 Juli 2026 - 12:03 WITA

Produk UMKM Luwu Tampil di HUT ke-46 Dekranas, Bupati Tinjau Stand Dekranasda

11 Juli 2026 - 11:41 WITA

Buka SE2026 di Rujab, Bupati Patahudding Jadi Responden Pertama BPS Luwu

15 Juni 2026 - 18:21 WITA

Kelangkaan Gas 3 Kg di Kecamatan Bua Dikeluhkan Warga, Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

1 Juni 2026 - 18:04 WITA

Hangatkan Sinergi Ekonomi Daerah, Bupati Luwu Sambut Kunjungan Bank Indonesia Sulsel

5 Maret 2026 - 12:33 WITA

Trending di Ekonomi