Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Luwu Beri Peringatan Tegas kepada 33 Pejabat yang Baru Dilantik Mahasiswa Semester 1 Ditemukan Meninggal Dirumahnya di Pabbaresseng Bua Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Ajak Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri, Hindari Jasa Calo Transparansi PTSL : 14 Hari Masa Pengumuman PTSL, Masyarakat Diminta Cermati Data Tanah Dari Pegunungan Latimojong ke Polda Metro Jaya, Jejak Pengabdian Irjen Adex Yudiswan Pimpin HKTI Luwu, Patahudding Dorong Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Budaya

Harmoni Tradisi dan Harapan: Tudang Sipulung di Desa Sampa Satukan Petani Sambut Musim Tanam

badge-check


					Harmoni Tradisi dan Harapan: Tudang Sipulung di Desa Sampa Satukan Petani Sambut Musim Tanam Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com,– Nuansa kebersamaan dan kearifan lokal terasa begitu kuat di Dusun Balabatu, Desa Sampa, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Pemerintah desa bersama masyarakat menggelar kegiatan Tudang Sipulung, sebuah tradisi musyawarah yang tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga simbol persatuan dan harapan para petani,Rabu (15 April 2026) .

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan jadwal masa tanam periode A-SEP (April–September) mendatang. Kepala Desa Sampa, Arfand, Amd.Kep, menegaskan bahwa Tudang Sipulung merupakan warisan budaya yang terus dijaga.

“Tudang Sipulung mempunyai makna musyawarah, dalam hal ini bermusyawarah untuk menetapkan jadwal masa tanam periode A-SEP (April–September) mendatang. Ini adalah tradisi yang kami anggap sebagai warisan dari pemangku adat terdahulu,” ujarnya.

Dalam musyawarah tersebut, disepakati bahwa masa tanam periode A-SEP akan dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 24 Juni dengan sistem tabela.

Lebih dari sekadar forum penentuan jadwal, Tudang Sipulung juga menjadi wujud rasa syukur para petani atas hasil panen yang telah diperoleh. Tradisi ini bahkan kerap dimaknai sebagai pesta panen sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

“Selain itu, Tudang Sipulung juga merupakan simbol rasa syukur para petani atas hasil panen yang didapatkan, bisa dibilang pesta panen, dan juga sebagai ajang silaturahmi. Kami berharap panen berikutnya diberkahi dan mendapatkan hasil yang melimpah,” tambah Arfand.

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Kepala BPP Kecamatan Bajo, Kepala BPP Kecamatan Kamanre, Camat Bajo, perwakilan Dinas Perikanan, UPTD Pengairan, para kepala desa dari Balla, Jambu, dan Seppong, KUA Bajo, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, ketua kelompok tani se-Desa Sampa, serta masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa.

Di tengah arus modernisasi, Tudang Sipulung di Desa Sampa menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan mampu menjadi fondasi dalam membangun masa depan yang lebih sejahtera.(pn/Arif)

Baca juga

Ritual Sakral Maddoja Roja Warnai HUT ke-67 Luwu, Doa Bersama Mengawali Mappacekke Wanua

4 Juli 2026 - 19:28 WITA

Mallekke Wai HUT Luwu 67 :Air Sumur Arung Senga Diakar, Gadis Belum Balig Usung Ke Baruga

2 Juli 2026 - 14:28 WITA

Pawai Obor Memadati Jalan Belopa Sambut 1 Muharram 1448H

17 Juni 2026 - 00:19 WITA

Festival Pesisir Desa Raja: Pemuda Pesisir Jadi Garda Depan Menuju Indonesia Emas

18 Agustus 2025 - 10:38 WITA

Penutupan Lomba HUT-RI ke-80 di Desa Temboe Meriah, Jadi Ajang Silaturahmi Warga

17 Agustus 2025 - 19:50 WITA

Trending di Budaya