Menu

Mode Gelap
Menuju Kursi Strategis Pemkab Luwu, 14 Pejabat Jalani Tahapan Assessment Wabup Luwu Hadiri Ekspose Manajemen Talenta ASN se-Sulsel Percepat Legalisasi Aset Daerah dan Tanah Ulayat, Kantor Pertanahan Luwu Ikuti Rapat Koordinasi Bersama KPK dan ATR/BPN secara Daring Kantor Pertanahan Luwu Gelar Rapat Gelar Kasus, Perkuat Kepastian Hukum dalam Permohonan Pembatalan Sertipikat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kejari Luwu Gelar Ekspose Pendampingan Hukum Bersama Kantor Pertanahan Luwu DPRD Luwu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Beri Penjelasan Teknis Dalam Rapat RPD

Pemerintahan

Tak Ingin Anak Luwu Tumbuh Terhambat, Bupati Ajak Warga Jadi “Orang Tua Asuh” Lawan Stunting

badge-check


					Tak Ingin Anak Luwu Tumbuh Terhambat, Bupati Ajak Warga Jadi “Orang Tua Asuh” Lawan Stunting Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, -Harapan agar anak-anak di Kabupaten Luwu tumbuh sehat dan cerdas mendorong pemerintah daerah mengambil langkah lebih dekat ke masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang resmi dibuka Bupati Luwu, Patahudding, di Ruang Pola Andi Kambo, Rabu (22/4/2026).

Program ini bukan sekadar kegiatan biasa. Di baliknya, ada upaya nyata untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan perhatian, terutama dalam pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang.

Bupati Patahudding menegaskan, persoalan stunting adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian, bukan hanya pemerintah.

“Kalau kita peduli, kita bisa bantu. Melalui gerakan ini, siapa pun bisa menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujarnya.

Melalui GENTING, masyarakat diajak mendampingi langsung keluarga berisiko stunting. Pendampingan ini dinilai lebih efektif karena dilakukan secara nyata, bukan hanya berbasis program di atas kertas.

Kepala DPPKB Luwu, Muhammad Afif Hamka, menjelaskan bahwa program ini menyasar seluruh wilayah Luwu, mulai dari 22 kecamatan hingga 227 desa dan kelurahan. Fokusnya adalah ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita dari keluarga berisiko.

“Stunting ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama. Kami berharap semua pihak bisa ikut terlibat dan saling membantu,” katanya.

Dengan data keluarga yang sudah tersedia, para orang tua asuh nantinya dapat memantau langsung kondisi anak, mulai dari asupan gizi hingga perkembangan kesehatannya. Cara ini diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, pimpinan OPD, camat, tenaga kesehatan, hingga kader pendamping keluarga.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu ingin memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Sebab, masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya hari ini.

Baca juga

Menuju Kursi Strategis Pemkab Luwu, 14 Pejabat Jalani Tahapan Assessment

9 Mei 2026 - 19:14 WITA

Hardiknas di Luwu: Dari Belopa, Pesan Tegas—Sekolah Jangan Hanya Mengajar, Tapi Membentuk Manusia

4 Mei 2026 - 18:18 WITA

Kabar Baik! Luwu Bakal Punya RS Regional Modern, Ini Pesan Gubernur untuk Bupati Luwu

28 April 2026 - 08:07 WITA

Dari Kebun ke Harapan: Upaya Luwu Menghidupkan Kembali Kakao dan Masa Depan Petani

25 April 2026 - 00:09 WITA

Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah

21 April 2026 - 20:35 WITA

Trending di Pemerintahan