Menu

Mode Gelap
Larangan Meliput dan Perampasan HP Wartawan di Jeneponto, IWO Sulsel : Pelaku Terancam Penjara 2 Tahun 142.870 Anak di Luwu, Bunda Forum Anak Dorong Duta Anak Jadi Jembatan Aspirasi ke Pemda Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan, Kantah Luwu Hadiri Rapat Koordinasi Pengembangan NIB, NOP, dan Zona Nilai Tanah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik Panitia Ajudikasi, Satgas, dan Masyarakat Pengumpul Data Fisik PTSL Tahun 2026 Perkuat Sinergi Antarinstansi, KPKNL Palopo Kunjungi Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Bahas Sertipikasi dan Pengelolaan BMN Kantah Luwu Hadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran KBLI RDTR Kawasan Perkotaan Belopa, Perkuat Sinergi Penataan

Bencana

PPNI Jeneponto Dirikan Posko Kesehatan Untuk Korban Banjir Bandang

badge-check


					PPNI Jeneponto Dirikan Posko Kesehatan  Untuk Korban Banjir Bandang Perbesar

Jeneponto 30/1/2019 – Bencana alam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan yang mengakibatkan beberapa desa terkena dampak banjir bandang sehingga menjadi alasan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( DPD PPNI ) Kabupaten Jeneponto langsung mendirikan posko kesehatan sehari setelah bencana yang melanda sejak 22/1/2019 di Desa Sapanang , Dusun Bantaulu Kabupaten Jeneponto.

” Kami langsung bergerak kelapangan untuk memantau langsung dan mendirikan posko kesehatan serta menyiapkan makanan siap saji, kebutuhan pakaian serta pelayanan posko kesehatan yang standby 24 jam dimana perawat se-kabupaten Jeneponto bergiliran shift untuk membantu korban”, ungkap Rinal selaku Ketua DPD PPNI Jenenpoto.

Dengan berdirinya posko kesehatan DPD PPNI maka bantuan dari lintas daerah pun terus mengalir diantaranya dari DPW PPNI Sul-Sel, DPD PPNI Kota Makassar , HiPGABI ( Himpunan Perawat Gawat Darurat Bencana ) Sulsel, Ikatan Ners Unhas ,dan GNPHI ( Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia ) Kab. Jeneponto.

” Kami akan Turut berkolaborasi dan berkoordinasi dengan PPNI Jeneponto dalam memberikan bantuan terhadap Korban Banjir sehingga masyarakat mendapat layanan yang baik dan maskimal, ungkap Sudirman Effendi Ketua GNPHI Jeneponto.

Hingga saat ini ,sudah terdata 14 orang korban jiwa meninggal dunia dan beberapa orang masih belum diketahui keberadaannya serta ratusan warga masih berada di posko pengungsian.

” Kami sangat terbantu dengan adanya posko pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh para perawat ,karena kami tak mampu membawa Anak kami ke puskesmas untuk berobat”, Ungkap Erni ,salah satu warga sapanang.

REPORTER: Uyha

Baca juga

Kantah Luwu Hadiri Sidang Perkara di PTUN Makassar sebagai Bentuk Komitmen Penegakan Hukum Pertanahan*

3 Juni 2026 - 20:05 WITA

Pemkab Luwu Bersinergi Program ELEVATE dan CORE untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

20 Mei 2026 - 19:12 WITA

Bupati Luwu Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga dan UMKM

20 Mei 2026 - 18:33 WITA

Ribuan Aset Pemda Sulsel “Tak Bertuan”, Rp14,1 Triliun Terancam Diserobot

14 Mei 2026 - 01:29 WITA

Kajati Sulsel Apresiasi Kinerja Kejari Luwu, Serapan Anggaran Tertinggi di Sulsel

11 Mei 2026 - 20:24 WITA

Trending di Sulsel