MAKASSAR,- TEROPONGSULSELJAYA.com,- Tahun 2020 merupakan tahun paceklik bagi sektor perekonomian secara nasional, hal ini terjadi dari dampak negative Pandemic Global Covid-19. Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sementara digalakka Pemerintah dan kini berfokus pada akselerasi realisasi anggaran program-program strategis penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan program di berbagai leading sector.
Berbagai usulan yang sementara digodok oleh pemerintah melalui beberapa kementerian terkait dalam rangka pemulihan ekonomi secara nasional. Adapun usulan Program yang sedang disiapkan pemerintah antara lain: (1) Pinjaman PEN Daerah yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan no. 105/2020); (2) Tambahan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Program PEN; (3) Program Padat Karya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR); (4) Pengembangan Desa Digital dan UMKM Digital; (5) Penambahan kuota alokasi Program Kartu Prakerja; (6) Program Gerakan Belanja di Pasar Rakyat; serta (7) Program Padat Karya dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sementara itu, sejumlah Kementerian dan Lembaga juga mengajukan beberapa Usulan Program, yakni: (1) Program Bangga Buatan Indonesia; (2) Program Beli Karet untuk Aspal 2020-2021; (3) Program Beli Bahan Baku Industri Kecil dan Menengah; (4) Program Beli (Discount) Produk UMKM; (5) Program Beli Produk Rakyat melalui Pegadaian; serta (6) Program Padat Karya Penyangga Wisata. Usulan-usulan program tersebut diajukan karena memenuhi kriteria: (a) mendorong pemulihan ekonomi; (b) berdampak signifikan terhadap penyerapan pekerja (padat karya), maupun share pertumbuhan ekonomi; dan (c) Nilai programnya yang cukup besar.

Berdasarkan rancangan program tersebut diatas, dimana nantinya akan diberlakukan secara universal bagi semua jenjang tingkatan dan lapisan struktur pemerintahan di Indonesia. Saat ini pemerintah juga sudah sangat intens dalam menggalang kinerja dari seluruh BUMN dan Swasta dalam Pemulihan Ekonomi Nasional. Bagi kita yang berada di Sulawesi Selatan tentu menjadi angin segar bagi berbagai sektor, khususnya sektor pariwisata dan kuliner dengan akselerasi dari pihak manajemen ings Air (IW). Uji coba terbang awal (proving flight) rute Bandara Sultan Hasanudin menuju Bandara Buntu Kunik Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis (20/8/2020), dapat berjalan dengan sukses tanpa kendala.
Beroperasinya Bandara Buntu Kunik yang terletak dari Kecamatan Mengkendek Toraja, tentu merupakan bagian dari rencana strategis pemerintah dalam mengimplemntasikan rancangan program PEN dari aspek pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor. Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara dapat dikatakan sebagai destinasi wisata yang sudah bertaraf International dan juga merupakan sebagai Program Padat Karya Penyangga Wisata dalam pertumbuhan ekonomi nasional bergerak di tingkatan daerah. Melihat berbagai aspek dari akselerasi yang terjadi saat ini, olehnya Pemerintah Kabupaten Enrekang sebagai kabupaten tetangga (serumpun) dari Toraja. Tentunya harus menyiapkan diri dari akselerasi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi kedepan yang merupakan bias positif terbukanya Bandara Buntu Kunik tersebut.
Jika ditelurusi kembali dari Big Plan dari pemerintah dalam memenuhi akselerasi pertumbuhan ekonomi dan flight opening pada Bandara Buntu Kunik, maka ini dapat diproyeksikan jika sirkulasi ekonomi pada daerah sekitar agak bergerak. Pandemic Global Covid-19 selama 6 bulan terakhir ini tentunya semua orang sudah masuk dalam kehidupan new normal dan akan melepaskan masa kejenuhan tersebut dengan metode refreshing. Bagi masyarakat Sulsel dan sekitarnya tentunya Toraja akan menjadi pilihan destinasi wisatanya dengan adanya flight opening Bandara Buntu Kunik.
Pemerintah Kabupaten Enrekang tentunya dapat mengambil bagian dalam menciptakan ruang pergerakan di sektor ekonomi pada Bandara tersebut dengan menghadirkan berbagai inovasi dari sektor wisata lokal desa, kuliner, jasa transfortasi, penginapan. Selain itu tentu sektor UMKM harus juga dimaksimalkan dalam memproduk.
Laporan : Kadimorfati






