TAKALAR, TEROPONGSULSELJAYA.com -Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Takalar melakukan demonstrasi di beberapa titik sentral di jalan poros Kabupaten Takalar pada hari Selasa 25 Agustus 2020.
Aksi pertama di lakukan di jalan poros jendral Sudirman di depan Kantor PDAM kabupaten takalar dan depan kantor PDAM kabupaten Takalar, setelah menyampaikan apa yang menjadi tuntutan nya di depan kantor PDAM, sejumlah massa aksi bergeser ke depan kantor Bupati Takalar dengan menaiki mobil Trotoar dengan sejumlah orator Aliansi Mahasiswa Takalar.


Titik Aksi ketiga di Sepang Gedung DPRD Takalar untuk menyampaikan aspiran nya setelah beberapa menit dan sejumlah massa Aksi membakar Ban Bekas sebagai rasa kesal karena beberapa menit aksi di lakukan tidak menuai anggota DPRD, namun setelah itu massa aksi di temui anggota DPRD komisi 2 dengan sejumlah anggota dewan nya, antara lain ketua Komisi 2 dan beberapa anggota nya.
Aliansi Mahasiswa Takalar membawa beberapa tuntutan seperti yang di ungkapkan salah satu Orator Fatur Rahman diantara nya mendesak Bupati Takalar mengevaluasi kinerja manajemen Pdam takalar,direktur PDAM bertanggung jawab atas kinerja buruk atas laporan keuangan berdasarkan laporan BPKP, membatalkan SK Penerimaan karyawan 14 orang yang terindikasi kuat adanya unsur nepotisme, mendesak APH Untuk mengusut tuntas penggunaan anggaran pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) Yang lebih belum beroperasi sampai sekarang dan menelan anggaran kurang lebih 1 Milyar,mendesak DPRD untuk memanggil direktur PDAM dan jajarannya atas laporan keuangan yang tidak sehat dan perekrutan karyawan yang sarat akan nepotisme dan tidak transparansi.
Itulah tuntutan yang di bawah oleh Aliansi Mahasiswa Takalar.
Jendral lapangan Taufik juga mempertegas jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab dan mengklaim gerakan ini maka mereka adalah penghianat dalam gerakan itu sendiri ungkap Taufik. Jika tuntutan kami tidak di indahkan maka kami akan Melakukan aksi demonstrasi dengan jumlah massa yang besar.(*Aza )






