Menu

Mode Gelap
Pemdes Temboe Bahas RKPDes 2027, Serap Aspirasi Warga dan Prioritaskan Program Pembangunan Desa Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial

Daerah

Gema Pintara: Catatan Buruk Bagi Pemerintah Kabupaten Pinrang

badge-check


					Gema Pintara: Catatan Buruk Bagi Pemerintah Kabupaten Pinrang Perbesar

PINRANG,- TEROPONGSULSELJAYA.com,- Agustus merupakan bulan yang istimewa bagi Bangsa Indonesia setiap tahunnya. Hari kemerdekaan ditetapkan setelah tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia mendeklarasikan sebagai negara yang berdaulat dan merdeka melalui pembacaan naskah proklamasi oleh presiden dan wakil presiden pertama, Ir. Soekarno dan Moch Hatta.

Di Tahun perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun diketahui sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lantaran dunia sedang dilanda bencana global (Pandemi Covid 19) yang juga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat secara umum di berbagai tempat.

Seperti halnya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Agustus kali ini masyarakat menyambut panen di tengah ganasnya isu penyebaran Pandemi Covid 19.

Kabupaten Pinrang adalah salah satu Kabupaten penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan,

Meskipun musim panen tidak dilakukan secara serentak di kabupaten Pinrang, masyarakat di dua kecamatan seperti Lembang dan Kecamatan Duampanua sudah memasuki musim panen, hal ini tentunya menjadi kesyukuran bagi seluruh masyarakat tani di dua kecamatan tersebut.

Namun pada faktanya panen tahun ini, tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat tani di kecamatan Lembang tepatnya di desa Binanga Karaeng.

Apandi mengatakan Dalam catatan Gema Pintara masih ada sekitar 1.387 Hektar lahan pertanian yang terpaksa tidak di garap karena mengalami krisis air, sehingga bisa kita pastikan dari luas lahan tersebut Gema Pintara meyakini ribuan petani yang harus tak bertani di tahun ini, Jum’at (28/08/2020)

“Selain dari pada itu Masyarakat Pinrang bagian Utara juga harus berhadapan tiap hari akan buruknya akses jalan di kecamatan lembang bagian pegunungan kurang lebih 30 Km panjang jalan yang tersebar di berbagai Daerah di kecamatan Lembang mengalami kerusakan sangat parah, seperti Poros Rajang ke Solan, Solan ke Padang, Padang ke Kariango dan Pao ke Rampusa, rRampusa ke Mesakada,” puangkasnya

Menurut Apandi, Hal ini menjadi catatan buruk bagi pemerintahan Kabupaten Pinrang Iwan-Alimin yang tidak menjalankan paket kebijakannya serba 24 bulan (2 tahun).

“Selanjutnya bukan hanya akses jalan yang menjadi persoalan utama masyakarat Pinrang bagian utara, tapi peserta didik SDN 273 Kulinjang Desa kariango juga harus merasakan buruknya bagunan dan pasilitas sekolah, dalih pemerintah meningkatkan mutu peserta didik hanya ilusi di rezim bupati sekarang,” beber Apandi.

Dan desa kariango merupakan salah satu desa yang belum bisa di lalui roda empat di kecamatan lembang.

“Tiga kecamatan di bagian Pinrang utara memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, hasil perkebunan dan pertanian sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakatnya, namun sangat di sayangkan hanya karena buruknya akses infrastruktur sehingga hasil produksi pertanian masyarakat Utara mengalami hambatan sampai kepasaran,” ujar Apandi.

Apandi selaku Pimpinan Gema Pintara yang diketahu sudah jauh malang melintang dalam gerakan rakyat melakukan advokasi Lingkungan di berbagai tempat dan juga sekaligus Alumni Unismuh Makassar mengecam kepada rezim pemerintah kabupaten Pinrang (Iwan-alimin) untuk segera memberikan akses air irigasi kepada masyarakat tani di kecamatan lembang, dan perbaikan infrastruktur jalan serta pasilitas pendidikan yang layak.

“Jika tidak mampu memenuhi beberapa persoalan pokok yang di hadapi masyarakat Pinrang bagian Utara, Segera lakukan pembentukan Daerah Otonomi Baru, biar kami yang kelola daerah kami sendiri,” tutup Apandi (aks)

Reporter: kadimorfati

Baca juga

PT Frasta Survey Indonesia Serahkan Hasil PBT PTSL Terintegrasi ILASPP kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu

1 September 2026 - 10:00 WITA

Evaluasi PTSL 2026, Kantor Pertanahan Luwu Dorong Percepatan dan Akurasi Data

23 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 2026

23 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu Hadiri Penurunan Bendera HUT Ke-81 Republik Indonesia

19 Agustus 2026 - 17:59 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu dan Pemkab Luwu Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Integrasi NIB dan NOP

18 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Trending di Daerah