Menu

Mode Gelap
Pembaruan Zona Nilai Tanah, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Libatkan Pemda dalam Rapat Persiapan ZNT Tak Ingin Anak Luwu Tumbuh Terhambat, Bupati Ajak Warga Jadi “Orang Tua Asuh” Lawan Stunting Air Mata Harapan di Balik Duka: Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta untuk Keluarga Nelayan Bone Pute Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

Daerah

FOMBAR dan Masyarakat Desa Bakaru, Menilai Ada Keganjalan Pengerjaan Jalan Beton, Ini Alasannya

badge-check


					FOMBAR dan Masyarakat Desa Bakaru, Menilai Ada Keganjalan Pengerjaan Jalan Beton, Ini Alasannya Perbesar

PINRANG,- TEROPONGSULSELJAYA.com,- Forum Mahasiswa Bakaru (FOMBAR) bersama masyarakat Desa Bakaru memdatangi lokasi pengerjaan Jalan Beton penghubung Desa Bakaru dan Basseang pada Kamis (29/10), yang dikerjakan oleh PT. Karya Mega Uleng selaku pemenang tender, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/10/20).

Kedatanga puluhan masyarakat ini untuk mempertanyakan persoalan penggunaan pasir yang dianggap masyarakat tidak layak untuk digunakan karena mengandung lumpur yang banyak.

Masyarakat menilai dalam prosesnya pasir ini tidak melewati proses penyaringan karena banyak terkandung batu sungai dan lumpur, sedangkan jauh hari sebelum pengecoran jalan saat masyarakat bertanya pada pengawas soal pasir ini, pengawas mangatakan akan diadakan penyaringan pasir sebelum dilakukan pengecoran, Kata Hamka.

“Kami selaku masyarakat tentunya sengat bersyukur ketika ada pembangunan yang masuk di desa kami, namun kami juga sangat menyayangkan kalau pasir yang digunakan tidak sesuai standar yang mengakibatkan kualitas beton tdk maksimal” tegasnya.

Boces selaku humas mengatakan kepada masyarakat bahwa pasir ini telah melalui proses penyaringan dan kami juga telah melakukan ujileb kelayakan penggunaan pair namun saat warga meminta hasil ujileb.

Namun pengawas bersekukuh untuk tidak memperlihatkan pada masyarakat.

Pak kahar salah satu pengawas saat ditemui warga dilokasi mengatakan untuk mengimbangi banyaknya lumpur yang terkandung pada pasir maka semen yang digunakan juga diperbanyak.

Masyarakat juga mempertanyakan papan informasi proyek tak tidak mencantumkan volume namun pengawas mengatakan ini adalah kesalahan cetak yang dilakukan oleh PU.

“Kami dari Forum Mahasiswa Bakaru dan masyarakat Desa Bakaru tentunya berharap agar seluruh pihak terkait mampu mendorong pertemuan didesa kami untuk menjelaskan kepada masyarakat luas persoalan ini agar tak ada pihak yang dirugikan” kata Andi selaku ketua Forum Mahasiswa Bakaru. (aks)

Reporter: dyroen

Baca juga

Pembaruan Zona Nilai Tanah, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Libatkan Pemda dalam Rapat Persiapan ZNT

23 April 2026 - 08:52 WITA

Air Mata Harapan di Balik Duka: Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta untuk Keluarga Nelayan Bone Pute

22 April 2026 - 17:16 WITA

Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan

21 April 2026 - 18:07 WITA

Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

21 April 2026 - 18:03 WITA

Libatkan Masyarakat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Laksanakan Pemeriksaan Lapang PTSL di Desa Cimpu Utara

19 April 2026 - 08:06 WITA

Trending di Daerah