Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

Daerah

FOMBAR dan Masyarakat Desa Bakaru, Menilai Ada Keganjalan Pengerjaan Jalan Beton, Ini Alasannya

badge-check


					FOMBAR dan Masyarakat Desa Bakaru, Menilai Ada Keganjalan Pengerjaan Jalan Beton, Ini Alasannya Perbesar

PINRANG,- TEROPONGSULSELJAYA.com,- Forum Mahasiswa Bakaru (FOMBAR) bersama masyarakat Desa Bakaru memdatangi lokasi pengerjaan Jalan Beton penghubung Desa Bakaru dan Basseang pada Kamis (29/10), yang dikerjakan oleh PT. Karya Mega Uleng selaku pemenang tender, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/10/20).

Kedatanga puluhan masyarakat ini untuk mempertanyakan persoalan penggunaan pasir yang dianggap masyarakat tidak layak untuk digunakan karena mengandung lumpur yang banyak.

Masyarakat menilai dalam prosesnya pasir ini tidak melewati proses penyaringan karena banyak terkandung batu sungai dan lumpur, sedangkan jauh hari sebelum pengecoran jalan saat masyarakat bertanya pada pengawas soal pasir ini, pengawas mangatakan akan diadakan penyaringan pasir sebelum dilakukan pengecoran, Kata Hamka.

“Kami selaku masyarakat tentunya sengat bersyukur ketika ada pembangunan yang masuk di desa kami, namun kami juga sangat menyayangkan kalau pasir yang digunakan tidak sesuai standar yang mengakibatkan kualitas beton tdk maksimal” tegasnya.

Boces selaku humas mengatakan kepada masyarakat bahwa pasir ini telah melalui proses penyaringan dan kami juga telah melakukan ujileb kelayakan penggunaan pair namun saat warga meminta hasil ujileb.

Namun pengawas bersekukuh untuk tidak memperlihatkan pada masyarakat.

Pak kahar salah satu pengawas saat ditemui warga dilokasi mengatakan untuk mengimbangi banyaknya lumpur yang terkandung pada pasir maka semen yang digunakan juga diperbanyak.

Masyarakat juga mempertanyakan papan informasi proyek tak tidak mencantumkan volume namun pengawas mengatakan ini adalah kesalahan cetak yang dilakukan oleh PU.

“Kami dari Forum Mahasiswa Bakaru dan masyarakat Desa Bakaru tentunya berharap agar seluruh pihak terkait mampu mendorong pertemuan didesa kami untuk menjelaskan kepada masyarakat luas persoalan ini agar tak ada pihak yang dirugikan” kata Andi selaku ketua Forum Mahasiswa Bakaru. (aks)

Reporter: dyroen

Baca juga

PT Frasta Survey Indonesia Serahkan Hasil PBT PTSL Terintegrasi ILASPP kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu

1 September 2026 - 10:00 WITA

Evaluasi PTSL 2026, Kantor Pertanahan Luwu Dorong Percepatan dan Akurasi Data

23 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 2026

23 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu Hadiri Penurunan Bendera HUT Ke-81 Republik Indonesia

19 Agustus 2026 - 17:59 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu dan Pemkab Luwu Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Integrasi NIB dan NOP

18 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Trending di Daerah