Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu Dinkes Luwu Bergerak Cepat, dr. Rosnawary Ungkap Langkah Nyata Menuju Wistara Paripurna 2027 Dari Akar Desa ke Panggung Nasional, Luwu Mantapkan Langkah Menuju Sehat Paripurna Bupati Patahudding Gaungkan Luwu Sehat 2027, Targetkan Swasti Saba Wistara Paripurna

Daerah

Komunitas Lingkar Nalar Sukses Gelar Pestival Kampung Kota di Hari Jadinya yang Ke-4 Tahun

badge-check


					Komunitas Lingkar Nalar Sukses Gelar Pestival Kampung Kota di Hari Jadinya yang Ke-4 Tahun Perbesar

PINRANG,- TEROPONGSULSELJAYA,- com,- Rayakan ulang tahun yang ke 4, Komunitas Lingkar Nalar gelar Pestival Kampung Kota di Taman Pintar Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu, (11/11/2020). Kegitan ini sebagai upaya refleksi atas berbagai kekacauan persoalan agraria di Sulawesi Selatan, dan korban kriminalisasi tahanan politik di Kabupaten Pinrang.

Sejak sore sekitar 17.00 kegiatan pestival dimulai dengan panggung bebas ekspresi yang menampilkan Puisi, Lagu, Teatrikal yang bernuansakan perlawanan dalam hal menyikapi berbagai polemik kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan harapan-harapan rakyat.

Salah satu kolektif Nalar mengatakan bahwa dalam rangka milad ke 4 Komonitas Lingkar Nalar kami mengangkat Tema “Panjang Umur Hal-Hal Baik”, tema ini kami angkat sebagai pemantik semangat bagi semua teman-teman yang sedang berjuang terkhusu pada Lingkar Nalar itu sendiri.

“Kami melihat sepanjang kepemimpinan Jokowi banyak kebijakan yang malah bertentangan dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti halnya yang terjadi di Pulau Kodingareng Makassar, Petani Soppeng yang di kriminalisasi serta ditahan karena menebang pohon di tanah sendiri. Petani yang sering kali diteror karena mempertahankan sungainya di Salipolo dan Bababinanga, Kecamatan Cempa, Pinrang. Warga Barabayya Makassar yang terancam di gusur oleh mapia tanah. Masyarakat Luwu yang berseteru dengan Korsporasi PT-PUL. Masyarakat Enrekang di Kecamatan Maiwa dirampas hak tanah leluhurnya oleh PTPN XIV, dan Petani di Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap yang berkonflik dengan tamabang galian C mulai tahun 2008 sampai sekarang,” tambahnya.

Belum lagi prilaku aparat yang kita kenal sebagai pengayom dan pelindung rakyat dalam hal ini kerap kali melakukan tindakan-tindakan refresif terhadap orang-orang yang memiliki keberanian menyampaikan hak atas hidupnya, seperti yang dialami teman kami di pinrang, yang dituduh melakukan vandalisme,” lanjutnya.

“Harapan kami dari Komunitas Lingkar Nalar semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi semangat bagi siapapun yang memiliki kepedulian serta cinta kepada sesamanya, dan juga semoga semua semangat yang masih berjuang atas kehidupannya tidak akan padam, Panjang Umur Perjuangan,” tutupnya. (aks)

Reporter: dyroen

Baca juga

Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan

21 April 2026 - 18:07 WITA

Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

21 April 2026 - 18:03 WITA

Libatkan Masyarakat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Laksanakan Pemeriksaan Lapang PTSL di Desa Cimpu Utara

19 April 2026 - 08:06 WITA

800 Rider Taklukkan Jalur Ekstrem Latimojong, Wabup Luwu Buka Adventure Trail Penuh Adrenalin

18 April 2026 - 20:42 WITA

PW dan 5 PD se-Sumsel Resmi Dilantik, Yudhistira Ajak IWO Kontrol Lingkungan di Muba Sebagai Kawasan Tambang Minyak

18 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah