Menu

Mode Gelap
Pemdes Temboe Bahas RKPDes 2027, Serap Aspirasi Warga dan Prioritaskan Program Pembangunan Desa Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial

Daerah

Komunitas Lingkar Nalar Sukses Gelar Pestival Kampung Kota di Hari Jadinya yang Ke-4 Tahun

badge-check


					Komunitas Lingkar Nalar Sukses Gelar Pestival Kampung Kota di Hari Jadinya yang Ke-4 Tahun Perbesar

PINRANG,- TEROPONGSULSELJAYA,- com,- Rayakan ulang tahun yang ke 4, Komunitas Lingkar Nalar gelar Pestival Kampung Kota di Taman Pintar Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu, (11/11/2020). Kegitan ini sebagai upaya refleksi atas berbagai kekacauan persoalan agraria di Sulawesi Selatan, dan korban kriminalisasi tahanan politik di Kabupaten Pinrang.

Sejak sore sekitar 17.00 kegiatan pestival dimulai dengan panggung bebas ekspresi yang menampilkan Puisi, Lagu, Teatrikal yang bernuansakan perlawanan dalam hal menyikapi berbagai polemik kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan harapan-harapan rakyat.

Salah satu kolektif Nalar mengatakan bahwa dalam rangka milad ke 4 Komonitas Lingkar Nalar kami mengangkat Tema “Panjang Umur Hal-Hal Baik”, tema ini kami angkat sebagai pemantik semangat bagi semua teman-teman yang sedang berjuang terkhusu pada Lingkar Nalar itu sendiri.

“Kami melihat sepanjang kepemimpinan Jokowi banyak kebijakan yang malah bertentangan dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti halnya yang terjadi di Pulau Kodingareng Makassar, Petani Soppeng yang di kriminalisasi serta ditahan karena menebang pohon di tanah sendiri. Petani yang sering kali diteror karena mempertahankan sungainya di Salipolo dan Bababinanga, Kecamatan Cempa, Pinrang. Warga Barabayya Makassar yang terancam di gusur oleh mapia tanah. Masyarakat Luwu yang berseteru dengan Korsporasi PT-PUL. Masyarakat Enrekang di Kecamatan Maiwa dirampas hak tanah leluhurnya oleh PTPN XIV, dan Petani di Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap yang berkonflik dengan tamabang galian C mulai tahun 2008 sampai sekarang,” tambahnya.

Belum lagi prilaku aparat yang kita kenal sebagai pengayom dan pelindung rakyat dalam hal ini kerap kali melakukan tindakan-tindakan refresif terhadap orang-orang yang memiliki keberanian menyampaikan hak atas hidupnya, seperti yang dialami teman kami di pinrang, yang dituduh melakukan vandalisme,” lanjutnya.

“Harapan kami dari Komunitas Lingkar Nalar semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi semangat bagi siapapun yang memiliki kepedulian serta cinta kepada sesamanya, dan juga semoga semua semangat yang masih berjuang atas kehidupannya tidak akan padam, Panjang Umur Perjuangan,” tutupnya. (aks)

Reporter: dyroen

Baca juga

PT Frasta Survey Indonesia Serahkan Hasil PBT PTSL Terintegrasi ILASPP kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu

1 September 2026 - 10:00 WITA

Evaluasi PTSL 2026, Kantor Pertanahan Luwu Dorong Percepatan dan Akurasi Data

23 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 2026

23 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu Hadiri Penurunan Bendera HUT Ke-81 Republik Indonesia

19 Agustus 2026 - 17:59 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu dan Pemkab Luwu Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Integrasi NIB dan NOP

18 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Trending di Daerah