NTT,TEROPONGSULSELJAYA.Com- Pasca meletusnya Gunung Lewo Tolok di kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pagi kemarin 29/11/2020, mengakibatkan ribuan masyarakat dievakuasi.
Hujan kerikil dan Lahar Panas serta kepulan Asap Vulkanik menjadi penyebab sulitnya Team Relawan mengevakuasi masyarakat yang terjebak, terlebih lagi kondisi listrik yang padam juga memperlambat evakuasi.


Beberapa aksi sosial dalam penggalangan danapun dilakukan oleh masyarakat di sekitar daerah yang tidak terdampak salah satunya pemuda Kecamatan Buya Suri dan Ome Suri 30/11/2020.
Ikram salah satu pemuda Buya Suri mengatakan bahwa kami mencoba melakukan hal hal kecil dengan mengirim bantuan berupa Pakaian, makanan instan dan tenaga pemuda untuk membantu serta menyebarkan bantuan melalui media sosial.
“kita hanya bisa mengirimkan tenaga, pakaian seadanya serta makanan instan yang kamipun sadar bahwa itu jauh dari kata cukup. Makanya kami mencoba membuka donasi di media sosial berharap ada respon dari seluruh masyarakat Indonesia,” Ucapnya Ikram Alumni Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar.
Dari informasi yang Team Teropongsulseljaya.com himpun, Pusat pengungsian berada di Kota Lembata dengan total pengungsi mencapai +-2000 orang di berbagai titik diantaranya, Kantor Bupati Lama, Aula Angkora, kelurahan lewola tengah dan beberapa tempat lainnya.
Kondisi Gunung saat ini masih mengeluarkan Abu Vulkanik sehingga ada himbauan untuk tidak berada Radius 4KM dari Pusat Gunung yang diketahui merupakan wilayah pemukiman penduduk. (vhr)
Reporter : Jusmawan






