Menu

Mode Gelap
Pemdes Temboe Bahas RKPDes 2027, Serap Aspirasi Warga dan Prioritaskan Program Pembangunan Desa Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial

COVID-19

5 Hari Mendapatkan Perawatan, Meninggal di ICU Status Positif

badge-check


					5 Hari Mendapatkan Perawatan, Meninggal di ICU Status Positif Perbesar

Teropongsulseljaya.com, Luwu – Pihak Rumah Sakit (RS) Batara Guru Belopa lagi lagi mengeluarkan hasil pemeriksaan terhadap seorang pasien meninggal WD (55) sebagai Pasien Positif Covid-19, 18/01/2021

Dari informasi yang Team Teropongsulseljaya.com himpun, WD masuk kerumah sakit pada hari kamis 14/01/2021 dengan gejala sakit bagian belakang serta luka berwarna merah dan nyeri seluruh tubuh. Pada hari sabtu 16/01/2021, Almarhum di arahkan untuk mendapatkan perawatan ICU RS Batara Guru dan diwajibkan untuk Swab sebagai persyaratan yang telah ditetapkan oleh pihak RS kemudian pada hari senin 18/01/2021 di kabarkan meninggal dunia.

Keluarga WD “Jumardi” yang juga merupakan Jurnalis salah satu Media mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan Direktur RS terkait almarhum WD yang mendapat status pasien Covid setelah meninggal dan sebelumnya dalam pelayanan justru jauh dari SOP dan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Keluarga saya 2 hari menjalani perawatan, namun setelah itu diarahkan ke ICU dengan proses Swab sebagai syarat yang telah ditetapkan pihak RS. Semasa dalam perawatan Almarhum tidak ada indikasi mengarah ke Covid namun setelah almarhum meninggal dunia barulah muncul status positif covid dari keterangan dokter yang kami keluarga terima,” Jelasnya Jumardi.

Lanjutnya, “hingga proses memandikan Jenazah serta pemakaman kami melihat tidak adanya sama sekali SOP Covid-19 hingga kami sekeluarga berfikir bahwa sttus Covid almarhum ini apakah serius atau sekedar bermain main dan jujur kami selaku keluarga sangat terganggu dengan hasil positif covid itu, “Terangnya Jumardi.

Diketahui bahwa Almarhum WD dalam kurun waktu yang sangat lama jarang berinteraksi dengan orang dikarenakan almarhum mengidap sakit mata dan kaki sehingga munculnya pertanyaan dari keluarga Covid-19 yang diderita almarhum berasal dari mana.

” Almarhum sudah lama tidak berinteraksi dengan orang karena beliau sakit mata dan kaki. Nah Covid ini datangnya dari mana, ” Ungkapnya Jumardi.

Direktur RS Batara Guru Belopa “dr. Daud Mustakim” saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, mengatakan bahwa pasien Covid ini bisa dijenguk yang penting mematuhi protokol kesehatan.

” Harusx tdk lolos. Tapi kalo mrk pake masker ji semua, dan tdk bersentuhan dengan almarhum… Inshaa Allah , Aman,” Tulisnya Direktur RS Batara Guru Belopa.

Lanjut, “Laporan dari dokter yg Rawat, iye…..
Hasil Foto Thorax dan Swab Antigen positif.
Krn perintah saya ke Petugas
Kalo ada pasien yg di curigai Covid, jelaskan mmg sm keluarga,” Tulisnya lagi.

Lanjutnya lagi, “Di ICU itu, ada Ruang isolasi jg…. Yg fasilitasx lbh dr ruang covid… Kalo covid, tdk. Kalo bkn covid,. Bebas,” Terang Direktur dalam pesannya.

Daud Mustakim juga menjelaskan bahwa pihaknya memberikan kelonggaran terhadap keluarga pembesuk demi kepentingan keluarga.

” Penjenguk itu , harusx tdk bisa, tapi km longgarkan demi untuk kepentingan keluarga, tapi ttp jaga protokol kesehatan.Tdk ketat protes, Kalo petugas ketat, keluarga biasa marah juga. Yg jelas km instruksikan sesuai protap.

“Khusus pasien ini sy tdk tau. Rs buat aturan ato tdk. Kan sdh ada protokol untuk semua. Sedangkan org sehat, kita di suru jaga jarak, pakai masker. Covid ini bukan barang baru, Apalagi sm org sakit Jadi, dikasi tau ato tdk,. Hrsx ikut protokol, “Tutupnya Direktur RS melalui chat via WhatsApp. (Red)

Reporter : Jumardi

Baca juga

Kasus Positif Covid-19 Wilayah Kalimantan timur Semakin Meningkat, Masyarakat di HimbauTetap Mematuhi Protokol Kesehatan

26 Juli 2022 - 15:33 WITA

Jelang Ramadan, Kapolri Kejar Target Akselerasi Vaksinasi Booster

11 Maret 2022 - 21:08 WITA

PMI Prov Kaltim Gelar Vaksinasi Untuk Masyarakat Kota Samarinda

12 November 2021 - 20:08 WITA

Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan Kembali Berbagi Paket Sembako

1 November 2021 - 01:52 WITA

Kasus Terkonfirmasi Covid19 di Provinsi Kalimantan Timur Sudah Semakin Menurun

31 Oktober 2021 - 12:36 WITA

Trending di COVID-19