Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu Dinkes Luwu Bergerak Cepat, dr. Rosnawary Ungkap Langkah Nyata Menuju Wistara Paripurna 2027 Dari Akar Desa ke Panggung Nasional, Luwu Mantapkan Langkah Menuju Sehat Paripurna Bupati Patahudding Gaungkan Luwu Sehat 2027, Targetkan Swasti Saba Wistara Paripurna

Daerah

Kades Naga Kesiangan Enggan Komentar, Bantuan PKH di Alihkan ke  Bakti Sosial

badge-check


					Kades Naga Kesiangan Enggan Komentar, Bantuan PKH di Alihkan ke  Bakti Sosial Perbesar

SERGAI,-TEROPNGSULSELJAYA.Com- Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Hamdani Harahap diduga melakukan pemotongan bansos (bantuan sosial) non tunai PKH terhadap 9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Naga Kesiangan.

‘Penyunatan’ dana itu dengan dalih akan dikembalikan ke Kas Negara namun dialihkan untuk kegiatan Bakti Sosial bersama, Pemerintah Desa Naga Kesiangan.

“Uang tunai dari bantuan PKH yang merupakan hak KPM, disetujui Kepala Desa Naga Kesiangan Sugianto untuk disalurkan ke anak yatim dan lansia”

Setelah dilakukan konfirmasi, Kades Naga Kesiangan Sugianto hingga kini enggan berkomentar mengenai hal tersebut. Minggu (11/4).

Sebelumnya, menurut Erliana Saragih, Warga Dusun II, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi kepada Wartawan, Jumat (9/4) sore melalui telepon selulernya mengatakan bahwa penyaluran bansos PKH Tahap II yang dilaksanakan beberapa minggu lalu diduga ada kejanggalan, ia dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lainnya diarahkan Pendamping PKH agar mengambil uang bantuan PKH tersebut melalui agen dirumah Ketua kelompok di Dusun II, Desa Naga Kesiangan.

Pada penyaluran tersebut Saldo saya yang masuk ke KKS sebesar Rp1.625.000.- Namun yang saya terima dari Pendamping PKH hanya Rp.725.000,- ketika saya tanyakan mengapa diberikan segitu, Sisanya Rp 900.000, dimana pak, kata bapak pendamping itu bukan hak saya lagi dan akan dikembalikan ke Kas Negara. Padahal saat ‘digesek’ di mesin EDC saldonya semua masuk dan ditarik,”ujarnya.

Saat awak media menanyakan kepada ketua kelompok Dusun II Reni dikediamannya juga sebagai tempat berlangsungnya penyaluran dana tersebut, Apakah ada sejumlah KPM  yang mengalami pemotongan dana Bansos PKH pada saat penyaluran dan Berapa jumlahnya uang yang dipotong, Ketua kelompok telah membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar pak, ada 9 orang KPM yang dipotong langsung oleh bapak itu saat digesek, 3 orang dusun II, 1 orang Dusun III dan sisanya 5 orang Dusun V kemudian bapak pendamping itu mengatakan kepada ibu-ibu tersebut mereka tidak berhak lagi mendapatkan dana ini, nanti akan saya kembalikan ke kas negara, kalau jumlahnya bervariasi,”jelasnya.

Dari beberapa KPM yang dipotong Bantuannya mengatakan tidak terima dan sangat marah kepada Pendamping PKH yang baru 2 Bulan berada di Kecamatan Tebing Tinggi tersebut. “Kami dunia dan akhirat tak terima batuan kami di potong, dan itu hak kami”ungkapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi pendamping PKH Kecamatan Tebing Tinggi, Hamdani Harahap kepada wartawan, Sabtu (10/4) ia tidak membantah soal pemotongan bantuan tersebut. Setelah dilakukan pengumpulan pemotongan dari KPM, pendamping menginformasikan kepada Kades Naga Kesiangan.

“Saya informasikan kepada Kades bahwa ada uang sisa yang bukan haknya KPM agar diberikan kepada yang membutuhkan, dan akhirnya untuk uangnya itu sudah diberikan kepada lansia dan anak yatim,”ujarnya.

Dijelaskan Hamdani melalui pesan WhatsApp, saya sampaikan kepada mereka uang ini di kembali ke negara dan di sedekahkan sama anak yatim dan lansia.

“Sudah saya sampaikan seperti itu Pak?? Tapi mereka gak mendengarkan informasi yang sampaikan.

Saya sudah konfirmasi sama Pak Kades Bahkan sama Perangkat Desa di Naga Kesiangan dan Saya juga minta izin sama mereka untuk kegiatan acaranya. Mereka menyetujui Pak kalo uang itu di gunakan untuk anak yatim dan Lansia,”jawabnya. (*Red)

Baca juga

Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan

21 April 2026 - 18:07 WITA

Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

21 April 2026 - 18:03 WITA

Libatkan Masyarakat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Laksanakan Pemeriksaan Lapang PTSL di Desa Cimpu Utara

19 April 2026 - 08:06 WITA

800 Rider Taklukkan Jalur Ekstrem Latimojong, Wabup Luwu Buka Adventure Trail Penuh Adrenalin

18 April 2026 - 20:42 WITA

PW dan 5 PD se-Sumsel Resmi Dilantik, Yudhistira Ajak IWO Kontrol Lingkungan di Muba Sebagai Kawasan Tambang Minyak

18 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah