Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

Daerah

Petani Muda Inisiasi Kegiatan Rembug Nusantara

badge-check


					Petani Muda Inisiasi Kegiatan Rembug Nusantara Perbesar

Jakarta.-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Para anak muda bertemu secara daring dan saling berbagi pengalaman mendiskusikan isu-isu pertanian dalam acara bertajuk “Rembug Nasional Petani Muda Nusantara” sabtu (10/4/2021).

Anak-anak muda ini berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan dan Maluku. Tak hanya itu, sebagian dari mereka ternyata merupakan alumni dari berbagai pelatihan pertanian di luar negeri, seperti OISCA Jepang dan AICAT Israel.

Hendri Limbong, salah satu peserta asal Pakpak Bharat, yang merupakan alumni pelatihan pertanian di Israel mengatakan bahwa perlu adanya sekolah petani yang disiapkan di desa-desa untuk menghasilkan petani-petani muda yang mandiri. Selain itu, pusat-pusat penelitian pertanian harus dibangun di setiap daerah. Hal ini dikarenakan masing-masing daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga penerapan komoditas dan teknologi di suatu daerah sesuai dengan kondisi wilayahnya.

Peserta lainnya asal Palangkaraya, Asep, mengatakan bahwa menjadi petani merupakan tantangan karena tidak ada jaminan kesejahteraan sehingga kurang peminat khususnya kalangan muda. Untuk itu, pihaknya mendorong agar elemen-elemen yang berkaitan dengan pertanian seperti Bulog di daerah, harus menjadi pendukung petani dengan cara membeli hasil-hasil pertaniannya. Sementara itu, Dije Costa asal NTT, mengemukakan bahwa permasalahan utama pertanian di daerahnya yaitu kurangnya air. Sehingga untuk memulai menggarap lahan, perlu modal yang cukup besar. Maka dari itu, perlu adanya perhatian lebih dari Pemerintah untuk meningkatkan minat pertanian di wilayah timur.

Rembug Nasional yang diinisiasi oleh alumni OISCA tersebut juga bertujuan untuk mengajak anak-anak muda agar semakin terlibat aktif dalam berkolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan pertanian di Indonesia. “Perlu ada revitalisasi peran Petani Muda sebagai row model pertanian Indonesia. Revitalisasi bertujuan mendorong peran pemuda sebagai subjek kegiatan produksi di bidang agrobisnis, menguatkan peran pemuda tani dalam rantai agrobisnis, dan menjadi network dalam kemitraan agribisnis yang terus berkembang yang sustainable dari hulu dan hilir” kata Muhammad Halid (Direktur Training Center OISCA Sukabumi).

Sementara itu, staf Kementerian Pertanian yang turut hadir juga mengapresiasi adanya kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kembali semangat kolaborasi diantara pemuda dalam bidang pertanian. Permasalahan pertanian dinilai sudah menjadi permasalahan yang turun temurun sehingga perlu gerakan perubahan yang diinisiasi oleh petani muda.
“Potensi petani muda pemula juga sangat signifikan untuk diarahkan dalam meningkatkan produksi dan pemasarannya. Untuk itu perlu membentuk jaringan petani muda yang terorganisasi dan melibatkan berbagai unsur termasuk sektor swasta” sambut Nurul Farida.

Ke depannya, kelompok petani muda ini akan terus berkolaborasi dan menjadikan ajang Rembug Petani Muda sebagai forum tukar pengalaman antar petani muda dan menciptakan wadah khusus agar petani muda dapat berkembang secara efisien dan menyelesaikan berbagai permasalahan terkait pertanian melalui pendekatan kebijakan maupun teknologi pertanian.(*Red)

Baca juga

PT Frasta Survey Indonesia Serahkan Hasil PBT PTSL Terintegrasi ILASPP kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu

1 September 2026 - 10:00 WITA

Evaluasi PTSL 2026, Kantor Pertanahan Luwu Dorong Percepatan dan Akurasi Data

23 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 2026

23 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu Hadiri Penurunan Bendera HUT Ke-81 Republik Indonesia

19 Agustus 2026 - 17:59 WITA

Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu dan Pemkab Luwu Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Integrasi NIB dan NOP

18 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Trending di Daerah