Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Lama Bajo Ponrang Sabet Juara Umum MTQ XXXIII Luwu, H. Patahudding Dorong Kebangkitan Generasi Qur’ani Wakil Bupati Luwu Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 2026, Upaya Nyata Kendalikan Inflasi

Kesehatan

Percepatan Eliminasi Malaria, Dinas Kesehatan Fakfak Menggelar Evaluasi POPM

badge-check


					Percepatan Eliminasi Malaria, Dinas Kesehatan Fakfak Menggelar Evaluasi POPM Perbesar

Teropongsulseljaya.com ,Fakfak,Papua Barat -Mencegah angka penyebaran kasus serta eliminasi malaria, filariasis dan kecacingan di tengah masyarakat , Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar pertemuan secara online (via Zoom) untuk mengevaluasi target dan sasaran yang digelar di Aula Hotel Grand Papua, Kota Fakfak, selasa 14/09/2021.

Melalui kegiatan yang bertema “Pertemuan Tim Malaria Center Program Percepatan Eliminasi Malaria dan Mikro Planning POPM Vilariasis – Kecacingan Kabupaten Fakfak 2021” ini, dihadiri oleh seluruh kepala Puskesmas se-Kabupaten. Tata cara pelaporan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Via Online dan pencatatan pelaporan secara manual serta Microplanning tata cara perhitungan kebutuhan obat cacing dan filarisasi sesuai jumlah sasaran usia 2-70 tahun mendapat pendampingan lansung oleh Edi sunandar ST, M.Si (Mewakili Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat) selaku pemateri secara Zoom.

Melalui via Whatsup “Gondo Suprapto, SKM, M.Si,” selaku Kepala Dinas Kesehatan Fakfak kepada Team Teropongsulseljaya.com mengatakan, suatu kabupaten tergolong eliminasi bilamana selama tiga tahun berturut tidak memiliki kasus dan pada bulan oktober lalu merupakan bulan pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis dan kecacingan seluruh kabupaten di Provinsi Papua Barat.

“suatu kabupaten dinamakan sudah eliminasi malaria maka harus memenuhi persayaratan yaitu kasus positif malaria dibawah 1 per seribu penduduk selama 3 tahun berturut -turut dan tidak ada kasus positif indigenous setempat” Tulisnya Kadis Kesehatan.

Sambungnya, “Oleh karena itu perlu perencanaan yang matang yaitu setiap puskesmas harus mensukseskan capaian pengobatan massal filariasis harus mencapai 85% dari jumlah penduduk. Kegiatan POPM ini di kabuapten fakfak merupakan tahun ke 5, sehingga harus sukses. Karena bila suatu daerah melaksanankan POPM selama 5 tahun berturut turut maka dianggap bebas fiulariasis,” Terangnya.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Fakfak dalam penanggulangan malaria sudah mendapatkan Penghargaan Tingkat Nasional dari Kementrian Menpan RB RI untuk Inovasi Publik.

“Penghargaan tingkat Nasional dari kementrian Menpan RB RI untuk inovasi public yang sudah dilaksanakan yaitu dengan judul Bela Kaca (Bebas Malaria Kampung Bercahaya). Saat ini kasus malaria di fakfak sangat rendah yaitu sekitar 1 kasus perseribu penduduk,” Tutup Gondo Suprapto

Reporter : (Citizen Saf)

Baca juga

Tinjau Layanan Kesehatan, Bupati Luwu Evaluasi Langsung Kondisi Puskesmas Noling

14 Februari 2026 - 12:05 WITA

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

Botol Infus Berserakan di Pasar Bua, Dinas Kesehatan Pastikan Bukan Milik Faskes di Bua

7 September 2025 - 18:39 WITA

“Warga Geram: Pasar Bua Jadi Tempat Buang Produk Kedaluwarsa, Sampah Siap Digelontor ke Pemda”

7 September 2025 - 10:47 WITA

Bupati Luwu Pastikan Layanan Kesehatan Gratis UHC Prioritas di RSUD Batara Guru Berjalan Lancar

2 September 2025 - 23:06 WITA

Trending di Kesehatan