PALOPO,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Aksi demonstrasi yang di Lakukan Sekelompok pemuda atas nama Fotum Pemuda dan Mahasiswa Di Gedung Inspektorat kota palopo Rabu 22/September/2021.
Dalam aksi demonstrasi Tersebut sedikit Di warnai dengan gesekan, massa aksi terus mendesak kepala Inspektorat Untuk Menyelesaikan Kejahatan Sturuktural yang di lakukan dalam sistem kepemerintahan kota palopo.
Mardanianto jendral lapangan mengatakan dalam orasinya, bahwa kepala inspektorat tidak becus dalam menjalankan tugasnya, karna tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ada.

“Beberapa hari yang lalu kami telah mengirimkan surat laporan terkait dengan pemalsuan dokumen SK honorer Namun tak ada tindak lanjut dan progres dari Pihak inspektorat kota palopo dan saya rasa persoalan ini Suda lama bergulir namun mandek dalam perjalanan penyelesaiaannya”
Adapun Kasus SK honorer Fiktif yang melibatkan salah satu oknum yang Bernama Ibu arifa, telah di laporkan, pasalnya Ibu arifa Menggunakan SK Honorer fiktif untuk menjabat sebagai ASN.
Seperti yang di ketahui bersama bahwa beliau telah Mengaku sebagai honorer sejak tahun 2005 hingga 2014 di kecamatan wara selatan, sedangkan di tahun 2005 Ibu arifa berada di Makassar dan baru Ada di kota palopo tahun 2012 dan Ibu arifa di buatkan SK honorer 2005-2024 oleh yang salah satu oknum pejabat kecamatan yang diduga keluarganya.
Hal tersebut sangat di sayangkan, sehingga perlu ada penanganan yang serius terkhususnya yang bertanggung jawab dalam hal ini tidak lain tidak bukan inspektorat kota palopo, namun sampai saat ini belum Ada progres yang jelas tegas Mardaniato.
Setelah aksi demonstrasi di lakukan pihak kepala inspektorat menemui massa aksi dan melakukan Audiens, dalam Audiens tersebut ternyata Belum menuai kejelasan dari jawaban kepala inspektorat atas aspirasi yang di sampaikan massa aksi
Reski Halim salah satu mahasiswa unanda yang tergabung dalam aksi Forum pemuda dan mahasiswa mengatakan bahwa pihak inspektorat terlalu banyak mengelak dan jawaban yang di berikan sangat jauh dari substansi tuntutan yang di sampaikan dan pada akhirnya meninggalkan Audiens yang di lakukan.
Salian dari pada itu Mardaniato Jendral lapangan Kembali Menegaskan Bahwa “Kami akan datang kembali dengan massa yang jumlah lebih banyak tentunya.
Laporan : Andi Hanun






